Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Uncategory
  4. /
  5. Metode Bilqis, Menghafal dengan Langgam Standar

   Rubrik : Uncategory

Metode Bilqis, Menghafal dengan Langgam Standar

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 12238 Kali

Metode Bilqis,  Menghafal dengan Langgam Standar

Allah tidak mendengar suara seorang nabi melainkan Dia mendengar suara seorang nabi yang membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah.” (HR Bukhari)

 

Hampir setiap kita kenal tangga nada dasar standar yang dikenal dalam dunia musik, yaitu do-re-mi-fa-sol-la-si-do. Dari delapan nada dasar itulah tercipta lagu-lagu indah yang sering kita dengar. Lagu-lagu yang menghiasi alam pendengaran kita dan membuat kita terhibur.

Namun, tahukah Anda, membaca Qur'an pun ada nadanya? Ustadz Abdul Roziq, SQ, pendiri Bilqis Centre mengenalkan nada dasar tilawah Al-Qur'an dalam pengajaran Al-Qur'an.

Ini bermula dari keprihatinannya. Setelah menjadi qari, Abdul Roziq melihat banyak masyarakat yang masih belum membaca Al-Qur'an dengan benar. Bahkan, menurutnya, pada orang-orang yang sering membaca Qur'an pun masih ditemui banyak kesalahan. Kondisi itulah yang mendorong menemukan sebuah formula agar masyarakat bisa membaca Al-Qur'an dengan lebih baik dan lebih indah.

Ia mulai memperhatikan tilawah para Imam Masjidil Haram dan membuat nada dasar dari langgam tilawah mereka. Mulai dari Imam As-Sudais, As-Shuraim, sampai Al-Ghamidi. “Saya berpikir, bagaimana langgam itu bisa dituliskan dan dipelajari. Kalau untuk musik saja bisa, kenapa Al-Qur'an tidak?”

Sama seperti delapan nada dasar dalam musik, nada dasar yang diformulasi oleh Abdul Roziq juga ada delapan. Hanya, nadanya berbeda. Dia juga tidak menggunakan do-re-mi, tetapi tu-wa-ga-pat-ma-nam-ju-pan. “Ada 16 variasi nada yang kami susun. Tadinya pakai la-la-la, tapi enggak nyangkut. Pakai hitungan, baru ngikat,” selorohnya.

Namun, dalam metode Bilqis, kita tidak langsung belajar langgam. Hal pertama yang ditangani adalah kebenaran pengucapan huruf. “Ini sebenarnya tidak susah, karena kita orang Melayu. Mayoritas huruf hijaiyah sesuai dengan lidah kita. Jadi, kita fokus pada pembenahan huruf-huruf yang sulit,” jelas jebolan PTIQ Jakarta ini. Jika ini sudah diperbaiki, selanjutnya yang dibenahi adalah tajwid, khususnya maadatau bacaan panjang.

Kalau makharijul hurf sudah benar, dimulailah pengenalan pada langgam dasar. Kenapa harus memakai langgam standar? “Pertama, ciri khas bagi lembaga tahsin dan tahfizh yang bersangkutan. Kedua, memudahkan dalam menghafal,” jawab Abdul lagi.

Dalam memberikan pelatihan metode Bilqis ini, lembaga yang dikelolanya membuka berbagai program dari inhouse training sampai privat. Namun, apa pun metodenya, Abdul tetap menekankan pentingnya talaqqi. “Porsinya, 80-20. Training-training cuma memenuhi 20 persen, sedangkan 80 persennya talaqqi. Sehebat apa pun (isi) training-nya, harus ada talaqqi,” tegasnya.

Karena itu, sesuai namanya, 'Bilqis' (Bimbingan Ilmu Qur'an Intensif) menerima secara terbuka siapa pun yang ingin belajar Al-Qur'an untuk datang ke Bilqis Centre di bilangan Rempoa, Tangerang Selatan. (Didi Muardi)

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});