Jerawat di Kulit Kepala

Selasa, 11 Desember 2012 WIB |
12691 kali | Kategori: Kecantikan


Assalamu’alaikum

Dok, kenapa pada kulit kepala saya banyak benjolan kecil seperti jerawat? Rasanya juga sakit. Apakah itu sebenarnya? Bagaimana menghilangkannya?

Wassalamu’alaikum

 

Dwi,via sms

 

Jawaban

Dwi yang disayangi Allah, kebanyakan kita memang jarang memperhatikan kulit kepala secara khusus. Padahal kulit kepala juga harus dirawat seperti halnya kulit di bagian tubuh lainnya, bukan hanya rambut di kepala.

Ada beberapa kemungkinan masalah kulit kepala yang Dwi alami, antara lain:

  • Eksim kulit kepala (dermatitis seboroik). Adalah penyakit kulit yang sering kambuh, diturunkan secara genetik dari orangtua atau kakek-nenek. Akan kambuh bila lelah, stres, banyak mengonsumsi makanan berlemak, berkeringat banyak, atau memakai sampo yang tidak cocok. Untuk menghilangkannya, sebaiknya hindari faktor yang disebutkan tadi, dan bila parah atau kambuh terus dianjurkan untuk berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin.
  • Bisul (folikulitis). Merupakan radang akar rambut yang disebabkan oleh bakteri. Seperti bisul pada umumnya, memang akan terasa sakit kalau disentuh. Penyebabnya adalah kulit kepala yang kurang bersih atau tidak cocok dengan produk perawatan rambut yang dipakai. Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan mengoleskan salep atau krim antibiotik.
  • Jerawat. Sama seperti yang ada pada kulit wajah. Tapi biasanya jerawat yang ada di kulit kepala adalah akibat alergi terhadap obat yang diminum, misalnya anti radang golongan kortikosteroid yang dikonsumsi jangka panjang. Bisa pula disebabkan karena minum obat antibiotika tertentu, juga dikonsumsi dalam waktu lama. Jerawat jenis ini disebut erupsi akneiformis, umumnya disertai jerawat di punggung, dada, lengan atas. Ciri khas dari jerawat ini adalah ia akan timbul setelah minum obat. Untuk mengobatinya, kita harus menghentikan konsumsi obat penyebab tersebut. Bila tidak kunjung sembuh, temui dokter.
  • Alergi/iritasi produk perawatan rambut. Berbagai macam bahan kimia yang kontak dengan kulit kepala bisa menjadi penyebabnya, yaitu dari sampo, kondisioner, cat rambut, tonik rambut, serum rambut, minyak rambut, gel rambut, dan sebagainya.
  • Merupakan gejala dari penyakit dalam tubuh, yaitu penyakit kencing manis (diabetes melitus). Kadar gula darah yang tinggi pada kulit menyebabkan bakteri berkembang biak dan menyebabkan radang. Pengobatan untuk masalah kulit kepada jenis ini yaitu dengan mengobati terlebih dahulu penyakit kencing manis tersebut sehingga kadar gula normal kembali.
  • Kulit kepala yang kurang bersih dan kurang ventilasi. Terjadi pada para pemakai helm tertutup yang terus menerus, juga pada para pemakai jilbab yang menggunakan ciput yang menutupi seluruh kepala dengan bahan yang tidak menyerap keringat. Cara mengatasinya, untuk pemakai helm, sebaiknya punya dua helm yang dipakai secara bergantian. Jika sedang memakai salah satu helm, helm yang lain bisa diangin-anginkan. Untuk para pemakai jilbab, dianjurkan sekali untuk memperhatikan cara pemakaian jilbab yang baik. Masalah tersebut sudah cukup sering dibahas dalam rubrik ini. Terutama sekali, pilihlah bahan ciput dan jilbab dari katun, dan jangan menutup rambut ketika rambut masih dalam keadaan basah.

Kalau Dwi masih bingung termasuk yang mana penyakit kulit yang Dwi derita sekarang ini, sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat. 

 


Redaksi Ummi-Online.com.
Jl. Mede No 42 Utan Kayu Jakarta Timur. Email: majalah_ummi[at]yahoo.com
Kontak Kami | Info Berlangganan | Info Iklan | Daftar Agen | Facebook | Twitter