Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Motivasi
  4. /
  5. Menguak Misteri “Aku”

   Rubrik : Motivasi

Menguak Misteri “Aku”

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 223 Kali

Menguak Misteri “Aku”
Menguak Misteri “Aku”

Siapakah aku? Tak ada yang tahu dirimu sendiri, selain dirimu sendiri. Terkadang diri kita sendiri pun belum tahu siapakah sejatinya diri kita ini. Pertanyaan ini memang filosofis, namun fundamental sekali. Hakikat aku secara sederhana diinterpretasikan serupa sebagai jatidiri. Mereka yang telah mengetahui jatidirinyalah, yang telah mencapai puncak eksistensi keilahian.

Jatidiri ini teramat kompleks. Bukan sekadar kedirian, ruh, egosentris, kelemahan, kelebihan, nafsu, tao, atau apapun namanya. Semua yang telah didefinisikan manusia belumlah cukup untuk mengeksplorasi apa itu jatidiri. Sebab jatidiri ini serupa “percikan nur ilahi” yang membuat manusia itu disebut manusia.

Keakuan setiap orang berbeda dengan yang lainnya. Keakuan ini dapat menjelma egoisme, individualisme, empati, simpati, atau netral. Dalam makna negatif, keakuan ini sering direduksi maknanya sebagai kesombongan. Kesombongan itu hakikatnya adalah jubah Keagungan milik Allah. Hanya Dialah yang berhak memakai jubah kebesaran ini. Dalam makna positif, keakuan ini akan melebur menjadi kau, kami, kita, mereka. Mengandaikan seandainya diriku adalah dirimu, seolah diriku adalah sekelompok orang, atau diriku serupa mereka. Dari tafsiran inilah muncul terminologi simpati dan empati. Bagi pencari jalan ruhani, keakuan ini telah meniada. Sehingga dirinya telah kosong dari keakuan. Sehingga wajarlah bila, keakuan ini bersifat netral.

Bagaimana Anda menemukan jatidiri ini bergantung upaya lahir-batin Anda di dalam menempuh jalan ruhani dan menjauhi semua yang bersifat duniawi. Jatidiri manusia itu pada dasarnya suci, ia terkotori oleh nafsu, birahi, ambisi, keinginan, dan angkara murka. Salah satu upaya untuk membersihkannya dalah dengan menyedikitkan keinginan dan mengendalikan nafsu. Bagaimanapun juga, rahasia tentang ‘’aku’’ dan jatidiri ini senantiasa menarik untuk terus dikaji.

 

Dito Anurogo, dokter pembelajar filsafat, pencari jalan spiritual.

Foto ilustrasi : google

Yuk, jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan Dapat Majalah Ummi (free ongkir)
Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny
Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#No.HP#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});