Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Quran
  4. /
  5. Ketika Motivasi Dakwah Kalah dari Uang

   Rubrik : Quran

Ketika Motivasi Dakwah Kalah dari Uang

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 1541 Kali

Ketika Motivasi Dakwah Kalah dari Uang
Ketika Motivasi Dakwah Kalah dari Uang
Sahabat Ummi, bukan hal aneh lagi saat ini, banyak da'i sekalipun yang tergelincir karena urusan dunia, terutama permasalahan uang. Ada kalanya kepentingan dakwah terkalahkan oleh motivasi uang. Mau mengisi acara dakwah, ada yang terlebih dahulu mempertimbangkan nominal amplop yang bisa diperoleh. Ada pula yang lebih mementingkan hal lain yang dianggap lebih seru dan menantang daripada seruan dakwah, yah tentunya yang menghasilkan nominal angka lebih banyak.

Jika memang kondisi finansial kita sangat buruk, sehingga tidak bisa tidak... harus mengutamakan upah uang terlebih dahulu dibandingkan yang lainnya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Akan tetapi, tidak sedikit da'i yang sudah cukup secara finansial, justru 'meninggalkan' dakwah dan mengutamakan uang dan gaya hidup tinggi. Bahkan tidak jarang pula men-cap apa yang sedang dilakukannya adalah dakwah itu sendiri, padahal belum tentu bermanfaat untuk umat, hanya memberi benefit pada segelintir orang saja.

“Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya”. (QS. Al Isra’: 84) 

Perlu disadari, oleh siapa pun yang telah memahami kewajibannya mengemban amanat dakwah, bahwa dunia yang saat ini sedang menyilaukan matanya, sesaat lagi akan pergi dan menghilang:

"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga diantara kamu serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridlaannya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS. Al Hadiid: 20)

Dan bahwasanya salah satu perkara yang dikhawatirkan oleh Rasulullah adalah hal tersebut, di mana kesenangan dunia dan perhiasannya dibukakan kepada umatnya:

"Sesungguhnya di antara perkara yang aku khawatirkan atas kalian setelahku adalah dibukakan kepadamu kesenangan dunia dan perhiasannya." (HR Bukhari dan Muslim).
 
Sahabat Ummi, semoga kita senantiasa mengutamakan dakwah, beramar ma'ruf nahi munkar, dengan segala yang kita miliki, bukan justru menggadaikan dakwah dan menjadikannya sebagai batu loncatan untuk memiliki segalanya.

“Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.(QS. At Taubah: 105)
 
 
 
 Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});