Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Motivasi
  4. /
  5. Menjadi Muslimah Tangguh yang Tidak Mudah Termakan Fitnah

   Rubrik : Motivasi

Menjadi Muslimah Tangguh yang Tidak Mudah Termakan Fitnah

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 1520 Kali

Menjadi Muslimah Tangguh yang Tidak Mudah Termakan Fitnah
Menjadi Muslimah Tangguh yang Tidak Mudah Termakan Fitnah

Sahabat Ummi, ada seorang istri yang menggugat cerai setelah membaca chattingan mesra suami dengan wanita lain. Padahal setelah ditelusuri, ternyata  itu hanya fake chat alias bohongan yang dilakukan teman sang suami saat meminjam HP dengan tujuan ... iseng. Akibat hal sepele tersebut, pasangan suami istri yang sudah membina rumah tangga cukup lama dan sudah memiliki anak memutuskan untuk bercerai.

Contoh di atas memang hanya ilustrasi. Tapi kita semua toh tahu bahwa tidak sedikit pasangan suami istri yang bercerai hanya karena termakan isu. Menyesal kemudian setelah sadar bahwa suami/istrinya tidak bersalah tidak akan berarti apa-apa karena semua sudah terlambat.

Sahabat Ummi, di zaman serbamudah seperti sekarang ini, tidak hanya hal-hal atau kegiatan positif saja yang difasilitasi tapi juga hal-hal negatif. Dan, salah satu hal berdampak besar tsb adalah FITNAH.

Sebagai muslimah yang tangguh, tak seharusny kita mudah termakan hal yang belum tentu benar. Bila kita percaya, yang rugi diri sendiri. Tidak mau, kan?

Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membentengi diri dari fitnah dan juga agar tidak kemakan hasutan orang tidak bertanggung jawab adalah:

 

1. Tingkatkan komunikasi dengan pasangan

Salah satu hal yang membuat kita mudah kemakan omongan negatif orang adalah karena kurang komunikasi. That's why, selalu jalin komunikasi efektif dengan pasangan. Kesalahpahaman bisa terjadi karena dua hal: prasangka buruk dan kurangnya komunikasi. Jangan sampai itu terjadi agar celah tsb tidak dimasuki orang yang tidak bertanggung jawab.

 

2. Tidak semua hal yang kita dengar itu benar

Serius kita bisa menjamin bahwa semuaa yang kita dengar itu pasti benar? Bagaimana jika hanya asumsi dan persepsi saja? Ingat, opini dan fakta itu beda.

Opini Ibu A: "Ya Allah Mbak tadi aku lihat suamimu ngobrol ketawa-ketawa mesra banget dengan temen ceweknya,"

Opini Ibu B, C, D, dst bisa beda, tergantunf suasana hati masing-masing.

Fakta: sang suami ketemu temannya terus ketawa bareng karena si teman suami ngeledek "Ehh, Lo bisa juga akhirnya hamilin istri Lo," Nah

Opini Bapak X: "Kok bisa sih istri Lo jalan bareng cowok selain Lo."

Opini Bapak Y atau Z bisa saja beda.

Faktanya: itu kakak kandung sang istri dan bapak X enggak tahu

Nah, beda, kan.

 

3. Tidak semudah itu menuduh orang lain, harus ada saksi terpercaya dimana dua wanita setara dengan satu laki-laki. Emang gampang menuduh orang lain? Jelas enggak. Bahkan disebutkan bahwa janganlah kita berprasangka karena sebagian dari prasangka itu dosaa. Tidak semudah itu menuduh orang lain buruk.

 

4. Upgrade diri, jangan puas dengan "enggak ngerti apa-apa"

Saat ini banyak aplikasi aneh-aneh yang salah satuny bisa untuk memfitnah orang. Jika tidak kekinian, ya bisa kemakan fitnah. That's why belajar itu enggak ada batasannya. Jangan berpuas diri dengan ilmu yang dimiliki saat ini.

 

5. Jangan reaktif

Ketika menerima berita enggak jelas, sebaiknya jangan langsung ditanggapi. Analisis dan teliti dulu. Ya kalau benar, kalau salah? Ada pepatah mengatakan bahwa gosip akan berakhir pada orang bijak. Semoga kita termasuk yang bijak.

 

6. Berserah diri kepada Allah

Allah-lah sebaik-baik penolong dan pemberi petunjuk. Maka jangan sampai jauh dari-Nya.

Sahabat Ummi, menjadi muslimah tangguh bukan berarti secara fisik menyerupai laki-laki atau mengerjakan seluruh pekerjaan laki-laki. Bukaan. Menjadi muslimah tangguh salah satuny adalah menjadi sosok yang tidak mudah kemakan fitnah dan hasutan. Semangat.

 

 

Penulis:

Miyosi Ariefiansyah atau @miyosimiyo adalah istri, ibu, penulis, & pembelajar. Rumah mayanya di www.rumahmiyosi.com

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});