Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Fikih Wanita
  4. /
  5. Punya Utang? Jangan Melakukan 7 Hal ini

   Rubrik : Fikih Wanita

Punya Utang? Jangan Melakukan 7 Hal ini

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 7644 Kali

Punya Utang? Jangan Melakukan 7 Hal ini
Punya Utang Jangan Melakukan 7 Hal ini
Sahabat Ummi, utang itu dihalalkan dalam Islam, bahkan memberi pinjaman pahalanya lebih besar daripada bersedekah lho:
 
“Pada malam aku diisra’kan (Mikraj) aku melihat tulisan di atas pintu syurga, ‘Pahala sedekah ialah 10 kali ganda dan pahala memberi hutang ialah 18 kali ganda‘. Aku bertanya Jibril kenapa memberi hutang lebih banyak pahalanya daripada sedekah? Jawabnya, kerana orang yang meminta sedekah dalam keadaan meminta sedangkan dia mempunyai harta. Sedangkan orang yang meminta pinjaman tidak akan meminta pinjaman kecuali kerana sesuatu keperluan” (Hadis Riwayat Ibn Majah dan Baihaqi)
 
Akan tetapi, bagi yang berutang pantang melakukan 7 hal ini:
 
1. Berniat tidak melunasi utang
 
Karena tahu si pemberi pinjaman itu orangnya baik, kaya raya, maka berutang dengan niat tidak membayar. Hati-hati... sama saja dengan seorang pencuri.
 
 "Siapa saja yang berhutang, sedang ia berniat tidak melunasi hutangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI..” (HR Ibnu Majah, hasan shohih)
 
2. Tenang-tenang saja padahal punya utang
 
Punya uang malah dipakai untuk hal lain dan tidak mengutamakan pembayaran utangnya (meski mencicil), ini bisa mengindikasikan tidak pahamnya ia betapa dahsyat urusan utang di padang mashyar nanti.
 
"Barangsiapa mati dan masih berhutang satu dinar atau dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR.Ibnu Majah,Shohih)
 
3. Tidak mencatat utang piutang
 
Utang sedikit pun perlu kita catat agar tidak terlupa, jangan remehkan urusan catat mencatat utang piutang ini!
 
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya..” (QS Al Baqarah 282)
 
4. Menunda pembayaran utang
 
Sudah ada sih uangnya, tapi pakai dulu deh buat keperluan lain atau ditabung dulu toh belum ditagih. Nah, yang seperti ini amat berbahaya karena termasuk sifat zalim.
 
"Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kedzaliman..” (HR Bukhari dan Muslim)
 
5. Mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang 
 
Selalu cari-cari alasan dalam menunda pembayaran utang merupakan hal buruk yang sebaiknya kita hindari. Selain tidak lagi mendapat kepercayaan orang, juga bisa memperoleh kebencian 
Allah.
 
"Allah ‘Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang..” (HR Ahmad, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)
 
6. Meremehkan utang walaupun sedikit
 
"Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada hutangnya hingga hutangnya dibayarkan...” (HR Ahmad, at-Tirmidzi, ad-Darimi, dan Ibnu Majah)
 
7. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang
 
"Sesungguhnya, apabila seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkari..” (HR Bukhari dan Muslim)
 
Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak kita perbuat ketika berutang pada orang lain. Semoga bermanfaat.

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});