Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Motivasi
  4. /
  5. Tips Ketika Dihadapkan dengan Orang yang Menguji Kesabaranmu

   Rubrik : Motivasi

Tips Ketika Dihadapkan dengan Orang yang Menguji Kesabaranmu

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 1249 Kali

Tips Ketika Dihadapkan dengan Orang yang Menguji Kesabaranmu
Tips Ketika Dihadapkan dengan Orang yang Menguji Kesabaranmu
Sahabat Ummi, bersyukurlah dengan hal-hal yang menguji dan bisa meningkatkan kesabaranmu karena itu adalah salah satu cara Allah menyayangimu.
 
Namun, bicara tidak semudah menjalankan. Ada kalanya sebagai manusia biasa kita merasa lelah dan ingin membalas atau mungkin sekadar gemas.
 
Bagaimana bila itu terjadi? Beberapa tips sederhana pengingat buat kita semua ini mungkin bisa membantu.
 
1. Bicara baik atau diam (Hadits)
    Jangan sampai terpancing untuk membalas. Ada pepatah lama yang mengatakan “you are what you respond to” :)
    Membalas itu tidak akan ada untungnya selain rasa puas, selebihnya? MENYESAL.
    Membalas itu seperti makan makanan manis. Enak? Iya, tapi cuma di mulut aja, karena makanan manis kalau kebanyakan bisa “menghancurkan” tubuh perlahan-lahan.
    Sedangkan menahan itu sama seperti minum jamu. Pahit? Bangett, tapi bisa menyehatkan. Silakan pilih. :)

2. Ambil jeda untuk mengambil napas panjang. Nikmati napas panjang itu.
 
3. Ambil air wudhu

4. Baca istighfar

    Jangan-jangan, kita dulu pernah membuat orang lain sakit hati? Gimana? Enggaak enak, kan? :)
 
5. Baca hamdalah
    Alhamdulillah, Allah masih sayang, buktinya dikasih sesuatu yang menguji kesabaran. Percayalah, kalau bisa melewatiny, kita akan makin cantik (hati)

6. Baca alquran, buku atau artikel yang bermanfaat
    Membaca itu tidak hanya bisa meningkatkan pengetahuan dan wawasan, tapi juga bisa mengobati luka di hati, termasuk rasa kesal.

7. Menulis
    Berdasarkan banyak penelitian, menulis terbukti bisa jadi salah satu terapi hati.

Sering kelepasan? Wajar, sih. Namanya juga manusia, bukan bidadari. Kalau gak pernah salah justru aneh, ya. 😀

Bukan masalah salah atau enggakny, tapi masalah mau belajar dari kesalahan apa enggak.

Karakter adalah apa yang keluar pertama kali ketika menanggapi sesuatu, sifatny spontan, dan yang menggerakkan adalah alam bawah sadar. Dan semua itu terbentuk karena kebiasaan. Kalau terbiasa membalas hal-hal yang enggak ngenakin, balas-balasan seperti orang surat-suratan, ya itulah yang akan jadi karakter. Pun sebaliknya, ketika hasrat ingin ngebales begitu tinggi, udah di dada, udah di ubun-ubun, tapi kemudian ditahan (menahan diri dan nafsu), maka itulah yang akan menjadi kebiasaan untuk kemudian menjadi karakter. :)
 
Semoga kita semua bisa menjadi orang sabar.
 
 
Penulis:
 
Miyosi Ariefiansyah (@miyosimiyo) adalah seorang istri, ibu, penulis, & pemilik blog www.rumahmiyosi.com

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});