Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Finance
  4. /
  5. Benarkah Ada Rumah Syariah Tanpa Bank di Indonesia?

   Rubrik : Finance

Benarkah Ada Rumah Syariah Tanpa Bank di Indonesia?

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 2607 Kali

Benarkah Ada Rumah Syariah Tanpa Bank di Indonesia?
Benarkah Ada Rumah Syariah Tanpa Bank di Indonesia
Sahabat Ummi, banyak yang mengartikan pembelian rumah syariah sama dengan KPR Bank Syariah. Padahal konsepnya sangat berbeda.
 
KPR Bank Syariah mirip dengan KPR Bank Konvensional di mana pembeli rumah mencicil pembayaran ke pihak bank, padahal yang menjual rumah tersebut adalah developer. Sehingga transaksinya antara 3 pihak, yakni pembeli, developer dan bank.
 
Alurnya: Pembeli memesan rumah ke Developer dan membayar sejumlah Uang Muka, lalu sisa hutang atau disebut plafon diteruskan oleh pihak Bankdengan Pembeli.
 
Perhatikanlah, apakah ada transaksi antara Developer dengan Bank?
seharusnya jika akad Syariah maka pihak Bankmembeli terlebih dahulu barang kepada Developer, sehingga barang sepenuhnya milik Bank, tetapi pada peraturan Bank Indonesiatercantum bahwa bank tidak bisa membeli asset seperti membeli barang dari Developer.
 
Berbeda dengan rumah syariah, jelas bahwa Developersebagai pemilik barang, menjual kepada Pembeli, dimana Cicilan atau disebut plafon itu dilakukan langsung antara Developer dengan Pembeljuga, sehingga pada skema ini tidak ada pihakBANK. 
 
Kalaupun ada, bank hanya digunakan sebagai perantara transaksi, yakni menggunakan jasa ATMnya untuk mengirim uang. Dan jasa ATM ini tidak mengandung riba.
 
Lantas, benarkah di Indonesia ada perumahan syariah yang benar-benar penjualannya tanpa campur tangan bank? 
 
Tentu saja ada meskipun belum banyak. Ciri-ciri rumah syariah ini adalah tidak adanya BI Checking, yakni pengecekan dari pihak Bank Indonesia. Lalu tidak adanya penyitaan rumah jika pembeli tidak mampu membayar cicilan.
 
Berbeda dengan konsep konvensional yang mengenal penyitaan rumah jika pembeli tak sanggup mencicil selama beberapa bulan. Uang yang telah dicicil selama ini akan dianggap hangus dan pembeli harus keluar dari rumah tersebut 

Pada Rumah Syariah apabila kesulitan keuangan terjadi, maka diberikan waktu diskusi dan pertemuan serta membantu menganalisis masalah tersebut untuk dicarikan solusi terbaik.

Beberapa solusi bisa muncul, seperti :
1. Take Over sementara kepada keluarga
2. Menjaminkan barang lain yang bisa menutupi
3. Developer membantu menjual rumah tersebut, dengan catatan developer memberikan kelebihan pembayaran yang selama ini sudah dicicil pembeli.
 
Satu hal lagi yang tidak ditemukan pada rumah syariah adalah tidak adanya denda jika terlambat membayar cicilan rumah.
 
Bagaimana Sahabat Ummi, tertarik untuk membeli rumah syariah?
 
 
Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});