Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Parenting
  4. /
  5. Membangkitkan Fitrah Seksualitas Pada Anak Bagian 2

   Rubrik : Parenting

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Pada Anak Bagian 2

  Ditulis Oleh dee_arif Dibaca 1535 Kali

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Pada Anak Bagian 2
Membangkitkan Fitrah Seksualitas Pada Anak Bagian 2

Pada artikel sebelumnya saya membahas tentang pentingnya membangkitkan fitrah seksualitas anak dan tujuan dari pendidikan fitrah seksualitas.

Maka kali kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara membangkitkan fitrah seksualitas pada anak.
Membangkitkan fitrah seksualitas anak bisa dimulai sejak mereka dilahirkan.
Pada framework pendidikan berbasih fitrah, membangkitkan fitrah seksualitas pada anak berbeda menurut tahap usia anak masing-masing.
Ada tiga tahapan usia anak yaitu tahap pra latih (0-2 tahun dan 3-6 tahun), tahap pre aqil baligh 1 ( 7-10 tahun) dan tahap pre aqil baligh 2 ( 11-14 tahun).

A. Tahap Pra Latih
* Usia 0-2 Tahun
Pada usia ini anak harus dekat dengan ibunya, karena terdapat proses menyusui.
Ibu menyusui anaknya.
Menyusui bukan sekedar memberi ASI.
Artinya ketika menyusui ibu memberikan perhatian secara penuh kepada anaknya.
Tidak melakukan aktifitas lainnya saat menyusui.

* Usia 3-6 tahun
Di usia ini anak harus dekat dengan kedua orangtuanya.
Sosok ayah dan ibu harus hadir agar anak memiliki keseimbangan emosional dan rasional.
Kedekatan kedua orangtua akan membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok laki-laki dan perempuan.
Dan pada akhirnya anak akan bisa menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya.

 

Baca Juga: Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak Bagian 1


Anak sudah bisa memastikan jenis seksualitasnya.
Mereka dengan mantap mengatakan  " saya perempuan " atau " saya laki-laki ".

B. Tahap Pre Aqil Baligh 1 (7-10 tahun)

Pada usia ini anak laki-laki lebih didekatkan kepada ayah.
Mengapa? Karena usia ini egosentris anak bergeser ke sosio sentris.
Ayah membimbing anak lelakinya untuk memahami peran sosialnya.

Caranya bisa mengajak anak untuk mengikuti shalat berjamaah di masjid.
Melakukan kegiatan pertukangan bersama.
Atau menghabiskan waktu di bengkel.

Selain itu, ayah juga menjelaskan tentang fungsi reproduksi yang dimiliknya.
Misalnya konsekuensi sperma bagi seorang laki-laki.

Begitupula sebaliknya, di usia ini anak perempuan lebih didekatkan pada ibunya.
Ibu membangkitkan peran keperempuanan dan keibuaan anak.

Misalnya memberi pengetahuan akan pentingnya ASI (Air Susu Ibu).
Agar kelak anak perempuan akan melaksanakan tugas menysuinya dengan baik.
Mengajarkan tentang pentingnya pendidikan bagi seorang ibu.
Seorang ibu haruslah terdidik, sebab ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya.
Melibatkan anak dalam mempersiapkan hidangan yang begizi bagi keluarga.

Dan ibu menjadi tempat pertama yang menjelaskan tentang konsekuensi adanya rahim bagi perempuan.

C. Tahap Pre Aqil Baligh 2 ( 11-14)
Usia ini adalah puncak perkembangan fitrah seksualitas.
Pada usia ini anak laki-laki akan mengalami mimpi basah, sedangkan anak perempuan akan mengalami menstruasi.
Mereka juga mulai memiliki ketertarikan pada lawan jenis.

Langkah pertama yang harus dilakukan orangtua dalam membangkitkan fitrah seksualitas pada usia ini adalah memberikan mereka kamar terpisah.

Di usia ini anak laki-laki harus lebih dekat pada ibunya.
Tujuannya, agar dia mampu memahami dan memperhatikan lawan jenisnya melalui kacamata perempuan.
Sehingga kelak dia akan tumbuh sebagai laki-laki yang bertanggungjawab dan penuh kasih sayang.

Anak perempuan pada usia ini harus lebih dekat dengan ayahnya.
Ayah menjadi cinta pertamanya.
Ayah menjadi sosok ideal dimatanya.
Menjadi tempat mencurahkan segala keluh kesah.
Kedekatan ini membuat anak perempuan bisa memahami bagaimana laki-laki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan sesuai persepsi laki-laki.

Pertanyaan kemudian adalah bagaimana setelah usia 14 tahun?
Pasca usia 14 tahun anak bukan lagi anak.
Mereka adalah individu yang setara.
Tugas orangtua sudah selesai di usia ini.
Sebab jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh.
Anak sudah bertanggungjawab pada dirinya sendiri.

Selamat mendidik dan membersamai ananda.
Bersabarlah karena kita hanya memiliki waktu selama 14 tahun.


Referensi :
Harry Santosa, Fitrah Based Education

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});