Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Kesehatan
  4. /
  5. Mengenali Potensi Bipolar di Era Sosial Media Terutama pada Perempuan

   Rubrik : Kesehatan

Mengenali Potensi Bipolar di Era Sosial Media Terutama pada Perempuan

  Ditulis Oleh kurniawati_78 Dibaca 4809 Kali

Mengenali Potensi Bipolar di Era Sosial Media Terutama pada Perempuan
Mengenali Potensi Bipolar di Era Sosial Media Terutama pada Perempuan

Sahabat Ummi, perkembangan teknologi saat ini sangat berkembang pesat, ini akibat dari globalisasi terutama dalam bidang telekomunikasi terutama internet. Penggunaan internet terlebih perkembangan media sosial sangat mempengaruhi manusia pada umumnya di seluruh dunia, yang mencengangkan bahwa penggunaan media sosial yang di akses oleh dunia secara dominan usernya adalah di indonesia.

Era media sosial segala seuatu kegiatan, perilaku manusia di jadikan update dan terus diperbaharui. kita bahas dan telisik dari sudut pandang sisi psikologis penggunaan media sosial yang mempunyai potensi terhadap perilaku "bipolar". perilaku ini dapat timbul dari berbagai faktor salah satu di antaranya adalah faktor lingkungan. dan sumbangsih terbesar saat ini adalah media sosial, yang sering di akses oleh kaum perempuan.

Seperti kita ketahui bersama bahwa kaum perempuan seringkali menggunakan "perasaan" dalam setiap perilaku dan tindak lakunya. hal ini dapat dengan mudah menimbulkan disorder atau kelainan psikologis, kita simak bersama apa yang dimaksud dengan bipolar dan bagaimana cara mengatasinya, berikut paparannya ...

Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrim berupa mania dan depresi, karena itu istilah medis sebelumnya disebut dengan manic depressive.

Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti.

Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi, seseorang yang menderita gangguan bipolar memiliki ayunan perasaan (mood swings) yang ekstrim dengan pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Suatu ketika, seorang pengidap gangguan bipolar bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Saat suasana hatinya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri.

Gangguan bipolar saat ini sudah menjangkiti sekitar 10 hingga 12 persen remaja di beberapa kota di Indonesia. ini akibat dasri efek penggunaan media sosial berlebih atau dari faktor lingkungan.

Tanda gejala dari tahap gangguan bipolar adalah sebagai berikut:

1. Gembira berlebihan.

2. Mudah tersinggung sehingga mudah marah.
3. Merasa dirinya sangat penting.
4. Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain.
5. Penuh ide dan semangat baru.
6. Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya.
7. Mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengarnya.
8. Nafsu seksual meningkat.
9. Menyusun rencana yang tidak masuk akal.
10. Sangat aktif dan bergerak sangat cepat.
11. Berbicara sangat cepat sehingga sukar dimengerti apa yang dibicarakan.
12. Menghambur-hamburkan uang.
13. Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan.
14. Merasa sangat mengenal orang lain.
15. Mudah melempar kritik terhadap orang lain.
16. Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari.
17. Sulit tidur.
18. Merasa sangat bersemangat, seakan-akan satu hari tidak cukup 24 jam

 

Faktor pemicu munculnya penyakit yang melibatkan hubungan antarperseorangan atau peristiwa-peristiwa pencapaian tujuan (penghargaan) dalam hidup. Contoh dari hubungan perseorangan antara lain jatuh cinta, putus cinta, dan kematian sahabat. Sedangkan peristiwa pencapaian tujuan antara lain kegagalan untuk lulus sekolah dan dipecat dari pekerjaan.

Berikut ini cara-cara untuk membantu diri sendiri dalam penanganan gangguan bipolar:

1. Dapatkan pengetahuan tentang cara mengatasi gangguan dan hal-hal yang berkaitan dengan gangguan bipolar. Semakin banyak diketahui, semakin baik dalam membantu pemulihan sendiri dari gangguan ini.

2. Jauhkan stres dengan menjaga situasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup sehat, dan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, shalat malam (tahajjud) atau pernapasan dalam.

3. Mencari dukungan dengan memiliki seseorang yang untuk diminta bantuan dan dorongan. Cobalah bergabung dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan teman yang dipercaya.

4. Buatlah pilihan yang sehat. Pola tidur, makan, dan berolahraga dapat membantu menstabilkan suasana hati.

5. Menjaga jadwal tidur yang teratur sangatlah penting.

6. Pemantauan suasana hati secara mandiri dengan melacak gejala dan tanda-tanda ayunan suasana hati Anda berayun di luar kendali sehingga dapat menghentikan masalah sebelum dimulai.

So, semua penyakit berawal dari pikiran. Ketika penggunaan media sosial diluar koridor bijak maka pelibatan emosi dalam menanggapi hubungan antarpersonal melalui baik secara sosialita dan media sosial bisa berdampak dalam perubahan perilaku menuju "bipolar" .

Demikian  semoga bermanfaat ..

 

Profil Penulis:

Lia Kurniawati, S. Ikom, M. MPd.

Dosen ilmu komunikasi

Public Relation Manajer Lima Artha Pro

FB : Lia Kurniawati

 

 

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});