Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Hadits
  4. /
  5. Bersihkan Hati Dengan Istighfar dan Optimisme

   Rubrik : Hadits

Bersihkan Hati Dengan Istighfar dan Optimisme

  Ditulis Oleh Husni Mubarok Dibaca 3310 Kali

Bersihkan Hati Dengan Istighfar dan Optimisme
Bersihkan Hati Dengan Istighfar dan Optimisme

Di tengah perjalanan mengarungi padang pasir, Rasulullah bersama para sahabat berhenti sejenak. “Cari dan kumpulkan ranting-ranting kayu.”ujar Rasulullah kepada para sahabat.

Para sahabat tentu merasa heran, bagaimana mungkin mengumpulkan reranting kayu di tengah padang pasir.”Kalau mencari kayu ranting disini tentu tidak ada ya Rasulullah,”sahut salah satu di antara mereka.

“Cari dan kumpulkan ranting kayu.”Rasulullah kembali mengulang perintahnya.

“Bagaimana mungkin akan kita kumpulkan ranting kayu di padang pasir ini. Padahal pohonnya saja tidak tumbuh di sini.”

“Cari dan kumpulkan ranting kayu.” Lagi-lagi Rasulullah saw mengulang perintahnya.

Para sahabat pun mengais-ngais pasir ke sana kemari. Ada satu dua yang ditemukan dan dikumpulkan. Tampaknya angin menerbangkan reranting itu dari tempat yang jauh. setelah beberapa waktu mencari, ternyata ranting kayu bisa terkumpul banyak. Tak disangka.

“Wahai sahabat, berkumpulah kemari.”Seru Rasulullah memanggil.

Para sahabat pun berkumpul mendekat dan siap mendengar intruksi atau apa pun itu yang dikatakan dan diperintahkan Rasulullah.

“Seperti inilah dosa-dosamu setiap hari. Sepertinya terlihat tidak ada, padahal kelak di hadapan Allah swt ternyata terkumpul banyak.

Para sahabat terhenyak. Kini mereka paham maksud perintah Rasulullah tersebut.

 

Baca juga: Inilah Istighfar yang Paling Utama

 

Ada dua pelajaran yang bisa kita ambil dari riwayat tersebut.

Yang pertama, hendaknya kita harus selalu hati-hati terhadap dosa. Oleh karena itu, siapa pun kita, harus selalu berishtighfar dan memohon ampun kepada Allah terhadap dosa-dosa yang telah kita lakukan. Baik dosa yang kita sadari atau dosa yang tidak kita sadari.

Sahabat, kadang kita merasa bersih dari dosa dan merasa cukup dengan ibadah-ibadah yang telah kita lakukan. Tapi siapa yang tahu ada dosa yang tersembunyi yang tidak kita sadari, atau ada dosa yang terlewat dari taubat.

Atau mungkin kita merasa bahwa selama dosa-dosa besar tidak kita lakukan, maka dosa kecil akan mudah terhapus dengan amalan-amalan kita. tapi siapa yang tahu jika ternyata dosa-dosa kecil yang kita ‘dawamkan’ menumpuk sehingga menjadi dosa yang besar di hadapan Allah. Ya, seperti reranting kayu yang dikumpulkan para sahabat setelah mengais-ngais pasir, sebagaimana disebutkan tadi.

Pelajaran lain yang dapat kita tangkap, hendaknya kita jangan berkeluh kesah sebelum mencoba sesuatu yang seharusnya kita kerjakan. Mungkin saja kita melihat itu sulit, itu mustahil, itu tidak mungkin dilakukan karena berbagai alasan yang melatar belakanginya.

Kita berkeluh kesah, tapi belum mencobanya. Cobalah untuk memulai, barulah berkomentar dan mengambil kesimpulan. Jika memang sulit, alangkah lebih baiknya kembali memulai atau mengakali kenapa bisa sulit? Apa yang harus dilakukan sehingga berhasil.

Oleh karena itu, hendaknya kita selalu optimis dan yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita mencobanya.

Hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha, begitu kata pepatah. Karena sejatinya, hukum sebab akibat itu ada. Kegagalan dan keberhasilan itu tergantung dari ikhtiar, tekad, kesabaran dan keyakinan. Tentunya dibarengi dengan ketawakalan kepada Allah.

Demikian. Semoga bermanfaat

 

Foto ilustrasi: google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});