Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Hadits
  4. /
  5. Rasulullah Melarang Kita Menghina dan Mencela Orang Kafir?

   Rubrik : Hadits

Rasulullah Melarang Kita Menghina dan Mencela Orang Kafir?

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 7736 Kali

Rasulullah Melarang Kita Menghina dan Mencela Orang Kafir?
Rasulullah Melarang Kita Menghina dan Mencela Orang Kafir

Sahabat Ummi, pernah bertemu orang yang ilfil dengan Islam? Meskipun tidak sampai ikutan melabeli Islam sebagai agama teroris, tapi ada sebagian orang yang masih ‘alergi’ terhadap Islam karena menganggap Islam sebagai agama yang tidak ramah dan penuh kekerasan. Hmm… Kasihan yaa, padahal Islam begitu indah, eh tapi barangkali memang ada yang salah dengan cara dakwah kita?

 

Dakwah akan meresap kuat ke dalam sanubari manusia ketika diikuti seruan kelembutan dan keindahan yang dijadikan sebagai jalan dakwah, pegangan kehidupan, dan pandangan dasar dalam menjalani hidup ini. Lantaran seruan lembut itu, tumbuhlah cinta dan penerimaan hati dengan penuh ketulusan. Muaranya adalah membaiknya hubungan kemasyarakatan (tahsinul 'alaqatul ijtima'iyyah).

 

Namun, meskipun begitu banyak ayat dan hadits yang berbicara tentang cinta, kasih sayang, dan kelembutan, mengapa yang kerap muncul ke permukaan, khususnya di media-media, adalah potret Islam yang bertolak belakang dari hal tersebut?

 

Saat ini tak sedikit orang yang sibuk menampilkan Islam dalam wajah sangar, penuh kebencian, dan caci-maki. Bahkan tak berhenti sampai di situ saja, mereka juga sibuk membagi-bagi kaum Muslimin menjadi golongan neraka dan surga berdasarkan kemauan mereka sendiri.

 

Kita tahu, kedamaian tidak pernah terbangun di atas kebencian. Kasih sayang tak akan mungkin tumbuh di atas bentakan dan cacian. Persatuan tidak mungkin tercipta di atas pemisahan-pemisahan berdasarkan eksklusivitas. Kedamaian, kasih sayang, dan persatuan hanya akan terwujud atas dasar cinta, kelembutan, apresiasi, dan kesatuan rasa.

 

Sudah waktunya bagi kita semua untuk mengkaji pesan-pesan inti dari Islam dan akhlak-akhlak utama dari Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam sang panutan. Saatnya kita membaca ulang kearifan sejarah kita sendiri. Jangan tunda-tunda lagi untuk memungut dan mengenakan mutiara-mutiara hikmah yang terserak lantas dibuang dan disia-siakan sebagaimana yang terjadi belakangan ini.

 

Jauhi Panggilan Buruk

 

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk,"(QS An-Nahl [16]: 125).

 

Banyak pendakwah dan organisasi Islam di seluruh dunia menjalankan kegiatan-kegiatan dakwah mereka berdasarkan ayat ini. Empat kata kunci yang harus digarisbawahi dalam ayat ini adalah kata ‘serulah’, ‘manusia’, ‘pelajaran yang baik’, dan ‘cara yang baik’. Bagi mereka, mengundang seseorang untuk masuk Islam berarti mengajak dengan lembut, mengulurkan kepedulian, menampakkan kesantunan, dan sebagainya.

 

Kita tidak bisa mengundang seorang non-Muslim untuk memahami tentang Islam, atau belajar Islam, atau membuat dia tertarik kepada Islam, dengan memanggilnya ‘kafir’, ‘manusia najis’, atau panggilan-panggilan buruk lainnya. Rasulullah bahkan tidak membolehkan para penyembah berhala—yang bukan saja menentang ajaran Rasulullah, tapi juga melemparinya dengan kotoran unta, mengasingkan umat Muslim selama tiga tahun, membunuh sahabat-sahabat terdekatnya, dsb—dicela, dalam sebuah puisi bernada sarkastik oleh Hassan bin Tsabit yang mengatakan, “Bagaimana kalau sebenarnya aku bersaudara dengan mereka?” (HR Bukhari, dari Aisyah ra).

 

Kita harus mengikuti akhlak Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam dengan tidak menghina orang lain. Karena itu kita harus memiliki akhlak yang baik, seperti yang diajarkan oleh Nabi sendiri. Dengan demikian kita menjadi penyeru-penyeru Islam yang terbaik, dan memang begitulah seharusnya sifat para dai sejati.

 

Seorang Muslim yang membuat nama Islam menjadi buruk dengan berperilaku ekstrem, keras, emosinya tinggi, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, berpikiran sempit, dogmatis, dan hal-hal lain yang tidak diajarkan dalam Islam, hanya akan membuat pekerjaan para dai menjadi lebih sulit. Orang-orang seperti itu hanya membuat nama Islam semakin buruk di zaman sekarang, di mana banyak orang yang berpandangan negatif terhadap Islam.

 

Kita juga harus mengingat perintah dari Allah kepada Nabi Musa alaihissalam dan Harun alaihissalam,“Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut,” (QS Thaha [20]: 43-44).

 

Bahkan kepada Fir’aun—yang membunuh banyak orang tak bersalah dengan merebusnya dalam ketel minyak yang mendidih—yang telah mengaku dirinya sebagai tuhan, kita harus berbicara dengan lemah-lembut, apalagi kepada orang-orang yang lebih baik daripadanya.

 

Kata penting berikutnya adalah ‘manusia’. Ini berarti semua manusia tanpa terkecuali. Setiap non-Muslim adalah calon mualaf yang bisa mendapatkan hidayah meskipun mereka sangat anti-Islam atau berperangai buruk. Ingatlah bahwa Umar bin Khattab radiyallaahu ‘anhu dan Khalid bin Walid radiyallaahu ‘anhu, sebelum mereka berdua masuk Islam, keduanya adalah orang-orang yang sangat memusuhi Islam. Namun, akhlak mereka saat memeluk iman Islam menjadi bercahaya.

 

Jadi jelas, seorang Muslim tidak boleh terlalu memilih-milih dengan siapa dia berinteraksi.

 

 

Sumber: Majalah Ummi, Mutiara Dakwah 05-XXVIII Mei 2016

Kontributor: Aidil Heryana, S.Sos.I

Mau berlangganan Majalah Ummi? Hubungi: Pak Dedi 081546144426

 Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});