Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Fikih Wanita
  4. /
  5. Belum Shalat Terlanjur Haidh, Apakah Harus Qodho?

   Rubrik : Fikih Wanita

Belum Shalat Terlanjur Haidh, Apakah Harus Qodho?

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 598 Kali

Belum Shalat Terlanjur Haidh, Apakah Harus Qodho?
Belum Shalat Terlanjur Haidh, Apakah Harus Qodho

Assalamu’alaikum Ustazah. Bagaimana hukumnya jika haidh datang tapi kita belum menunaikan shalat? Mungkin karena baru sesaat azan lalu keluar haidh atau tertunda shalat karena ada kesibukan, apakah shalatnya harus diqadha? Jika iya bagaimana caranya, misal  jika bersih pada saat yang berbeda dengan waktu shalat yang terhutang tersebut apakah harus saat itu juga ditunaikan? Terimakasih atas penjelasannya.

Ainul (36), Jember. 

Wa’alaikumussalam

Dalam Fiqih Islam Wa Adillatuhu, Prof DR Wahbah Az Zuhaili menjelaskan pendapat ulama fiqih tentang masuknya waktu shalat kemudian datang uzur yang menyebabkan tidak bisa dilaksanakan kewajiban shalat, seperti misalnya tiba-tiba gila, pingsan, atau tiba-tiba datang haid dan nifas.

Jika seorang dewasa (baligh) tiba-tiba gila atau pingsan, ataupun perempuan datang haid atau nifas pada awal waktu shalat fardhu atau di tengah-tengah waktu dan sebenarnya ada waktu yang cukup untuk melakukan shalat (sebelum kejadian itu), maka-menurut Jumhur Ulama selain ulama madzhab Hanafi-orang tersebut wajib meng-qadha’ shalat tersebut, setelah uzurnya hilang, bagi wanita haid atau nifas, shalat tersebut di-qadha’ setelah ia suci. 

 Dalil pendapat jumhur yang mengatakan wajib meng-qadha’ shalat  ketika terjadi uzur tersebut adalah karena awal waktu merupakan sebab bagi diwajibkannya shalat. Oleh sebab itu, apabila waktu shalat sudah masuk, maka seorang mukallaf diwajibkan melaksanakan shalat pada waktu tersebut. Jika tiba-tiba ia mendapatkan uzur, maka uzurnya itu tidak bisa menjadikan gugurnya suatu perkara yang telah diwajibkan tersebut. Oleh sebab itu , apabila ada suatu perkara yang diwajibkan, maka ia akan terus diwajibkan  dan tidak akan gugur kewajiban tersebut dengan datangnya uzur.

Qadha shalat tersebut dilakukan setelah uzurnya hilang (setelah bersih dari haid), segera dilakukan walaupun bukan pada waktu shalat yang di-qadha’ tersebut. Misal datang haid pada waktu zuhur yang belum sempat dikerjakan, setelah selesai haid beberapa hari kemudian, bersihnya pada waktu Isya, maka shalat Zuhur tersebut di-qadha’ di waktu Isya. Wallahu a’lam.

Sumber: Majalah Ummi

Fiqih Wanita 11-XXIX November 2017                        

Herlini Amran, MA


Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});