Kosmetik Herbal Sudah Pasti Aman?

Minggu, 15 Juli 2012 WIB |
1316 kali | Kategori: Kecantikan


Dok, saya melihat di Facebook, ada seseorang yang menawarkan krim walet untuk wajah. Katanya krim itu mengandung herbal alami yang bisa membuat kulit wajah putih mulus dan awet muda dalam waktu 3 minggu. Benarkah demikian?

Wati, via e-mail

 

Khusus untuk Muslimah, saat ini memang banyak ditawarkan krim yang diklaim mengandung bahan alami atau herbal. Saya tegaskan bahwa produk yang sudah dikemas itu tidak mungkin 100 persen herbal, karena pasti ada bahan pencampurnya.

Misalnya, kalau berbentuk sabun tentu akan dicampur parafin. Begitu juga yang berbentuk krim. Pasti akan menggunakan bahan kimia hingga bisa menjadi krim. Jadi, jangan cepat percaya dan tergiur dengan klaim kosmetik herbal.

Perhatikan juga hasilnya. Hasil maksimal dari krim pemutih adalah warna putihnya sama dengan bagian kulit payudara atau warna kulit lengan bagian dalam. Jika hasilnya lebih putih dari bagian itu, apalagi dalam waktu cepat (2 – 4 minggu), maka artinya krim itu mengandung bahan yang mematikan melanin, seperti bahan merkuri atau hidrokinon.

Melanin dibutuhkan tubuh, terutama di lapisan kulit, untuk menyaring dan memantulkan sinar ultraviolet dan berbagai polusi yang ada di sekitar kita. Orang-orang yang tinggal di daerah tropis tubuhnya memproduksi lebih banyak melanin untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari atau sinar ultraviolet yang memang lebih terik dibanding daerah lain. Karena itu, kulit orang di daerah tropis lebih gelap atau kecokelatan dibanding orang di daerah dingin.

Nah, jika melanin rusak atau hilang karena penggunaan krim yang mengandung merkuri atau hidrokinon tadi, maka sinar matahari akan langsung masuk ke dalam kulit dan lama kelamaan bisa bermutasi menjadi kanker kulit.

Sebenarnya, melanin boleh dikurangi tapi jangan sampai berlebihan. Samakan saja warnanya dengan kulit payudara dan lengan atas bagian dalam bagian dalam yang menjadi patokan kita itu. Kekurangan melanin, selain akan menimbulkan kanker, juga membuat kulit lebih cepat berkerut. Sebab, kolagen yang terletak di bawah kulit ari terkena sinar matahari langsung tanpa pelindung lagi.

Untuk diketahui, kulit putih itu cenderung sensitif karena sedikit memiliki melanin. Jangan terobsesi ingin memiliki kulit putih. Apa yang diberikan Allah, itulah yang terbaik dan sesuai dengan keadaan tempat tinggal kita.

Kulit putih yang didapat dari perawatan yang tidak benar, lama kelamaan bisa menyebabkan kulit tipis, sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah yang terlihat kemerahan. Itu artinya, zat berbahaya telah dimasukkan ke dalam kulit.

Salah satu krim berbahaya lainnya adalah yang mengandung stereoid yang mirip dengan hormon. Bahan ini tak hanya dapat menghambat pembentukkan melanin, tapi juga menipiskan kulit.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat melakukan pemeriksaan pada salah satu krim yang diklaim herbal ke laboratorium kesehatan daerah. Hasil tes menunjukkan krim itu ternyata memang mengandung merkuri. Setelah itu banyak korban yang datang kepada saya dan mengaku sudah beberapa lama memakai kosmetik yang dikenal dari herbal tersebut. Saat ini memang banyak pasien saya yang berobat karena efek pemakaian kosmetik yang diklaim herbal.

Reaksi tiap orang pada kosmetik yang dibilang herbal memang berbeda-beda. Ada yang bilang cocok—menurut saya itu bukan cocok, cuma belum keluar reaksinya saja. Sebagian lagi ada yang sudah satu bulan pakai, akhirnya timbul jerawat besar-besar.

Pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, akibat penggunaan krim yang mengandung merkuria akan timbul flek yang susah sekali dihilangkan. Kandungan merkuri yang termasuk logam berat itu memang paling berbahaya.

Maka, sebelum membeli kosmetika apa pun, cek produk terlebih dahulu. Yang pertama adalah lihat izin dari Badan POM. Izin ini harus ada. Untuk lebih jelas, cek lagi di internet karena izin itu sering juga dipalsukan. Lalu cek tanggal kedaluarsa produk.

Sekali lagi, jangan salah mengartikan konsep kecantikan. Cantik itu sehat, bukan cantik itu putih. 


Redaksi Ummi-Online.com.
Jl. Mede No 42 Utan Kayu Jakarta Timur. Email: majalah_ummi[at]yahoo.com
Kontak Kami | Info Berlangganan | Info Iklan | Daftar Agen | Facebook | Twitter