Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Finance
  4. /
  5. Perlukah Suami Istri Sama-Sama Bekerja?

   Rubrik : Finance

Perlukah Suami Istri Sama-Sama Bekerja?

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 1691 Kali

Perlukah Suami Istri Sama-Sama Bekerja?
Perlukah Suami Istri Sama-Sama Bekerja?

Sahabat Ummi, masalah klasik yang sering dihadapi oleh banyak pasangan adalah perlukah suami istri sama-sama bekerja atau menghasilkan uang? Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan apakah suami atau istri bisa sama-sama bekerja ataukah tidak, yaitu:

1. Bagaimana kondisi keuangan keluarga

2. Perhitungkan selisih antara pemasukan dan pengeluaran bila suami istri sama-sama bekerja. Sekalipun pemasukan keluarga lebih besar, namun pengeluarannya juga lebih besar akibat suami istri tersebut sering makan di luar rumah.

3. Sebenarnya, bekerja tak hanya sekadar mengumpulkan materi. Bisa jadi dari sisi finansial suami sudah bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun dari sisi psikologis, bekerja adalah sarana mengaktualisasikan diri bagi istri. Memang ada istri yang lebih suka berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Namun, bagaimana bila ternyata ada istri yang lebih suka bekerja daripada menjadi ibu rumah tangga dengan alasan untuk mengaplikasikan ilmu? Tentu semuanya harus dibicarakan baik-baik. Kesimpulannya, selama keputusan bersama tersebut memang tidak merugikan salah satu pihak maka tidak akan ada masalah.

 

Baca juga: Begini Adab Wanita yang Bekerja di Luar Rumah



4. Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “mobil yang memiliki dua gas akan melaju lebih kencang daripada mobil yang hanya melaju dengan satu gas”. Artinya, bila suami istri sama-sama bekerja maka kondisi perekonomian keluarga akan cepat berubah menjadi mapan jika dibandingkan dengan hanya salah satu saja yang bekerja. Ungkapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bisa saja ada pasangan muda yang memiliki banyak sumber namun ternyata gaya hidupnya sangat mewah. Hal tersebuy tidak akan ada selisih positif dari arus kas yang mereka miliki. Begitu pula sebaliknya.

Jadi, masalah pasangan yang sama-sama bekerja atau tidak sebenarnya adalah hak kita masing-masing. Hal yang paling penting adalah kita sudah mempertimbangkan bersama pasangan setiap keputusan yang kita ambil.

Referensi:

Ariefiansyah, Miyosi. "Cash Flow Management untuk Awam & Pemula". 2012. Jakarta: Laskar Aksara.


Ariefiansyah, Miyosi. "Hartamu Hartaku Hartaku Hartaku Punya Siapa". 2012. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

Penulis:

Miyosi Ariefiansyah (@miyosimiyo) adalah seorang istri, ibu, penulis, & pemilik blog www.rumahmiyosi.com

 Foto ilustrasi: google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});