Hak Waris Cucu Perempuan

Senin, 07 Maret 2011 WIB |
3290 kali | Kategori: Fikih Wanita


Assalamualaikum

Bu Herlini, saya ingin bertanya seputar hak waris. Seorang laki-laki meninggal dan punya empat anak, terdiri dari tiga anak laki-laki dan satu perempuan. Salah seorang anak laki-lakinya telah lama meninggal (mendahului ayahnya) dan meninggalkan dua anak perempuan. Lantas, bagaimana cara membagi warisannya? Apakah kedua cucu perempuan itu berhak atas warisan meski ayah mereka sudah meninggal terlebih dahulu daripada kakek mereka?

Wassalamu’alaikum

 

Siti Khotimah, Kebumen

 

          Islam sebagai ajaran sempurna telah mengatur harta dari orang yang telah meninggal agar tidak terjadi pertengkaran dan perebutan harta di antara keluarga serta anak keturunannya di kemudian hari. Rincian pembagian harta warisan tersebut termaktub di dalam Al-Qur'an dan hadits. Yakni, surat An-Nisaa [4] ayat 7 – 14.

           Salah satu syarat bagi orang yang akan mendapat warisan (calon ahli waris) adalah masih hidup. Artinya, orang yang telah meninggal lebih dulu maka dia tidak mendapatkan harta warisan. Justru hartanyalah yang akan diwariskan kepada orang yang masih hidup.

           Jadi, ketika seorang anak lebih dahulu meninggal dari bapaknya maka bapaknya mendapatkan warisan dari anaknya yang telah meninggal tersebut sebanyak seperenam dari harta peninggalannya.

          Ketika bapaknya wafat maka hartanya dapat diwariskan kepada ibunya (istrinya bapak) sebesar seperdelapan. Sisanya, diberikan kepada anak-anaknya. Sedangkan cucu tidak mendapatkan harta warisan karena ia terhalang (mahjub, red) oleh anak-anak si bapak tersebut. Ini artinya, yang berhak mendapatkan harta warisan adalah istri, seperdelapan bagian, sisanya di bagikan kepada anak-anaknya yang masih hidup, yakni dua anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Dengan pembagian anak laki-laki mendapatkan dua kali lebih banyak dari anak perempuan.

          Tentu, kedua cucu perempuan tersebut bisa mendapatkan bagian dari harta warisan dengan jalan sedekah. Yaitu, ahli warisnya menyedekahkan bagian dari harta warisan yang telah mereka peroleh kepada cucu/anak perempuan saudara mereka yang sudah meninggal. Perbuatan ini—walaupun tidak diwajibkan—merupakan perbuatan terpuji karena Islam sangat memuliakan orang yang mengasihi anak yatim. Terlebih, anak tersebut dari saudara mereka sendiri.

          Lainnya, dengan jalan wasiat. Jadi, ketika bapak mereka masih hidup, beliau mewasiatkan harta warisannya untuk diberikan kepada cucu perempuannya. Islam telah menentukan besaran harta untuk wasiat itu, yakni tidak boleh melebihi sepertiga dari jumlah seluruh harta warisan. Rasulullah saw bersabda : “Boleh berwasiat dengan sepertiga, namun sepertiga itu pun sudah banyak. Sesungguhnya apabila engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya adalah lebih baik dari pada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan papa (miskin) yang hanya mengulurkan tangan kepada orang lain” (HR Bukhari-Muslim).

 

 

 


Hak Waris Jika Orangtua Bercerai

 

          Ibu Herlini yang saya hormati. Saya adalah putri tunggal dari pasangan suami-istri yang telah lama bercerai (mereka bercerai sejak saya berusia lima tahun). Saya dibesarkan oleh seorang ibu pekerja keras dan alhamdulillah mampu membiayai pendidikan saya hingga sarjana.

          Ibu saya tidak menikah lagi sejak bercerai dengan ayah. Selama ini hidup kami pas-pasan. Ayah saya jarang membantu biaya pendidikan saya. Terlebih, sejak beliau menikah lagi dan dikaruniai anak. Pertanyaan saya, apakah seorang anak akan mendapatkan warisan dari harta ayahnya walaupun ayahnya sudah berpisah dengan ibunya? Lalu, bagaimana pembagiannya? Perlu diketahui, beberapa waktu lalu istri dari ayah saya tersebut meninggal dunia. Almarhumah juga memiliki harta yang banyak.

Demikian pertanyaan saya. Terimakasih.


Ike Solihah, Sumbagut


          Ika yang solehah, hubungan antara seorang anak dengan kedua orangtuanya tidak akan pernah terputus. Hubungan nasab ini abadi sepanjang masa. Suami
-istri bisa saja bercerai tetapi orangtua tidak dapat dipisahkan dengan anaknya. Masing-masing terikat dengan hak dan tanggung jawab. Ada hukum yang berlaku di antara mereka dan telah diatur dalam Islam seperti hukum waris, wali dan lain-lain.

          Seorang anak berhak mendapat warisan dari harta orangtuanya ketika mereka sudah meninggal. Begitu juga dengan Ike. Ada hak dari harta ayah kandung Ike untuk diwariskan ketika beliau meninggal.

          Pembagian dari harta peninggalan istri ayah yang telah wafat tersebut tentu saja di wariskan kepada putri kandung semata wayangnya. Ia mendapat bagian separuh dari harta ibunya sesuai firman Allah swt dalam QS An-Nisaa [4] ayat 11. Sementara untuk suami (ayah Ike) mendapat seperempat dari harta istrinya sesuai firman Allah swt QS An-Nisaa [4] ayat 12.

          Nah, Ike dan saudari se-ayah tersebut mendapat bagian warisannya apabila ayah meninggal, yakni duapertiga dari harta yang ayah miliki ditambah seperempat harta ayah yang diperoleh dari peninggalan istrinya yang telah wafat. Jatah duapertiga tersebut dibagi dua. Jadi, masing-masing putri ayah mendapat sepertiga sesuai yang tertulis dalam QS An-Nisaa [4] ayat 11.


Redaksi Ummi-Online.com.
Jl. Mede No 42 Utan Kayu Jakarta Timur. Email: majalah_ummi[at]yahoo.com
Kontak Kami | Info Berlangganan | Info Iklan | Daftar Agen | Facebook | Twitter