Senin, 07 Maret 2011 WIB
|
3897 kali
| Kategori: Konsultasi Pangan
Pak Sugiyono, anak saya yang berusia 3 tahun suka sekali minum teh manis. Apa dampaknya bagi kesehatan anak?
Lisda, via SMS
Jawaban
Banyak penelitian menunjukkan bahwa teh memiliki manfaat bagi kesehatan, di antaranya mencegah kanker, menurunkan kolesterol darah, menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), mencegah kerusakan gigi, mengatasi diabetes, mencegah osteoporosis (tulang keropos) dan obesitas (kegemukan). Para peneliti mengatakan, manfaat teh ditimbulkan dari kandungan katekin (tergolong senyawa polifenol) pada teh yang berfungsi sebagai antioksidan.
Meski demikian, teh juga mengandung tannin dan kafein. Tannin diketahui dapat menghambat penyerapan mineral besi. Hal ini menyebabkan risiko anemia (kekurangan zat besi) pada anak-anak maupun dewasa. Bagi balita, kebutuhan mendapatkan asupan zat gizi jauh lebih penting dibandingkan dengan manfaat kesehatan yang mungkin dapat diperoleh dari teh. Kafein juga tidak baik bagi balita.
Oleh karena itu, sebaiknya balita tidak dibiasakan mengonsumsi teh apalagi teh manis. Kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman yang manis pada balita meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi dan diabetes.
Minum Teh saat Makan, Bolehkah?
Benarkah minum teh setelah makan bisa mengurangi penyerapan nutrisi oleh tubuh?
Siti, via SMS
Jawaban
Salah satu komponen penting yang terkandung dalam teh adalah tannin. Tannin, yang menimbulkan rasa agak sepat, dapat mengikat mineral besi dari makanan sehingga mineral besi tersebut tidak diserap oleh tubuh. Kekurangan mineral besi dapat menyebabkan anemia.
itulah yang menjadi alasan mengapa minum teh pada saat atau setelah makan tidak dianjurkan. Dampak dari interaksi teh dengan zat besi ini bergantung pada status konsumsi mineral besi dan karakteristik individu.