Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Motivasi
  4. /
  5. Setiap Wanita Memiliki Kecantikan yang Berbeda, Jangan Minta Sama

   Rubrik : Motivasi

Setiap Wanita Memiliki Kecantikan yang Berbeda, Jangan Minta Sama

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 11567 Kali

Setiap Wanita Memiliki Kecantikan yang Berbeda, Jangan Minta Sama
Setiap Wanita Memiliki Kecantikan yang Berbeda, Jangan Minta Sama
"Pengin banget putih kayak dia,"
"Kenapa aku tidak secantik dia, sih?"
 
Pernah berpikir seperti ini? Atau justru sebaliknya: merasa "lebih" meskipun dalam hati.
 
"Cantikan aku ke mana-manalah. Putihan aku, mancungan aku,"
"Boleh boleh aja menang putih, tapi masih cantikan gueee,"
 
Banyak di antara kita yang mungkin berpendapat bahwa cantik itu bersyarat: harus putih, tinggi, langsing, hidung mancung, dan yang lainnya. Masyarakat sekitar pun seolah tersihir dengan syarat kecantikan seperti yang sudah disebutkan. Kalau enggak percaya, coba saja tanya tetangga atau masyarakat sekota tentang definisi cantik. Rata-rata jawabannya seragam. 
 
Sebagai konsekuensi sederhananya, wanita yang tidak masuk dalam kriteria cantik seperti yang sudah disebutkan di atas berlomba-lomba ingin mengubah dirinya sesuai standar cantik yang diciptakan masyarakat awam sendiri. Di media sosial pun, cukup banyak pengguna aplikasi kamera cantik hanya karena ingin terlihat bening dan dikomen, "Subhanallah, Ukhti cantik banget," atau komen semu dan tidak permanen lainnya.
 
Konsekuensi lain, wanita yang masuk standar cantik jadi merasa lebih dan bisa terjebak dalam penyakit hati bernama sombong meskipun itu dalam hati.
 
"Nih guee cantik,"
 
"Ngapain cemburu sama mantannya laki gue lha wong cantikan aku jauhh xixixi, ehh gak boleh sombong ding, harus kalem harus sholehah,"
 
"Ya Allah, cantik alami tanpa perlu susah-susah pakai makeup, pinter, baikk. Pantesan dulu banyak yang naksir dan ngejar-ngejar sampai ngantree terus kutolakin semua. Beruntungnya suamiku mendapatkanku. Jarang lhoh yang cantik tapi menjaga diri sampai halal gini. Bersyukurlah, wahai Suamiku, xixixi,"
 
Atau terjebak dalam kegiatan tidak terlalu penting seperti foto selfie dengan caption "Baru bangun tidur nih belum mandi no filter no apapun, abaikan pipi tembem dan mata bengkak,"
 
Maksudnya berbuat seperti itu? Hanya yang bikin yang bisa menjawab dan mungkin kita pun pernah melakukan hal enggak ada esensinya seperti di atas. Jujur, deh. Hehehe.
 
Yuk, kita muhasabah bareng-bareng, Bun.
 
Kembali ke masalah cantik-tidak cantik yang seolah menjadi hal super penting, maka beberapa poin di bawah ini bisa kita perhatikan.
 
1. Menurut fotografer "The Atlas of Beauty"
 
Mihaela Noroc, fotografer yang melakukan perjalanan ke 37 negara, seperti dilansir oleh CNN Indonesia mennyimpulkan bahwa kecantikan itu bisa ditemukan di mana saja. 
 
Setiap tempat memiliki wanita cantik dan itu semua ternyata tidak bergantung pada warna kulit atau tinggi badan atau "penampakan" lainnya, melainkan lebih kepada bangga dan bahagia jadi diri sendiri.
 
2. Menurut pakar cantik itu tidak harus putih
 
dr. Dewi Inong SpKK seperti yang dilansir oleh Vemale(dot) Com mengatakan bahwa cantik itu tidak harus putih tapi harus berkulit sehat. Artinya, konsumen tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya yang tidak terdaftar di BPOM yang bisa membahayakan kesehatan bahkan nyawa.
 
Bayangkan saja, berapa uang yang harus kita keluarkan jika ternyata kosmetik atau perawatan yang kita gunakan sangat berbahaya. Hasilnya hanya sesaat, penderitaan selamanya. Belum lagi kerugian yang lain seperti malu dan kepercayaan diri runtuh.
 
3. Lahir dari ayah ibu yang beda
 
Lahir dari ayah dan ibu yang berbeda ya pastinya tidak bisa seragam. Setiap manusia sudah membawa gen masing-masing. 
 
4. Cantik fisik saja tidak cukup
 
Kenyataannya, cantik fisik saja tidak cukup. Kalau memang cantik fisik itu segala-galanya, kenapa ada suami menceraikan istrinya padahal sang istri sudah sangat cantik di atas rata-rata? Nah.
 
5. Allah tidak menilai bentuk dan rupa
 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupa kalian dan tidak juga harta benda kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian" (Shahih Muslim juz 4 hal. 1987 no. 2564) 
 
 
6. Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya
 
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya" (Q.S. At-Tin: 4)
Tanpa harus dapat pengakuan dari orang lain atau mengikuti kontes kecantikan, Allah sudah MENJAMIN bahwa DIA menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
 
Bersikap rendah diri karena merasa tidak cantik berarti mengkufuri nikmat Allah. Pun merasa paling cantik yang itu artinya menganggap yang lain lebih rendah sama saja dengan menghina Sang Pencipta.
 
Semua wanita cantik dengan ciri khasnya masing-masing. Inilah mindset yang harus kita tanamkan pada diri sendiri. Dengan begitu, kita enggak akan mudah minder ketika melihat wanita yang menurut kita lebih cantik, pun sebaliknya kita tidak merasa lebih saat melihat wanita lain tidak lebih cantik daripada kita. 
 
7. Apa yang dititipkan akan dimintai pertanggungjawaban
 
Jika untuk level organisasi, kantor atau instansi saja ada laporan pertanggungjawaban, apalagi untuk tingkat kehidupan yang cakupannya jauh lebih luas dan lebih lama.
 
Cantik hanyalah titipan, amanah. Toh saat meninggal semua makhluk juga bentuknya sama. 
 
Kita bisa memilih apa yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta ini akan digunakan sebagai anugerah atau fitnah? Cantik untuk menyakiti sesama wanita atau untuk menyenangkan suami agar keluarga makin harmonis? Menjaga kecantikan atau mengumbar dan memamerkan kecantikan yang hanya sesaat?
 
Kita bisa memilih. Dan, setiap pilihan ada konsekuensi yang pasti akan dimintai pertanggungjawaban.
 
Bagaimana, Sahabat Ummi? Semoga kita bisa jadi insan yang lebih baik. Kita semua sudah cantik sejak lahir. Dan, akan semakin cantik jika hati kita juga cantik (dirawat). Yuk! 
 
 
Penulis:
Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo adalah istri, ibu, penulis, & pembelajar. Rumah mayanya di www(dot)rumahmiyosi(dot)com

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});