Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Finance
  4. /
  5. Bijak Memperlakukan THR dan Bonus Tahunan

   Rubrik : Finance

Bijak Memperlakukan THR dan Bonus Tahunan

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 1053 Kali

Bijak Memperlakukan THR dan Bonus Tahunan
Bijak Memperlakukan THR dan Bonus Tahunan

      Bonus dan THR akan kita dapatkan setelah kita menjadi pegawai tetap di sebuah instansi atau perusahaan. Bonus tahunan dan THR adalah pendapatan yang akan kita terima di luar gaji tetap. Manajemen pengalokasian THR dan bonus tahunan pun harus kita lakukan agar tidak menguap begitu saja. Untuk apa THR dan bonus tahunan? Tentu saja jawabannya akan berbeda-beda pada setiap individu.

 

THR

Kita mendapat THR sesaat sebelum hari raya. Jumlah THR biasanya sama dengan satu kali. Namun, ada juga yang tidak demikian. Untuk apa saja THR tersebut? Umumnya, THR memang dipergunakan untuk keperluan di hari raya, seperti mudik, memberi uang saku pada saudara, membeli bingkisan lebaran, pakaian, serta hal tidak biasa lainnya. Oleh karena THR adalah “pos tidak biasa” maka alokasinya pun juga untuk hal-hal yang bersifat “luar biasa”. Dan, hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengelola THR adalah:

a)      Meningkatkan porsi untuk infak

b)      Mengalokasikan untuk mudik dan keperluan hari raya dengan porsi yang tidak terlalu berlebihan

c)      Alokasikan untuk dana cadangan

Bisa dibilang, kita boleh melonggarkan ikat pinggang sejenak menjelang hari raya. Asalkan tidak berlebihan. Semua itu kita lakukan sebagai bentuk rasa syukur  dan untuk membahagiakan orang-orang yang ada di sekitar kita. Ingatlah, membahagiakan orang-orang di sekitar kita akan melapangkan rezeki untuk kita.

 

Bonus tahunan

Bonus tahunan biasanya diberikan pada akhir tahun. Jumlahnya lebih besar daripada THR. Bonus tahunan juga merupakan “pos luar biasa” yang dialokasikan untuk hal-hal yang juga tidak biasa. Adapun hal-hal yang harus kita perhatikan saat mendapatkan bonus tahunan adalah:

a)      Segera lunasi utang bila kita memiliki utang.

b)      Bila kita tidak memiliki utang, kita bisa menambah alokasi untuk investasi. Oleh karena kita masih single tentu investasi yang dapat kita lakukan akan lebih besar.

c)      Simpan untuk membiayai planning kita, misalnya kita memiliki rencana untuk: menikah, DP rumah, atau sekolah lagi.

d)     Segera alokasikan dan jangan ditunda-tunda agar kita tidak merasa bahwa uang yang kita miliki sangat banyak sehingga mengurangi kehati-hatian kita.

 

e)      Jangan lupa untuk memperbesar infak

 


Referensi:

Ariefiansyah, Miyosi. 2012. Cash Flow Management untuk Awam dan Pemula. Jakarta: Laskar Aksara.

Ariefiansyah, Miyosi. 2012. Hartamu Hartaku Hartaku Punya Siapa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

Penulis:


Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo pemilik www(dot)rumahmiyosi(dot)com ini adalah seorang istri, ibu, penulis, dan pembelajar.

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});