5 Jurus Jitu agar Ananda Suka Membaca

By | January 13, 2017

Sahabat Ummi, kita pasti mendambakan memiliki anak cerdas. Salah satu kiatnya adalah dengan membuatnya gemar membaca. Membaca itu merupakan hobi positif yang mencerdaskan. Nah, berikut ini jurus jitu agar ananda suka membaca. Selamat bereksplorasi.

Jurus pertama, jadikan membaca sebagai hobi. Hal ini memang terdengar klasik. Namun, sebelum menginginkan anak suka membaca, jadikan diri sendiri suka membaca. Hobi memang tidak diwariskan secara genetika, namun hobi kedua orangtua akan membentuk dan mendidik anak secara tidak langsung. Bila kedua orangtua hanya dapat menyuruh, pastilah anak merasa enggan. Namun bila membaca sudah menjadi hobi orangtua, maka anak lama-kelamaan pasti juga terbiasa untuk membaca buku.

Jurus kedua, berikan buku sebagai hadiah untuk anak. Alih-alih membelikan es krim, permen, mainan, atau souvenir lainnya, belilah buku bacaan atau komik bergambar untuk anak-anak. Secara perlahan namun pasti, anak akan terbiasa membaca, apalagi kalau buku tersebut menarik perhatiannya. Buku kisah nabi-nabi, rasul, dan para sahabat, kisah sukses ilmuwan muslim, buku komik tentang cara salat dapat diberikan sebagai hadiah terindah untuk anak-anak.

Jurus ketiga, wisata literasi. Maksudnya, sering mengajak anak mengunjungi perpustakaan, pameran buku, atau toko buku. Di waktu luang atau liburan, sesekali ajaklah anak untuk berwisata literasi. Wisata literasi ini sekaligus bermanfaat untuk melatih daya kognitif, pemahaman, imajinasi, dan kreativitas anak. Wisata literasi ini salah satu bentuk wisata edukasi yang bermanfaat untuk mencerdaskan anak.

Jurus keempat, mendongeng sebelum tidur. Di era modern ini, kebiasaan mendongeng sebelum tidur merupakan kebiasaan langka yang sudah hampir punah. Padahal kakek dan nenek kita dulu sering sekali mendongeng sebagai pengantar tidur. Anak-anak yang dahulunya sering mendengar kakek, nenek, atau ayah ibunya mendongeng, hampir dapat dipastikan ketika dewasa suka membaca buku.

Jurus kelima, bedah buku. Maksudnya, di akhir pekan, ayah atau ibu dapat bercerita tentang satu buku yang pernah dibaca. Begitu pula anak. Ia bercerita satu buku yang telah dibacanya. Setelah itu, semuanya saling mendiskusikan sisi kelebihan, kelemahan, nilai-nilai moral, pesan dari buku yang telah dibacanya. Acara bedah buku ini lebih menarik bila dilanjutkan dengan menonton film atau diselingi dengan memakan kudapan ringan.

 

 

Profil Penulis:

Dito Anurogo, dokter digital/online di detik.com, peraih ‘’Gadjah Mada Awards’’ 2015 kategori mahasiswa terinspiratif dan penulis terbaik, sertifikasi CME dari Harvard dan Oxford University, penulis 18 buku [salah satunya The Art of Medicine, Gramedia, 2016, dipromosikan di Amazon.com], pembina Network–Preneur  Initiative Center, CEO/Founder Sahabat Literasi Indonesia [Indonesia Literacy Fellowship], studi S-2 Ilmu Kedokteran Dasar [IKD] Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada [FK UGM] Yogyakarta, email ditoanurogo[at]gmail[dot]com.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *