Berbahayakah Tanda Putih Di Bawah Mata?

Selasa, 04 September 2012 WIB |
5485 kali | Kategori: Kecantikan


Assalamu’alaikum  

Dok, nenek, bibi dan dua kakak saya memiliki tanda putih seperti timbunan lemak di bawah mata mereka. Berbahayakah itu dan apa penyebabnya? Bagaimana mengobatinya< Dok?

Wassalamu’alaikum

 

Yunus, via SMS

 

 

  Ada dua kemungkinan dalam kasus ini, yaitu:

 

  1. Kemungkinan pertama adalah syringoma, yang merupakan gejala pembesaran kelenjar keringat. Warnanya putih keperakan. Biasanya timbul di sekitar bawah mata, tapi bisa juga di seluruh wajah. Ini adalah faktor genetik/keturunan. Jika kita berkeringat, maka butiran keringat keluar begitu saja. Tapi bagi yang mempunyai bakat penyakit ini, jika berkeringat, maka kelenjar keringat di bawah kulit akan membesar sehingga terlihat dari luar seperti ada yang menebal. Syringoma dapat diatasi dengan bedah listrik (electro surgery) atau dengan laser CO2 yang dilakukan oleh dokter spesialis kulit. Pembedahannya tidak boleh terlalu dalam karena akan menimbulkan keloid. Cara ini dilakukan berulang-ulang karena syringoma bisa timbul kembali. Rentang waktu dari pengobatan sampai kambuh lagi tergantung dari aktivitas kelenjar keringatnya. Untuk menipiskan syringoma yang timbul di seluruh wajah dapat juga diatasi dengan chemical peeling. Biasanya, bila telah dilakukan tindakan pengobatan tersebut, pasien akan diberi antikeringat (antiperspiran) yang bisa menutup pori-pori sehingga tidak berkeringat untuk sementara waktu, pada tempat yang dioleskan. Tapi jika produksi keringatnya banyak, antiperspiran bisa terdorong keluar dan terbuang. Walau begitu, penggunaan anti perspiran ini cukup baik untuk mencegah kekambuhan. Anti perspiran yang digunakan tidak boleh harum karena digunakan di daerah dekat mata dan digunakan setiap hari.
  2. Kemungkinan kedua adalah xanthelasma yang timbul akibat penumpukan lemak. Bentuknya datar melebar dan bisa berbentuk elips dengan warna putih kekuningan. Terletak di sekitar bawah kulit mata yang cenderung sangat tipis sehingga terlihat dari permukaan kulit. Biasanya terjadi pada orangtua. Juga pada orang yang terdapat kelainan profil lemak, maksudnya terdapat kadar abnormal (tinggi) lemak dalam darah. Tindakan pengobatan bisa melakui pembedahan dengan pisau, atau dengan bedah listrik, bisa juga dengan chemical peeling dosis tinggi. Cara ini harus dilakukan dengan hati-hati karena sangat berbahaya. Karena itulah mesti dilakukan oleh dokter spesialis kulit. Jika penanganan tidak tepat, jaringan kulit bisa rusak. Pembedahan yang terlalu dalam bisa menyebabkan kerusakan otot.

 

Kedua jenis gangguan ini tidak berbahaya, namun memang belum ditemukan obat penghilang permanennya. Pada kebanyakan perempuan, kehadiran syringoma dan xanthelasma sangat menganggu. Tampilan wajah terlihat tidak bersih. Apalagi jika letaknya dekat dengan mata sehingga menyerupai kotoran mata.

Untuk menghindar dari dua jenis gangguan kulit tersebut, jika kita punya bakat (keturunan) maka harus cepat-cepat diobati, lalu pakai antiperspiran. Kalau berkeringat, cepat dikeringkan. Biasanya xanthelasma mulai muncul pada umur 45 tahun ke atas. Tapi, sekarang banyak yang baru berumur 30 tahun sudah terdapat xanthelasma, yang disebabkan kadar kolestrol tinggi.

Oleh karena itu, penting sekali untuk memeriksakan kadar lemak dalam darah dan kurangi konsumsi lemak. Selain itu konsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang agar tidak kambuh dalam jangka waktu yang lebih lama.

 

 


Redaksi Ummi-Online.com.
Jl. Mede No 42 Utan Kayu Jakarta Timur. Email: majalah_ummi[at]yahoo.com
Kontak Kami | Info Berlangganan | Info Iklan | Daftar Agen | Facebook | Twitter