Mengatasi Gatal-gatal di Area V

Senin, 02 Juli 2012 WIB |
50692 kali | Kategori: Kecantikan


Assalamu’alaikum

Dok, bagaimana mengatasi gatal-gatal di vagina bagian luar? Apakah air rebusan daun sirih bisa mengatasinya?

Wassalamu’alaikum

Sri, via SMS

 

Sri, yang pertama harus kita lakukan adalah mencari penyebab gatal di daerah V tersebut. Umumnya ada tiga penyebab rasa gatal, yaitu:

1.     Jamur. Biasanya muncul karena area V yang lembap.

2.     Eksim. Selain di bagian tubuh lain, eksim bisa muncul di dinding luar kemaluan. Pencetusnya bisa karena stres.

3. Iritasi. Bisa timbul karena pemakaian produk yang mengandung pewangi dan berwarna, seperti  pewangi pada pembalut atau pewangi pakaian.

Dari ketiga penyebab tersebut, kebanyakan penyebab gatal di daerah V adalah karena lembap. Kelembapan di daerah ini, antara lain, disebabkab bahan celana atau pakaian yang digunakan tidak menyerap keringat, seperti, bahan sintetis, lycra, dan lain-lain.

Untuk mengatasinya, kita bisa menggunakan krim untuk ruam popok bayi yang dijual bebas di pasaran. Biasanya krim itu mengandung zinc. Oleskan krim itu di daerah yang gatal. Ingat, jangan bubuhkan bedak atau obat jamur yang keras, ya. Bila setelah penggunaan krim selama beberapa hari tidak membaik juga, sebaiknya periksakan ke dokter. Bisa jadi gatal-gatal tersebut karena eksim atau iritasi.

Sebagai pengetahuan, bila gatal disebabkan jamur akan ditandai dengan warna kulit yang merah, bahkan merah sekali, di daerah V tersebut. Juga ditandai dengan rasa basah, perih atau panas. Kalau disebabkan eksim, maka kulitnya menebal, sedikit merah, tapi gatal sekali—biasanya pada waktu malam. Bila kulitnya merah-merah, tidak basah, dan ada titik-titiknya, itu kemungkinan gatal karena iritasi

Tindakan lainnya kalau memang sering gatal di daerah V adalah pertama, segera hentikan pemakaian pewangi pakaian. Kedua, jangan memakai pembalut atau pantyliner yang wangi, termasuk pembalut yang katanya dari herbal dan wangi itu. Kemudian, saat mandi sebaiknya gunakan sabun bayi yang paling tidak wangi.

Pemakaian pantyliner juga harus diperhatikan. Usahakan jangan menggunakannya setiap hari. Gunakan hanya saat keputihan sedang banyak-banyaknya. Segera ganti pantyliner jika sudah ada gumpalan di atasnya.   

Penggunaan air rebusan daun sirih untuk mengatasi gatal-gatal ini pun tidak boleh sembarangan, tergantung penyebabnya. Bila penyebabnya karena jamur, air rebusan daun sirih ini memang bisa membantu. Namun, kalau disebabkan karena iritasi lalu diberi air daun sirih, gatalnya akan tambah menjadi.

Berdasarkan pengalaman saya, gatal-gatal di vagina bagian luar ini bisa merembet ke area lainnya, seperti selangkangan dan dubur. Saya sendiri banyak menemukan kasus-kasus seperti ini.

Oleh karena itu, perhatikanlah kebersihan daerah V, misalnya dengan mencukur rambut kemaluan secara rutin. Saat mencukurnya, perhatikan kebersihan alat cukur atau guntingnya. Alat yang tidak bersih bisa menjadi penyebab rasa gatal pula. Selain itu gunakan celana yang bahannya menyerap keringat dan tidak ketat. Sehabis membasuh kemaluan, ingatlah untuk selalu mengeringkannya sebelum memakai celana.             


Redaksi Ummi-Online.com.
Jl. Mede No 42 Utan Kayu Jakarta Timur. Email: majalah_ummi[at]yahoo.com
Kontak Kami | Info Berlangganan | Info Iklan | Daftar Agen | Facebook | Twitter