Bagaimana Membagi Warisan Suami?

Selasa, 02 Oktober 2012 WIB |
4283 kali | Kategori: Fikih Wanita


Assalamu'alaikum

Ustadzah Herlini, suami saya sudah meninggal. Selain saya dan dua anak (laki-laki dan perempuan), adakah orang lain yang berhak dengan warisan almarhum suami? Sebagai informasi, ibunya masih hidup dan saudaranya delapan orang (enam lelaki dan dua perempuan). Terima kasih.

Wassalamu'alaikum

NINIT, KARAWANG

 

 

Wa'alaikumussalam

Ibu Ninit yang baik, kami turut berduka cita, semoga Allah swt menempatkan almarhum dalam naungan ridha-Nya dan mengampuni kesalahannya semasa hidup.

Sebelum membagi harta warisan suami, pastikan Ibu sudah melakukan hal berikut:

  1. Membayar semua pengeluaran yang terkait dengan almarhum sebelum wafat (biaya rumah sakit apabila ia sakit) dan setelahnya, seperti kain kafan, proses penguburan, dan lain-lain.
  2. Membayarkan semua utang almarhum.
  3. Menunaikan wasiat (bila almarhum berwasiat), misalnya wasiat akan mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid. Wasiat hanya diperkenankan maksimal sepertiga dari harta kekayaan almarhum.

 

Setelah semua itu dilakukan, barulah harta warisan dibagi sesuai ketentuan syariat Islam, seperti terurai dalam QS An-Nisa’ [4]: 11 dan 12.

“Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Dan untuk kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam.

(Pembagian-pembagian tersebut di atas) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya. (Tentang) orangtuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.

Dan bagianmu (suami-suami) adalah seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka (istri-istrimu) itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah (dipenuhi) wasiat yang mereka buat atau (dan setelah dibayar) utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) utang-utangmu.

Jika seseorang meninggal, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu) atau seorang saudara perempuan (seibu), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersama-sama dalam bagian yang sepertiga itu, setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya dengan tidak menyusahkan (kepada ahli waris). Demikianlah ketentuan Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.

           

Dari penjelasan ayat di atas, yang berhak mendapat harta warisan adalah ibu almarhum, istri, dan anak-anak almarhum. Adapun saudara-saudara almarhum tidak mendapatkannya karena terhalang oleh anak-anaknya almarhum.

Ibu almarhum mendapatkan seperenam dari harta warisan, sedangkan istri mendapatkan seperdelapan, dan sisanya diberikan kepada anak. Karena anak hanya dua, maka anak lelaki mendapat dua bagian lebih banyak daripada anak perempuan.

 

Tabel Pembagian Warisan

 

Syarat

Suami  (bila istri wafat)

Istri  (bila suami wafat)

Anak Laki-laki

Anak Perempuan

Ibu

Bapak

Saudara Seibu

Ada anak

1/4

1/8

2

1

1/6

1/6

 

Tanpa anak

1/2

1/4

 

 

1/3

 

 

Seluruh anak adalah perempuan, jumlahnya lebih dari dua

 

 

 

2/3

 

 

 

Anak hanya satu; perempuan

 

 

 

1/2

 

 

 

Tanpa anak dan ayah, tapi ada seorang saudara seibu (laki-laki atau perempuan)

 

 

 

 

 

 

1/6

Tanpa anak dan ayah, anak, tapi ada saudara seibu lebih dari seorang

 

 

 

 

 

 

1/3

 


Redaksi Ummi-Online.com.
Jl. Mede No 42 Utan Kayu Jakarta Timur. Email: majalah_ummi[at]yahoo.com
Kontak Kami | Info Berlangganan | Info Iklan | Daftar Agen | Facebook | Twitter