Memakai Kondom atau Azl Bagi Pasutri, Bagaimana Hukum Fiqihnya?

By | February 23, 2015

Sahabat Ummi, terkadang ada pasutri yang takut jika memperoleh anak lagi, bisa jadi karena istri yang memiliki kondisi kesehatan buruk sehingga berbahaya jika kembali hamil, atau karena alasan lainnya. Maka ada cara kontrasepsi alami yakni mengeluarkan air mani di luar kemaluan istri atau disebut dengan ‘azl, atau juga menggunakan kondom. Bagaimana Islam memandang cara ini?

 

Syarat Azl dan Kondom Diperbolehkan

Diperbolehkan ‘azl atau mengeluarkan air mani di luar kemaluan istrinya saat berhubungan apabila dirinya tidak menginginkan anak dan dibolehkan juga baginya menggunakan kondom dengan syarat mendapatkan izin dari istrinya karena istrinya memiliki hak untuk mendapatkan kenikmatan dan mendapatkan anak.

Dalil dari hal tersebut adalah apa yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah berkata,”Kami dahulu melakukan ‘azl pada masa Rasulullah saw. Lalu post ini sampai kepada Rasulullah saw namun beliau saw tidaklah melarang kami.” Bukhori (250) dan Muslim (160)

Dari Abu Said Al-Khudri, ia berkata : “Telah sampai kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwasannya orang Yahudi berkata : ‘Sesungguhnya ‘azl itu pembunuhan kecil-kecilan’. Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Orang Yahudi telah berdusta. Seandainya engkau menyetubuhinya, tidaklah akan menghasilkan anak kecuali dengan takdir Allah” [HR.Ath-Thahawiy dalam Syarh Ma’aanil-Aatsaar3/31-32 no. 4348 dengan sanad hasan, At-Tirmidzi no. 1136, Abu Dawud no. 2173, Ahmad no. 11110 dengan sanad yang shahih]

Azl Makruh

Namun demikian perbuatan di atas terkategorikan makruh yang kuat berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Muslim (1442) bahwa Nabi saw pernah ditanya tentang ‘azl maka dia bersabda,”Itu (‘azl) adalah (penguburan bayi hidup-hidup) secara tersembunyi.” Ini merupakan dalil sangat dimakruhkannya perbuatan tersebut.

Imam Nawawi mengatakan bahwa ‘azl adalah seseorang yang melakukan jima’ (persetubuhan) yang ketika air maninya akan tertumpahkan maka ia mengeluarkan (kemaluannya) lalu menumpahkannya di luar kemaluan (istri) nya.

Perbuatan ini adalah makruh dalam setiap keadaan dan setiap wanita baik istrinya itu ridho atau tidak karena perbuatan tersebut adalah jalan memutuskan keturunan, karena itu di dalam hadits perbuatan tersebut dinamakan dengan penguburan bayi secara tersembunyi karena ia memutus jalan kelahiran sebagaimana seorang anak yang dibunuh dengan cara di kubur hidup-hidup. Adapun madzhab Syafi’i mengatakan bahwa ia tidaklah diharamkan.

Kesimpulannya, hukum memakai kondom dan melakukan azl bagi pasangan suami istri adalah mubah dan diperbolehkan oleh syariat, selama suami dan istri saling ridho. Semoga bermanfaat.

Dari berbagai sumber

Foto ilustrasi: google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *