4 Orang yang Paling Jauh dari Allah, Nomor 3 Mengejutkan

0 4,768

Sahabat Ummi, jika ditanyakan apakah musibah yang paling besar? Mungkin ada yang menjawab… saat kehilangan harta benda, saat kehilangan orangtua, saat mendapatkan penyakit keras, padahal bukan itu, dalam sudut pandang dunia, memang benar kehilangan harta benda, kehilangan kesehatan, dan kehilangan anggota keluarga adalah musibah yang terlihat besar, namun dalam sudut pandang akhirat… musibah terbesar bukanlah hal tersebut.

Ya, musibah paling besar adalah saat kita jauh dari Allah, inilah musibah terbesar yang sebenarnya. Dan, tahukah siapakah orang yang paling jauh dari Allah? Inilah 4 orang yang terjauh dari Allah, jangan sampai kita termasuk ke dalam kriteria ini:

1. Orang yang hatinya keras

Yakni orang yang banyak berbicara namun sangat sedikit berdzikir mengingat Allah.

“Janganlah kalian banyak bicara tanpa berdzikir kepada Allah Ta’ala. Sesungguhnya, banyak bicara tanpa dzikir kepada Allah Ta’ala bisa menjadi sebab kerasnya hati. Dan sejauh-jauh seorang hamba dari Allah adalah mereka yang keras hatinya.” (H.R. Imam at-Tirmidzi dan Imam al-Baihaqi)

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga hatimu seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang airnya memancar daripadanya. Adapula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan adapula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.“ (Al Baqarah : 74)

2. Orang yang pelit

Sedekah tidak sampai 10% dari harta yang dimiliki namun sudah merasa dermawan? Astaghfirullah. Sedangkan begitu banyak non muslim yang bersedekah minimal 10% untuk rumah ibadahnya, mengapa kita yang muslim amat bakhil dalam bersedekah?

“Orang yang bakhil jauh dari Allah, jauh dari Surga, dan jauh dari manusia“. (HR. At-Tirmidzi)

Seseorang yang pelit sesungguhnya tidak hanya jauh dari manusia, namun juga jauh dari Allah. Jika ia merasa kebakhilannya itulah yang membuatnya sukses, maka ia telah tersesat sangat jauh, karena bisa dipastikan… sebelum hari kematiannya, ia akan merasakan efek dari sifat bakhilnya, yakni kebinasaan hartanya:

“Tidaklah ada satu hari pun yang dilalui oleh setiap hamba pada pagi harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun, berkata salah satu dari keduanya: “Tidaklah ada satu hari pun yang dilalui oleh setiap hamba pada pagi harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun, berkata salah satu dari keduanya: Ya Allah berilah orang yang suka menginfaqkan hartanya berupa ganti (dari harta yang diinfaqkan tersebut), dan berkata (malaikat) yang lain: Ya Allah, berilah orang yang kikir kebinasaan (hartanya).” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

3. Orang yang shalat, namun tetap melakukan perbuatan keji dan munkar

Astaghfirullah, begitu banyaknya orang yang melaksanakan shalat, namun tetap mengerjakan kemungkaran. Hakikatnya, orang seperti ini shalatnya tidaklah mendekatkan diri pada Allah melainkan menjauhkan dirinya dari Allah.

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat, Iantas shalat tersebut tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia hanya akan semakin menjauh dari Allah.” (Dikeluarkan oleh Ath Thobari dengan sanad yang shahih dari jalur Sa‘id bin Abi ‘Urubah dari Qotadah dari Al Hasan)

Bukan berarti kita lantas lebih baik meninggalkan shalat, namun justru kita harus belajar membekaskan shalat dalam perilaku/akhlak sehari-hari kita. Jangan sampai rajin shalat wajib dan sunah…. namun perkataan masih suka menyakiti, perbuatan masih suka menzalimi.

4. Ahli maksiat

Seorang yang rajin berbuat maksiat, maka cahaya Allah tak dapat merasuk ke hatinya disebabkan kotoran yang pekat menutupi hatinya. Sama seperti sinar matahari yang tak dapat menembus jendela yang amat kotor berlumuran lumpur.

Imam Syafi’i berkata, “Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.” (I’anatuth Tholibin, 2: 190).

Sahabat Ummi, jangan sampai Allah menjauh dari diri kita, karena itulah seburuk-buruknya musibah. Jauhilah sifat bakhil, keras hati, perbuatan keji dan maksiat. Semoga tulisna ini bisa menjadi pengingat bersama.

loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.