Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Pasutri
  4. /
  5. Berikut Ini Hal-Hal yang Membuat Kondisi Makin Runyam ketika Bertengkar dengan Pasangan

   Rubrik : Pasutri

Berikut Ini Hal-Hal yang Membuat Kondisi Makin Runyam ketika Bertengkar dengan Pasangan

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 7825 Kali

Berikut Ini Hal-Hal yang Membuat Kondisi Makin Runyam ketika Bertengkar dengan Pasangan
Berikut Ini Hal-Hal yang Membuat Kondisi Makin Runyam ketika Bertengkar dengan Pasangan

Sahabat Ummi, setiap pasangan suami istri pasti pernah terlibat pertengkaran atau perdebatan. Namanya hubungan dua manusia yang isi kepalanya beda, pasti friksi itu pernah terjadi.

Kadang, pertengkaran kecil saja bisa jadi besar bahkan sampai bercerai jika masing-masing tidak bisa mengendalikan diri. Sayangnya hal tersebut tidak disadari.

Biasanya, orang yang sedang terlibat pertengkaran akan menganggap bahwa dialah yang paling teraniaya, dialah yang harus menang, dialah yang paling tahu, & beragam sikap yang  sifatnya egosentris. Alhasil, bukannya solusi yang ingin dicapai melainkan siapa yang menang. 

Sikap-sikap apa saja yang membuat kondisi makin runyam saat terlibat pertengkaran?

 

1. Saling bicara, saling berteriak, tidak ada yang mau mendengarkan, semuanya merasa paling benar

"Kamu, sih!"

"Ya kamu itu. Tadinya kan aku enggak gini,"

"Kamu mestinya seperti ini!"

"Kamu ya. Dasar!!"

Dst

Semuanya ingin bicara, tidak ada yang mau mendengarkan. Semuanya ingin berteriak dan membentak untuk melampiaskan kekesalan, bukan mencari solusi. 

 

2. Cerita ke pihak ketiga

Cerita  ke pihak luar jika diri merasa tidak mampu lagi memendam mungkin melegakan, apalagi jika pihak ketigany tsb amanah dan baik. Tapi bagaimana jika sebaliknya? Bagaimana jika kita hanya dipanas-panasi saja? Pertimbangkan dulu sebelum cerita.

 

3. Tidak membiarkan diri dan pasangan untuk tenang dan berpikir dengan kepala dingin

Ada kalanya pasangan suami istri yang sedang bertengkar perlu menenangkan diri sejenak, salah satunya misal dengan mengaji. Mungkin setelahnya bisa tenang.

Maka, sikap ingin urusan cepat selesai dan tidak memberikan kesempatan pada diri sendiri dan juga pasangan untuk berkontemplasi bukanlah sikap yang bijak. Segera selesai belum tentu baik. Ada kalanya kita butuh menenangkan diri dulu untuk memadamkan api di jiwa.

 

4. Mengingat mantan, bahkan membandingkan

Jelas-jelas ini akan sangat memperburuk kondisi. Membandingkan keburukan pasangan dengan kelebihan mantan (entah itu hanya sekadar mantan orang yang dulu pernah naksir) hanya akan mengotori hati. Belum tentu juga orang yang kita anggap lebih baik akan bersikap lebih baik jika berada di posisi yang sama dengan pasangan kita.

 

5. Memendam dan mendendam

Jika bersikap frontal itu berpotensi saling menyakiti, maka memendam & mendendam pun sama. Dua hal itu ibarat bom waktu yang sekalinya meledak akan sangat menghancurkan.

 

6. Melibatkan media sosial

Berantem dikit, posting di medsos. Heloww, kita bukan anak kecil lagi karena sudah menikah. Apa iya etis mengumbar masalah dapur ke publik? Kita bisa jawab sendiri. Lebih-lebih orang-orang di medsos kadang tidak terlalu kita kenal dan bisa berkomentar seenaknya yang bukannya membantu malah sebaliknya.

 

7. Lari dari masalah

Selingkuh adalah contoh nyata lari dari masalah, sikap kekanak-kanakan. Kenapa tidak diakhiri atau diselesaikan dulu kalau memang benar-benar sudah tidak cocok. Kenapa harus melibatkan orang ketiga?

 

8. Merasa jadi korban

"Dari dulu emang aku selalu salah,"

"Aku cuma apa sih, pantesan diginiin,"

STOP

Bersikap sebagai korban tidak ada untungnya sama seperti bersikap frontal. Dua-duanya tidak akan menyelesaikan masalah.

 

Bagaimana, Sahabat Ummi?

Semoga dengan tahu hal-hal yang bikin runyam, kita bisa melakukan tindakan preventif.

 

Penulis:

Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo adalah istri, ibu, penulis, & pembelajar. Rumah mayanya di www.rumahmiyosi.com

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});