Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Kesehatan
  4. /
  5. Mengenal Si Lupus Penyakit Autoimun Yang Terabaikan

   Rubrik : Kesehatan

Mengenal Si Lupus Penyakit Autoimun Yang Terabaikan

  Ditulis Oleh Dwi Rukma Santy Dibaca 1794 Kali

Mengenal Si Lupus Penyakit Autoimun Yang Terabaikan
Mengenal Si Lupus Penyakit Autoimun Yang Terabaikan

Sahabat ummi, Setiap tanggal 10 Mei diperingati Hari Lupus Sedunia. Mungkin tidak banyak orang yang tahu tentang penyakit Lupus. Selain itu, media juga jarang sekali mengangkat penyakit lupus sebagai berita maupun informasi. Penyakit Lupus adalah suatu penyakit autoimun/peradangan kronis, dimana sistem imun tubuh menyerang organ dan jaringan tubuh. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat berefek pada berbagai sistem di dalam tubuh, antara lain sendi, kulit, ginjal, sel darah, jantung dan paru-paru.

Penyakit lupus menyerang hampir 90% perempuan. Di Indonesia jumlah penderita lupus yang tercatat sebagai anggota YLI (Yayasan Lupus Indonesia) sekitar >10.000 orang (Yayasan Lupus Indonesia, 2011).  Prevalensi penyakit inflamasi sistemik berdasar diagnosis tenaga kesehatan di Indonesia adalah 11,9%. Prevalensi tertinggi di Bali 19,3%, Aceh 18,3%, jawa barat 17,5% dan Papua 15,4% (Riskesdas, 2013). Penyakit Lupus dapat menyerang siapa saja, baik miskin maupun kaya.

Penyakit lupus mempunyai banyak gejala, oleh sebab itu sering disebut dengan “seribu wajah”. Hal tersebut dikarenakan lupus bisa menyerang bagian tubuh manapun, orang yang terkena lupus akan mengalami berbagai gejala. Banyak orang yang menderita lupus pada awalnya mengalami sakit kepala, nyeri otot, dan lainnya. Tapi, bedanya dengan penyakit lain adalah Odapus (orang dengan lupus) akan mengalami sakit yang dahsyat. Tapi ada juga gejala lain yang khas dari penyakit ini; ruam berbentuk kupu-kupu pada tulang hidung. Ruam ini menjadi tanda yang paling jelas, meskipun tidak semua orang yang terkena lupus punya tanda ini.

Lupus dapat menyerang beberapa sistem tubuh. Ini juga keunikan yang dimiliki penyakit autoimun. Meskipun begitu, ada beberapa bagian tubuh yang paling banyak diserang penyakit ini; peradangan pada jantung dan paru-paru. Selain itu ginjal juga sering jadi sasaran empuk untuk diserang penyakit ini. Lupus yang menyerang ginjal dinamakan dengan lupus nefritis, yang menyebabkan ginjal jadi meradang dan tidak bisa mencuci darahmu dengan baik. Ternyata, lupus juga bisa menyerang kulit. Sistem tubuh lainnya yang juga bisa diserang lupus adalah sistem saraf, sistem reproduksi, sistem muskuloskeletal, dan sistem pencernaan.

Penyebab utama Lupus sampai saat ini belum diketahui, namun beberapa faktor predisposisi dapat berperan dalam patogenesis terjadinya penyakit ini. Berikut ini beberapa faktor predisposisi yang berperan dalam timbulnya penyakit Lupus, yaitu :

 

  1. Faktor Genetik.

Berbagai   gen   dapat   berperan   dalam   respon   imun   abnormal   sehingga  timbul produk auto antibodi  yang berlebihan. Kecenderungan genetik  untuk   menderita lupus telah ditunjukkan oleh studi yang dilakukan pada anak kembar. Sekitar 2-5% anak kembar   dizigot   berisiko   menderita   lupus,   sementara   pada   kembar   monozigot,   risiko terjadinya lupus adalah 58%.

  1. Faktor Imunologi.

Pada lupus terdapat beberapa kelainan pada unsur-unsur sistem imun, yaitu: antigen dalam keadaan normal, kelainan intrinsik sel T dan sel B dan kelainan antibodi.

  1. Faktor Hormonal.

Peningkatan   hormon   dalam   tubuh   dapat   memicu   terjadinya   lupus. Beberapa studi menemukan korelasi antara peningkatan risiko lupus dan tingkat estrogen yang tinggi. Studi lain juga menunjukkan bahwa metabolisme estrogen yang abnormal dapat dipertimbangkan sebagai faktor resiko terjadinya lupus.

  1. Faktor Lingkungan.

Faktor lingkungan tersebut terdiri atas: Infeksi virus dan bakteri agen infeksius, paparan sinar ultra violet, stress dan obat-obatan.

 

 Sebagian besar pasien lupus harus menghindari sinar matahari. Ketika mereka terkena matahari mereka menjadi fotosensitif, yang menghasilkan ruam pada kulit, nyeri sendi, dan melemahnya tubuh. Mereka biasanya mengatasinya dengan menggunakan topi dan tabir surya. Beberapa bahan makanan ternyata justru dapat menjadi pemicu penyakit ini kambuh. Pasien lupus harus menghindari kecambah alfalfa karena mengandung jumlah asam amino l-canavanine, yang dapat memicu lupus. Beberapa dokter juga menyarankan pasien harus menghindari jamur dan bawang putih, yang telah memicu lupus pada beberapa pasien.

 

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});