Selasa, 26 Januari 2010 WIB
|
2305 kali
| Kategori: Konsultasi Pangan

Mengonsumsi daging dan ikan mentah seperti masakan Jepang itu apakah halal? Apa pengaruhnya bagi kesehatan?
Titis, via SMS
Jawaban
Daging dan ikan mentah merupakan bahan yang halal dikonsumsi. Bahan yang halal, boleh dikonsumsi baik dalam keadaan mentah maupun matang. Namun konsumsi daging dan ikan mentah perlu memperhatikan tingkat kebersihan dan kesegaran bahan makanan tersebut. Untuk menghindari terjadinya keracunan, harus dipastikan daging dan ikan mentah tersebut keadaannya bersih (tidak tercemar mikroba atau bahan berbahaya) dan masih segar.
Air Berkaporit
Apakah mengonsumsi air berkaporit yang sudah dimasak sampai mendidih bisa berbahaya bagi kesehatan?
Nurpiati, via SMS
Jawaban
Kaporit biasa digunakan dalam proses penjernihan air. Kaporit (kalsium hipoklorit) adalah senyawa kimia yang memiliki rumus kimia CaCl(OCl). Kaporit bersifat desinfektan dan oksidator. Bahan kimia ini digunakan untuk membunuh mikroba yang ada dalam air dan untuk menjernihkan air. Dalam air minum, residu kaporit (dalam bentuk klor) dibatasi maksimum 5 ppm. Dalam proses yang normal, residu klor dalam air minum di bawah 5 ppm. Adanya residu kaporit dapat dideteksi dari adanya bau kaporit. Residu atau bau kaporit (gas klor) bersifat mudah menguap sehingga air minum yang dimasak sampai mendidih berkurang kadar kaporitnya. Mengonsumsi air berkaporit yang sudah dimasak sampai mendidih dengan residu klor kurang dari 5 ppm tidak berbahaya bagi kesehatan.
Keripik Buah
Sekarang banyak diproduksi keripik buah. Lalu bagaimana gizi yang dikandung buah yang sudah dibuat keripik itu? Apakah masih ada vitaminnya?
Eko, via SMS
Jawaban
Keripik buah dibuat melalui proses penggorengan vakum pada suhu 80-90oC selama 40-60 menit. Proses pengolahan ini merusak vitamin yang ada pada buah terutama vitamin yang tidak tahan panas seperti vitamin C. Dengan demikian keripik buah mengandung vitamin C lebih sedikit dibandingkan dengan buah segarnya. Selain itu perlu diketahui bahwa keripik buah mengandung minyak goreng yang relatif tinggi (sekitar 20 persen).
Makanan Presto
Pak Sugiyono, apakah ada perbedaan kandungan gizi antara makanan yang dimasak dengan cara dipresto dengan yang dimasak biasa? Mohon penjelasannya.
Wid, via SMS
Jawaban
Pemasakan dengan cara presto menyebabkan kerusakan zat gizi, terutama vitamin, yang lebih besar dibandingkan dengan pemasakan biasa, karena pemasakan presto menggunakan suhu tinggi dan tekanan tinggi. Komponen mineral, protein, karbohidrat dan lemak sebenarnya tidak banyak mengalami kerusakan ditinjau dari segi gizi.
Jadi, perbedaan kandungan gizi antara makanan yang dimasak dengan cara presto dan biasa terutama pada kadar vitamin. Makanan yang dimasak dengan cara presto mengandung vitamin lebih sedikit dibandingkan dengan makanan yang dimasak biasa.