Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Motivasi
  4. /
  5. Kenali Tanda-Tanda Jiwa yang Sakit

   Rubrik : Motivasi

Kenali Tanda-Tanda Jiwa yang Sakit

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 7432 Kali

Kenali Tanda-Tanda Jiwa yang Sakit
Kenali Tanda-Tanda Jiwa yang Sakit
Sahabat Ummi, sakit fisik memang lebih mudah diidentifikasi dan disembuhkan dibandingkan dengan “sakit” jiwa. Kadang atau bahkan sering, penderitanya sendiri tidak menyadari bahwa dirinya, jiwanya, SAKIT. Bisa jadi karena memang tidak tahu, tapi bisa juga karena gengsi dan malu.
 
Lalu, apa saja tanda-tanda dari jiwa yang sakit? Menurut sebuah buku psikologi, Soul Detox, setidaknya ada LIMA ciri utama (bisa salah satu, beberapa, atau semuanya), yaitu:
 
    Insomnia
    Nafsu makan berkurang drastis
    Khawatir berlebihan, terutama ketika menghadapi masalah yang mirip-mirip atau serupa dengan hal yang membuat seseorang tersebut trauma
    Tidak bersemangat
    Malas bergaul atau antisosial
 
Jika kelima tanda-tanda tersebut poinnya adalah menutup diri/menarik diri ke dalam, maka ada juga yang berperilaku sebaliknya: bersikap agresif karena jiwanya marah, menjadi pelaku karena dulu yang bersangkutan pernah menjadi korban, dan menyakiti orang lain siapa pun itu karena dulu ia pernah disakiti.
 
Jadi, jika suatu saat kita bertemu dengan orang yang bicaranya kasar, suka “menyerang” tanpa sebab, dan marah tak beralasan, seharusnya dikasihani bukan sebaliknya. Hanya yang jiwanya terlukalah yang akan menyakiti. Kalau damai-damai aja mah ngapain nyari perkara. 
 
Seseorang boleh-boleh saja bilang “aku kuat” atau “ah, enggak ngefek” atau “cuma gitu aja” dan semacamnya, tapi perilaku tidak bisa bohong. Sedikit banyak, karakter, perilaku, dan respon seseorang dipengaruhi oleh kejadian-kejadian yang ia terima di masa lalu.
 
Kenapa seseorang mudah tersinggung? Bisa jadi, dulunya sering diremehkan.
 
Kenapa seseorang agresif dan ingin tampil, ingin sempurna semuanya? Bisa jadi, ia pernah mengalami peristiwa yang menyakitkan.
 
Kenapa seseorang tidak peduli, apatis, dan egois? Bisa jadi, dia dulu sering mengalami penolakan demi penolakan.
 
Kenapa seseorang bicara kasar? Bisa jadi, karena dia dulu sering dianggap lemah, jadi agar tidak lagi dipandang seperti itu ia berkata dan berbuat cenderung menyakiti orang lain. Agar tidak jadi korban lagi, ia harus jadi pelaku. Bisa jadi.
 
Kenapa seseorang enggan menikah? Bisa jadi karena ia tidak mau mengalami hal yang sama dengan orangtuanya.
 
Kenapa seseorang trauma memiliki anak di saat yang lain sedih belum juga memiliki momongan? Bisa jadi karena ia masih belum bisa menghilangkan traumanya sendiri dan takut jika itu sampai berulang ke anaknya nanti.
 
Pada dasarnya, semua manusia itu SAMA: terlahir SUCI tanpa noda sedikit pun. Peristiwa demi peristiwa yang kemudian membuat orang yang satu dengan yang lain menjadi tidak sama. 
 
Dan, tentu saja bukan untuk mencari pembenaran. Tapi, dengan mengetahui penyebab sakitnya, seseorang akan lebih mudah mencari obat untuk menyembuhkannya, jika ia mau. :)
 
 
***
 
Daftar Pustaka:
Murtie, Afin. 2014. Soul Detox. Yogyakarta: Scritto Books Publisher.
 
 
Penulis:
Miyosi Ariefiansyah (@miyosimiyo) adalah istri, ibu, penuli, & pembelajar. Blog pribadinya ada di www.rumahmiyosi.com

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});