Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Finance
  4. /
  5. Suami Pelit vs Suami Boros, Begini Cara Menyikapinya

   Rubrik : Finance

Suami Pelit vs Suami Boros, Begini Cara Menyikapinya

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 6278 Kali

Suami Pelit vs Suami Boros, Begini Cara Menyikapinya
Suami Pelit vs Suami Boros, Cara Menyikapinya
Sahabat Ummi, suami ideal adalah yang tidak boros dan tidak pelit. Namun, fakta yang ada di lapangan, cukup banyak istri yang dihadapkan pada sikap suami yang cukup ekstrim tersebut terkait masalah keuangan keluarga, yakni kalau enggak boros ya pelit.
 
Bagaimana menyikapinya?

1. Suami perhitungan atau pelit?
 
Suami yang perhitungan identik dengan suami yang pelit, padahal sebenarnya juga tidak. Suami yang perhitungan memiliki tipe ingin tahu segalanya termasuk dalam hal keuangan, seperti misalnya: berapa uang belanja yang kita terima, untuk apa saja, belum akhir bulan kok sudah habis, cukup tidak uang belanja bulan ini, dan adakah sisa uang belanja yang bisa dipergunakan untuk menambah tabungan. Jadi sebenarnya tidak pelit, bukan?
 
Namun, memang kita sebagai istri -terlebih bila menjadi full time house wife- akan merasa tidak bebas dengan hal seperti itu. Bagaimanapun juga kita memerlukan kebebasan dan kelonggaran dalam hal penggunaan uang. 
 
Bagaimana cara mengatasinya?

-    Berkomunikasilah dengan baik kepada suami tentang ketidaknyamanan kita yang seolah diawasi 24 jam dalam hal penggunaan uang. Yakinkan dia bahwa kita bukan termasuk istri yang boros dalam hal penggunaan uang.

-    Apa salahnya membuat laporan pengeluaran dan pemasukan. Semua itu bukan untuk suami tapi untuk kita juga. Bagaimanapun juga, sebagai ibu rumah tangga kita wajib mengontrol pengeluaran keluarga. Dan bagaimana kita bisa mengontrol bila kita tidak mencatat transaksi keuangan yang kita lakukan

-    Bila suami menegur atau menanyakan uang belanja, jangan buru-buru negatif. Tanggapilah semuanya dengan positif walau mungkin sisi hati kita yang lain merasa tidak enak. Berpikirlah bahwa kita memang membutuhkan seseorang untuk mengingatkan. Suami dan istri adalah gas dan rem yang saling melengkapi. Jadi tak ada salahnya bukan.

-    Menghasilkan uang sendiri bisa jadi opsi berikutnya. Cara-cara menghasilkan uang untuk ibu rumah tangga ada banyak. Beberapa ibu rumah tangga berpendapat bahwa menghasilkan uang sendiri seberapapun itu dan dengan cara yang baik tentunya akan membuat seorang mereka menjadi lebih berarti dan tidak uring-uringan.

2.    Suami boros
 
Sama halnya dengan suami yang perhitungan, suami yang boros juga bisa menjadi masalah dalam rumah tangga. Dan, salah satu hal yang membuat suami terlihat/menjadi boros adalah HOBI. Biasanya, para suami akan rela menghabiskan banyak uang untuk menyalurkan hobi mereka. Tak hanya hobi sebenarnya, suami yang suka belanja barang-barang yang ber-merk wah juga bisa menjadi masalah bagi kita sebagai istri. Terutama bila penghasilan keluarga kita hanya berasal dari suami saja.
 
Bagaimana cara mengatasinya:

-    Beri pengertian pada suami bahwa hobi adalah kebutuhan tersier yang akan dipenuhi ketika kebutuhan primer dan sekunder sudah terpenuhi

-    Jangan juga terlalu pelit kepada suami apalagi menekan dan memarahi. Bersyukurlah bila hobi suami bukanlah hobi yang aneh-aneh dan tak ada hubungannya dengan hal-hal yang bisa merusak rumah tangga

-    Beri alasan logis bahwa tak semua benda yang kita miliki harus ber-merek wah karena masih ada hal-hal penting lainnya yang harus kita utamakan.

-    Setiap kali diberi uang bulanan oleh suami, segera alokasikanlah, termasuk alokasi pos “hobi“ dalam jumlah tertentu. Bila dana pada pos tersebut sudah habis jangan memberikan toleransi untuk meminjam pos yang lain.
 
Keberhasilan pengelolaan keuangan keluarga tidak hanya menjadi tanggung jawab istri saja, tapi juga suami, kerjasama dua belah pihak.
 
Referensi:
Ariefiansyah, Miyosi. "Cash Flow Management untuk Awam & Pemula". 2012. Jakarta: Laskar Aksara.
 
Penulis:
Miyosi Ariefiansyah (@miyosimiyo) adalah seorang istri, ibu, penulis, & pengelola www.rumahmiyosi.com

 

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});