Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Quran
  4. /
  5. Makna In syaa Allah yang Sering Bergeser di Masyarakat

   Rubrik : Quran

Makna In syaa Allah yang Sering Bergeser di Masyarakat

  Ditulis Oleh djunis37 Dibaca 688 Kali

Makna In syaa Allah yang Sering Bergeser di Masyarakat
Makna In syaa Allah yang Sering Bergeser di Masyarakat

Sahabat Ummi... Sedih kadang-kadang kalo ada yang ngucapin In syaa Allah tapi sengaja untuk tidak ditepati. Seolah jika mengatakan demikian, tak ada lagi beban untuk tidak ditepati. Dan kemudian jadi banyak yg tidak percaya jika kata kata tersebut di ucapkan.

Ilustrasi percakapan...

"Jangan lupa ya Lan, besok sore ke rumahku syukuran si dedek." kata Ayu pada fulanah. Tentu dengan pengharapan si fulanah akan datang ke acaranya.

"In syaa Allah ya Yu. Kalo gak da halangan." jawab si fulan sambil lalu.

Ayu memandang sahabatnya dengan tatapan hilang harapan kedatangan si fulanah.

Kembali Ayu mengatakan hal yang sama, kali ini pada Kikan.
"Jangan lupa ya Kan, besok sore ke rumahku syukuran si dedek." kata Ayu pada Kikan. Tentu dengan pengharapan si Kikan akan datang ke acaranya.

"In syaa Alloa
Ada harapan, batin Ayu pada Kikan.

Dan seperti persangkaannya, keesokan harinya Fulan tak datang dan Kikanlah yang datang.

Sahabat, pernah atau seringkah kita mengucapkan In syaa Allah jika mendapatkan undangan atau ada acara tertentu? Pernahkah kita merasa tidak punya hutang untuk menepatinya?

Karna makna yang sesungguhnya dari In syaa Allah adalah janji kita/ kesungguhan kita pada Allah sebagai sandarannya.

Bukan seolah kalo kita tak datang maka Allah tidak berkehendak. Adakah kesungguhan kita ingin benar2 ingin menyanggupinya tapi terhalang oleh kehendak Allah ataukah kita malas memenuhinya dengan dalih Allah tidak menghendaki?

Tentu berbeda. Jika makna yang kedua kita gunakan tuk keseharian kita, maka kita sedang mempermainkan Allah.

Ingat peringatannya,

"Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.’ SQ. Al-Isra’: 34. ‘dan penuhilah janji Allah.’" (QS. Al-An’am: 152)

Dan Allah berfirman ketika menyanjung para hamba-Nya orang-orang mukmin,

"(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian." (QS Ar-Ra’du: 20)

Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alahi wa sallam bersabda,


مَنْ أَخْفَرَ مُسْلِمًا ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ، لاَ يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلا عَدْلٌ  ( رواه البخاري، رقم 1870 و مسلم، رقم  1370)



"Barangsiapa yang tidak menepati janji seorang muslim, maka dia mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan." (HR. Bukhari, 1870 dan Muslim, 1370)

Semoga bermanfaat.

Ilustrasi : Google

Referensi : Berbagai sumber

Penulis : Djuni Yadi. Ibu rumahtangga biasa yang memiliki 6 orang anak. Lulus jurusan Al Ahwal Al Saksiyah di Universitas swasta di Jogjakarta. Dekat dengan dunia anak-anak.Tergabung dalam KUM. Komunitas Ummi Menulis.Dapat di sapa via FB  DJUNI YADI atau WA 0812 67 411 019

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});