Begini Cara Menghitung Zakat Sendiri 

0 108

Sahabat Ummi, menunaikan zakat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Namun, mungkin masih banyak yang tak paham apa saja milik kita yang ‘kena’ zakat. Uraian di bawah ini Ummi harap bisa membantu.

ZAKAT FITRAH

Dari Ibnu Umar: “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah (di bulan Ramadhan) satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum kepada setiap orang merdeka, hamba sahaya, lelaki maupun perempuan kecil maupun besar/ tua dari kaum muslimin. Dan beliau memerintahkan supaya (zakat fitrah itu) ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat (‘Idul Fitri)”.(Mutafaq alaih)

Satu sha’ dikonversikan untuk ukuran saat ini adalah sekitar 2,5 kg. Mazhab Maliki dan Hambali membolehkan membayar zakat sesuai dengan makanan pokok penduduk setempat. Bahkan mazhab Hanafi membolehkan untuk membayar zakat dengan sejumlah uang sesuai dengan harga makanan pokok tersebut.

Berdasarkan hal itu, ketentuan pembayaran zakat fitrah di negeri ini adalah sebagai berikut:

1. Berupa beras sebanyak 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.

2. Berupa uang yang besarnya sesuai dengan harga beras yang dikonsumsi sehari-hari.

Misal : Harga beras yang biasa dikonsumsi Rp. 3000 per liter, maka zakat fitrah berupa uang sebesar Rp. 3000 x 3,5 liter beras = Rp. 10.500 per jiwa.

 

Baca juga: Bolehkah Istri yang Membayarkan Zakat Fitrah?

 

ZAKAT MAAL (HARTA)

Ada syarat-syarat kekayaan yang wajib dizakati, yaitu:

1. Milik sepenuhnya

Harta tersebut milik sepenuhnya seorang muslim dan cara memperolehnyapun sesuai menurut syariat Islam.  

2. Berkembang

Harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila diusahakan.

3. Cukup nishab

Harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu. Kebanyakan zakat maal mensyaratkan nishab sebanyak 85 gram emas.

4. Lebih dari kebutuhan pokok

Kebutuhan pokok adalah kebutuhan minimal seseorang dan keluarganya untuk kelangsungan hidup, misalnya makanan, pakaian, rumah, pendidikan dan sebagainya.

5. Bebas dari hutang

Bila seseorang mempunyai hutang sehingga mengurangi nishab (yang harus dibayar pada waktu yang sama), maka harta tersebut tak kena zakat.

6. Cukup haul

Pemilikan harta tersebut sudah mencapai satu tahun, utamanya untuk hewan ternak, harta simpanan, dan perniagaan. Sementara untuk hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tak harus menunggu satu tahun. Zakat dibayarkan saat panen atau saat barang ditemukan.

Jenis-jenis zakat maal

  1. Zakat Emas dan Perhiasan

Batas minimal emas yang telah wajib dizakatkan (nishab) adalah 2 mitsqal (85 gram) dan besar zakat 2,5% dihitung setelah satu tahun (haul). Sedangkan perhiasan selain emas, maka dikonversikan/ dinisbatkan nilainya dengan 85 gram emas.

2. Zakat Simpanan

Apabila seseorang mempunyai simpanan dalam bentuk uang yang telah berusia satu tahun dan telah mencapai nilai 85 gram emas, maka ia wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5%.

3. Zakat Perdagangan

Hadits Rasulullah SAW dari Samrah bin Jundab:

“Rasulullah SAW telah memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat harta dari segala yang kami maksudkan untuk dijual”.

Harta perdagangan yang wajib dizakatkan meliputi barang dagangan ditambah uang kontan dan piutang yang masih mungkin kembali. Besar zakatnya 2,5%, dikeluarkan setelah dikurangi hutang, telah mencapai nishab (85 gram emas) dan telah berusia satu tahun (haul).

4. Zakat Pertanian

Nishab hasil pertanian dan buah-buahan wajib dizakatkan adalah senilai dengan 5 wasaq atau + 653 kg gabah atau + 520 kg, zakatnya dikeluarkan pada saat panen. Besarnya zakat tergantung pada cara pengairannya:

a. Jika pertanian diairi dengan air hujan/ air sungai, maka zakatnya 10% tiap satu nishab.

