Beberapa Bentuk Kezaliman Jin Pada Manusia

By | April 10, 2018

JIN adalah salah satu jenis makhluk Allah Subhanahu wa Taala yang memiliki sifat fisik tertentu, berbeda dengan jenis manusia atau malaikat. Jin diciptakan dari bahan dasar api, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Taala firmankan, “Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman: 14-15)

Jin dapat menganggu manusia baik secara fisik maupun non-fisik. Maksud dari secara fisik adalah gangguan Jin yang dapat menyebabkan penyakit. Dan hal seperti ini sering terjadi disekitar kita. Seperti misalnya orang yang mengeluhkan sakit, Ia divonis oleh dokter memiliki sakit TBC. Namun ketika diperiksa laboratorium, tidak menunjukkan adanya gejala TBC. Namun Ia tetap merasakan sakit. Ketika akhirnya Ia mencoba ruqyah, barulah tahu bahwa batuk-batuk itu adalah gangguan Jin.

Lalu bagaimana dengan gangguan non-fisik?

1. Gangguan Perilaku
Ketika seseorang terkena gangguan jin, maka akan terjadi perubahan prilaku secara bertahap kearah yang negatif. Misalnya, seorang suami berlaku zhalim terhadap istrinya, ataupun kalau istri mulai berani terhadap suaminya, berbuat maksiat (selingkuh, miras, dll). Jika pelaku itu seorang anak maka ia akan menjadi anak yang durhaka terhadap orang tua. Jika ia seorang karyawan dibuat tidak jujur, korupsi dan begitulah seterusnya sesuai dengan kedudukan dan fungsi seseorang sesuai dengan status sosialnya.

2. Gangguan Psikis
Secara psikis orang yang terkena gangguan jin akan timbul rasa cemas, was-was, takut, gelisah, merasa tidak nyaman. Yang jelas hatinya selalu merasa gelisah, kalut, bingung terhadap dirinya. Titik klimaksnya adalah depresi, dan bahkan jika tidak ada penanganan yang tepat maka bisa menjadi gila.

3. Gangguan Cara Berpikir

Segala bentuk pikiran yang itu merupakan pikiran yang salah, menyelesihi Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah bagian dari produk pikiran yang di dalamnya ditunggangi setan. Sekarang ini, yang populer adalah pikiran orang-orang liberal (JIL), pengusung paham pluralis (semua agama sama), sekuler dan berbagai bentuk pemikiran yang pada intinya berseberangan dengan al-Qur’an dan As-Sunnah. Begitu juga dengan segala bentuk perilaku dosa dan maksiat adalah produk dari kesalahan berpikir yang itu ditunggangi jin atau setan.

4. Gangguan Keyakinan (Keimanan)
Jenis gangguan ini adalah jenis gangguan jin/setan yang paling berbahaya. Yaitu menjauhkan kita dari ketaatan kepada Allah SWT. Pelan namun pasti, secara bertahap menyesatkan manusia. Bisa dalam betuk kesyirikan atau perbuatan bid’ah. Jenis yang keempat ini, jika menimpa seseorang kerap kali pelakunya tidak sadar, bahwa apa yang dilakukan adalah salah, bahkan menganggapnya sebagai kebenaran dan cenderung marah terhadap orang yang berusaha mengingatkan terhadap kesalahan tersebut. Ini adalah salah satu hakekat kesurupan yang terbesar. Sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Syekhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya.

Keempat gangguan tersebut, berada dalam diri seseorang secara bersinambungan. Awalnya jin/setan membisiki manusia, lalu bisikan itu direspon oleh otaknya menghasilkan pola pikir. Dari pikiran direspon hatinya, jadilah gangguan psikis. Jika direspon tubuhnya, jadilah gangguan prilaku, dan puncaknya mempengaruhi keimanannya. Demikianlah gambaran singkat berbagai dampak negatif gangguan jin dan setan, yang terkadang sering dilupakan oleh kita semuanya. Semoga ulasan ini bisa membuat Sahabat Ummi termotivasi untuk semakin mendekat pada Allah. (Marthina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *