Asuransi atau Investasi?

Selasa, 18 Desember 2012 WIB |
938 kali | Kategori: Keuangan


Bagaimana sebenarnya keuntungan dari mengikuti asuransi, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan sebagainya? Apa pula kerugiannya? Lebih baik mana, mengikuti asuransi atau uang diinvestasikan saja?

 

Arik, via sms

 

Jawaban

Asuransi pada dasarnya adalah proses manajemen risiko. Yaitu upaya kita untuk mengelola risiko supaya jika terjadi musibah tertentu, maka akibatnya bisa diminimalisir dengan menanggung bersama kerugian yang ditimbulkan.

Misalnya, ketika sakit dan perlu biaya berobat, maka dengan asuransi kita akan mendapatkan santunan untuk meringankan beban. Begitu juga asuransi jiwa, untuk mengurangi risiko bagi keluarga yang ditinggalkan agar bisa hidup mandiri meski ditinggal pergi oleh pencari nafkah.

Dari sudut pandang ini, maka keuntungan dari ikut asuransi adalah ketenangan batin bahwa masa depan keuangan lebih terjamin dengan adanya sistem penanggungan risiko bersama dalam program asuransi. Apa pun yang terjadi, sudah ada dana yang disiapkan. Bukan keuntungan materi, tapi lebih pada ketenangan batin yang sulit diukur dengan nominal.

Dalam perkembangannya, asuransi kemudian ditambahi dengan unsur investasi juga. Ini artinya, selain premi yang dibayar khusus untuk asuransi, kita juga membayar setoran investasi secara rutin yang digabungkan dengan pembayaran premi.

Kalau investasinya bisa kita bandingkan dengan investasi di luar asuransi. Tapi yang namanya investasi itu luas sekali. Investasi pada asuransi saja bisa banyak sekali jenisnya. Ada yang menggunakan sistem bagi hasil dengan risiko minimal seperti pada asuransi pendidikan. Dan ada juga investasi unit link yang punya variasi investasi yang bermacam-macam pula, mulai dari yang risiko rendah sampai yang risiko tinggi.

Kalau mau berinvestasi sendiri, tentu saja hasilnya bisa lebih tinggi dan bisa lebih rendah juga, tergantung produk investasi apa yang dipilih. Yang namanya investasi, tidak ada kepastian. Tapi saya tetap sarankan untuk tetap punya asuransi murni untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.

Tapi kalau berinvestasi melalui asuransi, juga tidak ada salahnya. Asalkan kita perhatikan betul asuransi apa saja yang diperlukan, dan berapa uang pertanggungannya yang layak. Karena percuma saja ikut asuransi kalau tidak sesuai kebutuhannya.

 

 


Redaksi Ummi-Online.com.
Jl. Mede No 42 Utan Kayu Jakarta Timur. Email: majalah_ummi[at]yahoo.com
Kontak Kami | Info Berlangganan | Info Iklan | Daftar Agen | Facebook | Twitter