Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Hadits
  4. /
  5. Bolehkah Mendapat Penghasilan dari Tanah Wakaf?

   Rubrik : Hadits

Bolehkah Mendapat Penghasilan dari Tanah Wakaf?

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 400 Kali

Bolehkah Mendapat Penghasilan dari Tanah Wakaf?
Bolehkah Mendapat Penghasilan dari Tanah Wakaf

Assalamu’alaikum Ustazah, saya mau tanya soal wakaf, bolehkah tanah wakaf dibuat bangunan pesantren atau tempat pemakaman umum, yang dari situ ahli waris si pewakaf mendapat penghasilan rutin dari hasil pemasukan lahan yang diwakafkan tersebut? Jika boleh seberapa besar mereka boleh terima? Jika tidak boleh, siapa yang berhak menerimanya? Terimakasih.

Mustika (30), Aceh Barat.

 

 Wa’alaikumussalam 

Secara bahasa kata wakaf berarti menahan atau berhenti. Sedangkan pengertian wakaf secara istilah syariahnya  berarti aset yang dialokasikan utuk kepentingan umat di mana substansi atau pokoknya ditahan dan tidak dikonsumsi, namun manfaatnya boleh dinikmati untuk kepentingan umum.

Dengan kata lain wakaf itu adalah menyedekahkan tanah atau benda-benda lain yang dapat dimanfaatkan oleh umat Islam tanpa merusak atau menghabiskan pokok (asal)-nya kepada seseorang atau suatu badan hukum agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umat Islam. Seperti mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, madrasah, pondok pesantren, asrama yatim piatu, tempat pemakaman dan sebagainya. 

Sebagaimana dikatakan oleh Sayyid Sabiq bahwa “Wakaf adalah menahan asal (pokok) dan mendermakan buah (hasil)-nya untuk sabilillah, yakni menahan harta dan mendayagunakan manfaatnya untuk sabilillah”.

Ada 2 bentuk wakaf:

1- Wakaf ‘alal aulad biasanya disebut wakaf ahli/dzurri yaitu wakaf yang ditujukan kepada orang-orang tertentu saja, seorang atau lebih, baik keluarga si wakif atau yang lainnya. Yang menikmati manfaat wakaf seperti ini terbatas hanya kepada orang-orang yang dituju saja, tidak memberikan manfaat bagi kesejahteraan umum.

2. Wakaf khairi (kebaikan) yang ditujukan untuk kepentingan umum. Seluruh masyarakat bisa memanfaatkannya, baik berupa jaminan sosial, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dll. Wakaf seperti inilah yang menjadi amal jariyah (mengalir) pahalanya bagi orang yang telah mewakafkan hartanya, baik berupa tanah, masjid yang didirikannya, rumah yang diperuntukkan bagi ibnu sabil (orang yang diperjalanan), sumur, dll yang dirasakan manfaatnya bagi orang banyak.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, dia berkata,’Umar telah mendapatkan sebidang tanah di Khaibar. Lalu dia menghadap Rasulullah saw untuk minta pertimbangan tentang tanah itu, maka ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mendapatkan sebidang tanah di Khaibar dan aku tidak mendapatkan harta yang lebih berharga bagiku selain darinya, maka apakah yang hendak engkau perintahkan kepadaku sehubungan dengan hal tersebut?” Lalu Rasulullah saw berkata kepadanya, “Jika engkau suka, tahanlah tanah itu dan sedekahkanlah manfaatnya” (HR Tirmizi). 

Umar pun menyedekahkan manfaatnya dengan syarat tanah itu tidak akan dijual, tidak diberikan dan tidak diwariskan. Tanah itu diwakafkan untuk orang-orang fakir, kaum kerabat, memerdekakan hamba sahaya, sabilillah, ibnus sabil. Bagi orang yang mengurusi tanah tersebut diperbolehkan memakan sebagian hasilnya dengan cara yang makruf tanpa merasa menjadi hak milik.

Dari penjelasan di atas, maka pertanyaan anda sudah terjawab, bahwa boleh saja dibangun di atas tanah wakaf pesantren atau makam, bahkan tanah wakaf yang terletak di kawasan strategis pun dapat dimanfaatkan hasilnya secara produktif jika dibuat lahan bisnis seperti apartemen, rumah sakit dan gedung perkantoran dan keuntungannya disalurkan untuk kesejahteraan umat.

Ahli waris si pewakaf tidak dibenarkan mendapat penghasilan rutin dari hasil pemasukan lahan yang diwakafkan tersebut untuk kepentingan pribadi, kecuali kadar yang paling sedikit sebagai pihak yang telah mengurus lahan wakaf tersebut. Wallahu a’lam

 

Sumber: Majalah Ummi

Fiqih Wanita 11-XXIX November 2017                        

Herlini Amran, MA


Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});