Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Pasutri
  4. /
  5. Semakin Disayang Suami Walau Tidak Lepas dari Konflik

   Rubrik : Pasutri

Semakin Disayang Suami Walau Tidak Lepas dari Konflik

  Ditulis Oleh cahaya Dibaca 8056 Kali

Semakin Disayang Suami Walau Tidak Lepas dari Konflik
Semakin Disayang Suami Walau Tidak Lepas dari Konflik

Sahabat Ummi, setiap rumah tangga tidak lepas dari konflik baik karena berdua atau karena campur tangan orang lain.  Namun konflik itulah yang akan menguatkan rumah tangga tersebut. Konflik tersebutlah yang membuat kita untuk lebih saling mengenal dan mengerti pasangan kita. Konflik tersebutlah yang akan lebih mendewasakan kita dan pasangan kita.

Konflik merupakan bumbu rumah tangga agar kita lebih dekat dengan pasangan. Oleh karena itu, hal yang terpenting dalam menghadapi konflik rumah tangga adalah komunikasi kita dengan pasangan. Janganlah masalah tersebut didiamkan atau bahkan kita mengambil keputusan sendiri. Ajaklah pasangan kita untuk membicarakan masalah yang dihadapi dengan hati tenang dan saling terbuka. Yang terpenting  adalah mencari solusi bukan saling menyalahkan.

Terutama kita sebagai seorang istri, jangan langsung mengambil tindakan sendiri tampa komunikasi dahulu dengan suami. Ajaklah suami berkomunikasi untuk mencari penyelesaian konflik tersebut. Percayalah seandainya seorang  istri dapat bertindak bijak terhadap konflik yang terjadi di rumah tangga,  suami akan semain sayang dan mengerti dengan istrinya.

Berikut ini beberapa hal yang dapat kita perhatikan saat menyelesaikan masalah dengan suami:

- Carilah waktu dan suasana yang tepat untuk mengajak suami bicara. Jangan saat suami lelah, seperti saat baru pulang kerja langsung disambut dengan pertanyaan- pertanyaan yang mungkin akan membuatnya cepat emosi.

-Pilihlah kata-kata yang tepat, jangan sampai menyinggung hati suami.

-Berterus terang, jangan ada yang disembunyikan.

-Berhati- hati ketika bertanya atau menjawab pertanyaan suami. Jangan sampai membuat suami merasa dipojokkan walaupun mungkin suami yang salah.

-Jangan terlalu fokus siapa yang benar dan siapa yang salah, tapi tujuan utama pembicaraan adalah mencari solusi masalah tersebut .

-Usahakan untuk tidak melibatkan pihak ketiga, cukup kita dan suami.

-Jangan memperlama waktu konflik dengan suami, segera cari solusi yang tepat.

-Sebesar apapun masalah yang dihadapi, selalu ingat bahwa mempertahankan keutuhan bersama adalah hal yang harus di utamakan.

-Jika solusi masalah sudah didapatkan, usahakan untuk tidak mengungkit- ungkit atau mengulangi pembicaraan masalah tersebut lagi. Hal ini akan membuat suami merasa tidak senang dan merasa kita belum memaafkannya secara penuh jika memang suami yang salah. Oleh karena itu saat solusi sudah didapat, usahakan jangan lagi membahas masalah tersebut.

 

Sumber: Buku Menjadi Istri Penentram Hati Suami oleh Dr. Akram Ridha

 

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});