Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Quran
  4. /
  5. Sembunyikan Amalanmu Hingga Tak Ada yang Tahu

   Rubrik : Quran

Sembunyikan Amalanmu Hingga Tak Ada yang Tahu

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 27412 Kali

Sembunyikan Amalanmu Hingga Tak Ada yang Tahu
Sembunyikan Amalanmu Hingga Tak Ada yang Tahu
Sahabat Ummi, sering melihat status di sosial media yang semisal ini: "Alhamdulillah bangun shalat Tahajud terus sudah sebulan ini..."
 
Atau, "Baru saja transfer 10 juta untuk wakaf, semoga menjadi amal jariyah untuk akhirat kelak..."
 
Ya memang sih tidak ada seorang manusia pun yang berhak men-judge seseorang itu berbuat riya'/pamer hanya dari status facebooknya, karena hanya Allah yang berhak menghakimi, akan tetapi lebih baik jika kita menyembunyikan amalan yang kita lakukan, sampai-sampai tak ada seorang pun yang tahu.
 
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka mengasingkan diri.” (HR. Muslim, no. 2965. Lihat Syarh Shahih Muslim, 18: 84) Mengasingkan diri yang dimaksud dalam hadits ini adalah mengasingkan amalannya agar tidak terlihat orang lain.
 
Meskipun ada amalan yang sah-sah saja untuk diperlihatkan pada orang lain, misalnya dalam rangka berfastabiqul khoirot, namun menyembunyikan amalan itu sesungguhnya lebih baik.
 
"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Baqarah: 271)
 
Oleh sebab itu, berikut ini beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menyembunyikan amalan:
 
1. Mendahulukan melakukan berbagai amalan ibadah di rumah
 
Terutama untuk wanita, shalat terbaik adalah yang dilakukan di kamarnya sendiri.
 
“Shalat seorang wanita di rumahnya lebih utama baginya daripada shalatnya di pintu-pintu rumahnya, dan shalat seorang wanita di ruang kecil khusus untuknya lebih utama baginya daripada di bagian lain di rumahnya” (HR. Abu Daud no. 570. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
 
Misalnya ingin tilawah, shalat sunah, jika bisa dilakukan di rumah, lakukanlah di rumah. Jika memang tidak bisa, barulah tak mengapa jika harus dilakukan di mushola atau tempat umum lainnya.
 
2. Tidak memposting status terkait amalan ibadah diri sendiri
 
Kecuali jika memang diniatkan untuk memotivasi orang lain, bukan diniatkan untuk pamer/riya'... ingat, riya' itu masalah hati, hanya diri kita sendiri yang bisa mendeteksi adakah unsur riya' atau ujub dalam postingan tersebut.
 
3. Tidak mencantumkan gelar atau julukan dengan niat agar orang lain tahu amalan yang sudah kita lakukan
 
Misalnya, marah kalau tidak disebut Ustadzah, marah kalau lupa ditulis gelar Haji/Hajjah. Justru lebih baik ketika gelar-gelar seperti ini ditanggalkan dari nama kita, agar terhindar dari ujub/bangga diri dan riya'.
 
Sumber: rumaysho
Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});