Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Motivasi
  4. /
  5. Inilah Beberapa Kerugian Terlalu Vulgar Curhat di Media Sosial

   Rubrik : Motivasi

Inilah Beberapa Kerugian Terlalu Vulgar Curhat di Media Sosial

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 2364 Kali

Inilah Beberapa Kerugian Terlalu Vulgar Curhat di Media Sosial
Inilah Beberapa Kerugian Terlalu Vulgar Curhat di Media Sosial

Dulu, hanya orang-orang tertentu saja atau bahkan hanya diri sendiri (dan tentu saja Allah) yang mengetahui masalah pribadi orang per orang. Sekarang, luar biasa berbeda. Ketika zaman sudah berubah menjadi lebih terbuka, orang-orang sudah tidak malu lagi menceritakan kehidupan pribadinya mulai dari A sampai Z. Jika dulu hanya selebriti saja yang kehidupannya terekspos dan terpapar jelas dan itupun bukan karena si selebriti sengaja memberitakan melainkan wartawan yang mengejar-ngejar, maka sekarang sebaliknya.

Siapa pun bisa menjadi artis dalam waktu singkat. Tinggal posting saja hal-hal aneh yang sekiranya banyak mendapat perhatian cepat, lihat apa yang terjadi kemudian. Cukup banyak orang biasa yang menjadi terkenal setelah memposting sesuatu yang mengundang tanya misal posting menjelek-jelekkan suami/istri yang berbuat curang, posting makian/cacian, posting perbuatan asusila, dan hal serupa.

 

Baca juga: Curhat, Obat atau Racun Hati

 

"Virus" tersebut merambah dengan begitu cepat dan tidak pandang bulu. Tidak jarang, orang yang sebelum era media sosial dikenal pendiam dan menjaga diri tiba-tiba berubah menjadi sosok yang "liar" sejak adanya fasilitas bernama medsos. Posting hasil selfie setiap hari, posting hal-hal alay atau membuat orang lain merasa heran dan berkomentar "perasaan dia dulu diem deh", posting status genit, dan hal serupa yang semua "aib"  tersebut seolah terbungkus rapi sebelum ada media sosial adalah beberapa contohnya. 

Sebenarnya memang tidak salah media sosialnya, toh dia hanya benda mati. Tidak menutup mata juga banyak sekali yang diuntungkan dengan keberadaan media sosial. Ibu-ibu bisa bekerja dari rumah, pedagang online shop bermunculan, saudara yang berjauhan bisa tetap menjalin ukhuwah, dan hal-hal serupa yang dulu tidak bisa dilakukan sebelum adanya media sosial adalah beberapa manfaatnya. Tapi sayangnya, jika kita tidak berhati-hati, media sosial yang tadinya bisa bermanfaat bahkan menghasilkan bisa berubah jadi merugikan, terutama jika postingan kita hanya berisi kehidupan sangat pribadi yang sebenarnya tidak layak dikonsumsi publik. 

Dan. beberapa kerugian ketika kita terlalu bebas mengumbar masalah pribadi di medsos  adalah sebagai berikut:

1. Orang-orang yang sebenarnya tidak perlu tahu masalah yang kita hadapi jadi tahu

Apa pentingnya semua orang sedunia baik yang kita kenal maupun tidak mengetahui masalah pribadi yang sedang kita hadapi? Jika tujuannya hanya ingin "nyampah", kita bisa menyampaikan keluh kesah tsb kepada orang yang benar-benar kita percaya, dan bukan ke setiap orang yang kita "temui" yang tidak terlalu paham masalah yang sebenarnya

2. Masalah bukannya berkurang, malah berkembang

Pembaca biasanya akan berpendaat sesuai sudut pandang mereka masing-masing. Dan kadang-kadang, hal tersebut bukannya malah membuat masalah jadi mengecil, malah sebaliknya. 

Misal status kita, "lagi berantem sama suami, nih, beteee"

Tanggapannya bisa berbeda:

- ya udah, cerai aja, beres

- ngapain suami kayak gitu dipertahanin, cerai lebih baik

- makanya kalau jadi istri yang baik, kayak gue dong

- istri tuh harus bisa ngemong

- kayaknya lo mesti berguru sama gue deh, secara suami gue klepek-klepek gitu

Gimana? Malah jadi melebar ke mana-mana kan

3. Media sosial bukanlah dunia yang sebenarnya

Bilapun pasutri memposting hal-hal romantis bombastis yang bikin iri semuaa pasangan sedunia, toh yang tahu kehidupan sehari-harinya ya yang menjalani. Media sosial ibarat salah satu scene dalam film atau frame dalam foto. Orang lain alias pembaca hanya tahu yang manis-manis saja, tapi belum tentu tahu behind the scene-nya. Sejatinya, kebahagiaan sejati tidak membutuhkan pengakuan. Kebahagiaan sejati (meskipun bagi yang lain terlihat sepele dan sederhana) hanya akan bisa benar-benar dirasakan oleh yang mengalami.

4. Media sosial ibarat candu

Awalnya seseorang bisa saja malu-malu posting hal-hal pribadi. Tapi jika setiap hari dia melakukannya, lama-lama akan ketagihan dan akan merasa kurang jika sedetik saja tidak seperti itu.

5. Banyak kejahatan bermula dari media sosial

Seorang ibu muda mengeluh hidupnya hampa. Kemudian, datanglah "predator" bermulut manis atau berkedok laki-laki baik-baik. Padahal ternyata, si laki-laki tersebut memiliki niat sangat buruk. Semua itu sebenarnya bisa dicegah jika si ibu muda tidak berrsikap alay di media sosial. Tidak hanya kasus tersebut, banyak kasus lain yang intinya sama (yakni penulis status menjadi korban perbuatan tidak menyenangkan oleh pihak yang tidak dikenal)  hanya karena yang bersangkutan sering memposting hal-hal tidak pantas. Miris, kan.

6.Bertengkar dengan orang yang tidak terlalu kita kenal

Tidak terima dengan salah satu komen dari orang yang tidak terlalu dikenal di status yang dibuat, kemudian si pembuat status marah, yang dimarahi tidak terima, lalu berkembang dan berkembang jadi debat kusir adalah contohnya. Apa manfaatnya? Tidak ada, selain buang-buang waktu produktif.

Sahabat Ummi, media sosial bukanlah sesuatu yang harus dibenci tentu saja. Hanya saja, kita mesti bijak dalam menggunakannya. Jangan sampai sesuatu yang tadinya untuk memudahkan pekerjaan berubah jadi menyusahkan bahkan merugikan atau mengancam. So, think before you throw away your privacy on social media.

 

Profil:

Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo pemilik www(dot)rumahmiyosi(dot)com adalah seorang istri, ibu, penulis, dan pembelajar.

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});