Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Pasutri
  4. /
  5. Yang Harus Dilakukan ketika Mantan Hadir Lagi

   Rubrik : Pasutri

Yang Harus Dilakukan ketika Mantan Hadir Lagi

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 29689 Kali

Yang Harus Dilakukan ketika Mantan Hadir Lagi
Yang Harus Dilakukan ketika Mantan Hadir Lagi

Mantan di sini bisa berarti macam-macam. Bisa mantan pasangan hidup yang telah berpisah (bercerai), mantan gebetan, mantan sosok spesial, hingga hanya sekadar mantan (orang) yang pernah naksir/mengejar-ngejar kita.

Karena suami istri tidak kenal sejak lahir atau bayi, ada kalanya sebelum bertemu dengan sosok yang saat ini benar-benar dicintai alias pasangan hidup, kita "bertemu" dulu dengan orang lain dulu meski hanya sesaat.

Meskipun saat ini sudah hidup sendiri-sendiri dan sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa, namun tidak jarang sosok mantan bisa membawa pengaruh buruk. Kadang, hubungan suami dan istri yang awalnya baik-baik saja menjadi berantakan hanya karena mantan mencoba masuk dan mengusik padahal hanya iseng. Nah, malah runyam kan. Padahal, kita tentu bukan anak SMA dan bukan remaja lagi yang pastas memikirkan hal-hal semu dan tidak realistis seperti itu. Kita sudah tua. Masa-masa tidak jelas sudah lewat.

Lalu, seperti apa sikap bijak yang bisa kita lakukan ketika mantan tiba-tiba datang menyapa? Entah itu melalui dunia maya maupun nyata.

 

1. Bersikap biasa saja: tidak jutek, tapi juga enggak sok ramah atau sok peduli

"Gimana kabarnya, Dek?"

"Baik, alhamdulillah,"

"Hai, Adek. Udah punya anak? Aku udah dua,"

"Doakan aja ya,"

Jawaban diplomatis cukup mewakili. Enggak judes, enggak juga sok imut. Biasa aja. Netral.

 

2. Tanyakan keluarganya jika memang sudah berkeluarga, bila perlu titip salam

Jika mantan sudah mulai tanya macam-macam hal-hal yang berhubungan dengan privasi, misal di acara reuni, sebaiknya segera alihkan dengan bertanya keluarganya bila perlu titip salam. Biasanya, yang bersangkutan akan malu sendiri dan sadar. Cara halus yang tidak menyakitkan.

 

3. Jangan meng-iya-kan ajakan absurd dengan modus silaturahmi. Bila pun ingin bertemu, ajak pasangan dan anak, jangan hanya berdua.

"Dek, mau gak jadi pembicara di tempatku ngajar? Nanti aku jemput,"

"Makasih tawarannya. Aku izin suami dulu, ya,"

Jawaban diplomatis juga, bukan. Dan yang nerima jawaban seperti itu sudah tahu kepanjangannya gimana: bisa penolakan halus, bisa setuju tapi pasangan kita ikut terlibat alias tidak membiarkan kita berdua dengan mantan.

 

4. Jangan membahas kenangan masa lalu

"Eh tahu nggak aku dulu sebenernya naksir kamu,"

"Inget kan pas kita dulu pernah ngerjain PR bareng,"

"Jadi kamu masih suka makan cilok? Jadi inget kita kepedesan bareng,"

STOP

Sebelum berlanjut ke pembicaraan yang lebih menjurus lagi. Membicarakan kenangan masa lalu tidak akan membuat sejarah berubah. Ya kalau di film. Realistislah. Masa lalu bagian dari pelajaran. Kita hidup di masa sekarang dan akan datang.

 

5. Selalu ingat akan ada hati yang tersakiti ketika kita asik becanda dengan mantan. Apakah kita mau diperlakukan seperti itu?

Ingatlah bahwa akan ada hati yang tersakiti jika seseorang entah itu suami atau istri dekat kembali dengan mantan. Siapa? Ya pasangan halal mereka masing-masing. Kita tentu tidak mau dibuat seperti itu kan, that's why mesti ngaca, janganlah juga melakukan hal-hal yang membuat pasangan marah dan terluka.

 

6. Bila memang harus berinteraksi, sebisa mungkin libatkan pasangan (setidaknya dengan sepengetahuan pasangan)

Ada kalanya kita memang harus berinteraksi, jadi rekan sekantor atau seprofesi. Jika itu terjadi, libatkan pasangan. Biarkan pasangan tahu. Dan kita juga mesti transparan, jangan main belakang. Kita dan mantan tidak ada hubungan apa-apa lagi selain hubungan profesional sebagai rekan bisnis atau kerja. Kita juga harus menjaga kepercayaan pasangan kita.

 

7. Tidak memberi peluang untuk terlalu dekat

Salah satu hal preventif tsb adalah dengan tidak curhat ke mantan apalagi membanding-bandingkan. Tidak ada manfaatnya selain hanya kesenangan sesaat. 

 

Mantan bukanlah orang spesial. Dia hanyalah bagian dari sejarah proses perjalanan hidup kita. Orang spesial itu sekarang adalah pasangan hidup, sosok yang nanti akan menjadi salah satu saksi dimana setiap perbuatan kita kepadanya nanti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Sang Pencipta tidak akan bertanya apakah kita sudah memenuhi tanggung jawab kita ke mantan, tidaakk, Dia tidak akan bertanya begitu. Tapi Allah akan bertanya sudahkah kita memperlakukan pasangan hiduo dengan baik, sudahkah kita menjalani peran sebagai suami/istri dengan amanah? ☺

 

Penulis:

Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo adalah istri, ibu, penulis, & pembelajar. Rumah mayanya di www.rumahmiyosi.com

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});