  1. Jika pertanian diairi sendiri (ada biaya pengairan), maka zakatnya 5% tiap satu nishab.

5. Zakat Hewan Ternak : Unta, Sapi/ Kerbau, Kambing

Ø  Nishab dan zakat Unta sesuai dengan ijma’ ulama, ialah:

1 sampai 9 ekor unta, zakatnya 1 ekor kambing

10 sampai 14 ekor unta, zakatnya 2 ekor kambing

15 sampai 19 ekor unta, zakatnya 3 ekor kambing

20 sampai 24 ekor unta, zakatnya 4 ekor kambing

dan seterusnya.

Ø  Nishab dan zakat Sapi/ Kerbau sesuai pendapat masyur madzhab empat, ialah:

30 sampai 39 ekor Sapi/ Kerbau, zakatnya 1 ekor anak sapi jantan/ betina usia 1 tahun.

40 sampai 59 ekor Sapi/ Kerbau, zakatnya 2 ekor anak sapi betina usia 2 tahun.

60 sampai 69 ekor Sapi/ Kerbau, zakatnya 2 ekor anak sapi jantan.

70 sampai 79 ekor Sapi/ Kerbau, zakatnya 2 ekor anak sapi betina usia 2 tahun ditambah satu ekor anak sapi jantan usia 1 tahun,

dan seterusnya.

Ø  Nishab dan zakat Kambing/Domba sesuai hadits riwayat Anas r.a. dan ijma’ ulama, ialah:

40 sampai 120 ekor, zakatnya 1 ekor kambing

121 sampai 200 ekor, zakatnya 2 ekor kambing

201 sampai 399 ekor, zakatnya 3 ekor kambing

400 sampai 499 ekor, zakatnya 4 ekor kambing

500 sampai 599 ekor, zakatnya 5 ekor kambing

Demikian setiap 100 ekor zakatnya ditambah seekor kambing

6. Zakat Penghasilan

Yang dimaksud penghasilan dalam hal ini berupa penghasilan tetap (gaji, upah), komisi, dan hadiah.

a. Penghasilan tetap

Nishab zakat penghasilan tetap, profesi, gaji, upah dan sejenisnya dihitung seperti nishab tanaman(520 kg beras). Besar zakat 2,5% langsung dikeluarkan tanpa mensyaratkan haul (setelah setahun).

Misal:

Penghasilan Bapak A sebulan Rp. 5.000.000,-

Beras yang biasa dikonsumi seharga Rp. 5.000,- per kg.

Jadi nishabnya: 520 kg beras x Rp 5.000,- per kg = Rp. 2.600.000,-

Berarti Bapak A termasuk wajib zakat (muzzaki)

Zakat yang harus dibayarkan sebesar Rp. 5.000.000,- x 2,5 % =  Rp. 125.000,-

b. Komisi

Ø  Dari komisi perhitungan persentase keuntungan perusahaan kepada pegawai, maka harus dikeluarkan zakatnya 10%, seperti zakat tanaman dan dikeluarkan tiap kali memperoleh komisi.

Ø  Dari hasil profesi seperti sebagai makelar atau broker, maka digolongkan sebagai zakat profesi dengan segala ketentuannya.

c. Hadiah

Ø  Sumber hadiah tidak diduga-duga sebelumnya, zakatnya 20% seperti barang temuan(rikaz).

“Zakat rikaz adalah seperlimanya (20%)”(H.R. Bukhari Muslim).

Ø  Sumber hadiah sudah diduga dan diharapkan, maka zakatnya 2,5%.

(Dari berbagai sumber)

Foto ilustrasi: google

Artikel terkait:

Janin dalam Kandungan, Apakah Wajib Zakat Fitrah?

Membayar Zakat Fitrah Harus dengan Bahan Makanan atau Boleh Uang?

Bolehkah Zakat dari Gaji Diberikan Langsung ke Panti Asuhan?

 

loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.