Menyesali Masa Lalu

07 Juni 2010 | Dibaca : 3501 Kali | Rubrik : Dunia Wanita
Sample Image Assalamu’alaikum, Bu Herlini, saya punya masa lalu yang kelam dan saya menyesal sekali. Dulu saya pernah merantau ke negara lain dan saya berjumpa dengan seorang laki-laki di sana. Awalnya hubungan kami biasa saja, namun semakin lama semakin akrab. Bahkan suatu kali kami nyaris melakukan hubungan suami istri, walau akhirnya tak sampai terjadi. Astaghfirullah… Sampai sekarang saya terus merasa menyesal, apalagi sekarang saya rutin mengikuti pengajian. Akibat perbuatan saya di masa lalu, saya cemas kalau saya kelak tidak akan mendapatkan suami yang shalih. Saya tahu Allah menjanjikan laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik, dan perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik. Mohon nasihat dari Ibu agar saya tidak terus resah begini dan bagaimana caranya agar saya bisa mendapatkan jodoh yang baik. Wassalamu’alaikum.   Lina, via e-mail   Jawaban Lina yang dirahmati Allah, bentuk penyesalan atas dosa dan maksiat yang pernah kita lakukan merupakan bentuk tobat kepada Allah swt. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima Tobat. Ampunan-Nya maha luas tanpa batas sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Imran: 133, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” Bahkan dalam QS Az-Zumar: 53 lebih dijelaskan lagi tentang ampunan Allah dan rahmat-Nya bagi orang yang bertobat, "Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’’” Kecuali bagi orang yang menyekutukan Allah, dosanya tidak akan diampuni apabila ia belum sempat bertobat semasa hidupnya. Dalam QS An-Nisa’: 116, Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” Rasulullah saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Hurairah ra, "Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertobat, niscaya Allah swt akan memberikan tobat kepada kalian." Jadi Nanda Lina, selama seorang hamba menyesali dirinya dari perbuatan dosa yang pernah ia lakukan dan kemudian ia berjanji tidak akan pernah mengulanginya kembali,lalu mengganti hari-harinya dengan amal kebaikan, semoga Allah ampuni semua dosa dan kemaksiatan yang pernah dilakukan, insya Allah. Memang benar kalau Allah telah menjanjikan laki-laki yang baik-baik untuk perempuan yang baik-baik. Justru karena itulah Nanda tidak perlu cemas dan berkecil hati, jadikan diri Nanda sebagai wanita shalihah, insya Allah kelak akan mendapatkan pasangan yang shalih. Untuk itu semua memang perlu ikhtiar. Manusia diperintahkan Allah untuk berusaha. Sebagaimana rezeki yang telah Allah tetapkan bagi setiap makhluk-Nya yang hanya akan didapat setelah ada usaha untuk meraihnya, begitu pula dengan jodoh. Untuk mendapatkan jodoh pun, perlu ada usaha untuk memperolehnya. Ummi pernah membahas usaha mencari jodoh ini, silakan buka kembali Ummi edisi lalu. Ketika kemudian setelah menikah ternyata pasangan hidup berubah—misalnya pada awal pernikahan amat shalih, tapi dalam perjalanan pernikahan ternyata berubah dan  melakukan aneka kemaksiatan—maka ini adalah bentuk takdir Allah yang tidak bisa manusia prediksikan sejak awal. Hati manusia memang diciptakan Allah mudah terbolak-balik, mudah terpengaruh dengan lingkungan dan keadaan. Maka sudah menjadi kewajiban manusia untuk berdoa memohon pada Allah agar dapat istiqamah sehingga rumah tangga yang terbentuk ini merupakan rumah tangga dunia akhirat     Mandi dengan Air Doa   Bu Herlini, beberapa waktu lalu saya mengikuti tes kerja. Tanpa saya tahu, Ibu saya berkonsultasi dengan seorang laki-laki yang menurutnya shalih karena tidak pernah ketinggalan shaum sunah dan menjaga wudhu. Tujuannya untuk membantu mendoakan saya agar diberi kelancaran. Laki-laki itu juga memberikan sebotol air yang sudah didoakan serta minyak wangi asihan yang harus saya pakai mandi untuk memperlancar tes saya. Terus terang saya tidak percaya, tapi untuk menyenangkan Ibu, saya meminum airnya dan sebagian saya gunakan untuk mandi. Saya pikir cuma air saja, lagi pula saya tidak percaya. Sedangkan minyak wanginya saya biarkan. Bagaimana hukumnya, Bu, apakah tindakan saya itu termasuk syirik? Lalu, apakah yang saya lakukan untuk menyenangkan Ibu juga dikatakan salah?   Wida Mirawati, Cianjur   Jawaban Hal-hal seperti ini tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Apabila seorang hamba berhajat membutuhkan pertolongan dan bantuan Allah, maka cukuplah baginya berdoa pada Allah dan mendekatkan diri dengan mengamalkan ibadah-ibadah yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw seperti shalat tahajud, shaum sunnah dan sebagainya. Firman Allah dalam QS Al-Baqarah:186, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” Apabila ada perintah orangtua yang bertentangan dengan ajaran Allah, maka tidak layak mematuhi perintah tersebut. Walau demikian, seorang anak tetap harus berbakti pada orangtua. Firman Allah dalam QS Luqman: 15, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” Jadi untuk menyenangkan hati orangtua tidak perlu dengan melakukan sesuatu yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw.   Herlini Amran
Artikel ini bermanfaat berbagi dengan sahabat Anda

Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (whatsapp)
Berlangganan WEB MAJALAH UMMI masukkan email Anda, lalu kllik Subscribe



Komentar Anda


Redaksi Ummi-Online.com
Jl. Mede No 42 Utan Kayu Jakarta Timur. Email: majalah_ummi[at]yahoo.com