Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Kesehatan
  4. /
  5. Begini Cara Merawat Organ Intim Kewanitaan

   Rubrik : Kesehatan

Begini Cara Merawat Organ Intim Kewanitaan

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 3180 Kali

Begini Cara Merawat Organ Intim Kewanitaan
Begini Cara Merawat Organ Intim Kewanitaan

Assalamu'alaikum

Dokter Dewi, saya baru menikah beberapa minggu.  Apa yang harus saya perhatikan dalam merawat organ intim agar tetap bersih dan sehat, Dok? Bolehkah menggunakan pembersih khusus yang mengandung pemutih? Saya penasaran ingin mencobanya untuk memutihkan bagian kulit yang gelap. Terima kasih.

Wassalamu'alaikum

Sinta (27), Cirebon

 

Wa'alaikumussalam

Sinta, memperhatikan dan menjaga kebersihan daerah kewanitaan sangat penting dilakukan, terutama ketika sudah akil baligh, baik sebelum atau setelah menikah. Berikut hal-hal mendasar yang perlu diperhatikan.

 

>> Membersihkan

Berbeda dengan laki-laki, posisi lubang kencing (uretra), vagina, dan anus pada wanita sangat berdekatan. Maka cara membersihkan daerah kewanitaan yang benar ialah dengan membasuhnya menggunakan air bersih dari arah depan ke belakang (dari vagina ke arah anus), bukan sebaliknya. Jika membasuh dari arah sebaliknya, kuman dari daerah anus akan terbawa ke depan dan dapat masuk ke dalam vagina.

Saya sangat tidak menganjurkan penggunaan pembersih vagina secara sembarang, apalagi yang mengandung pemutih, bahkan yang dimasukkan ke dalam vagina. Hal itu sangat berisiko karena kita tidak tahu keamanan kandungan produk tersebut. Ingat, tak terlalu penting warna kulit di area kewanitaan, yang penting bersih dan sehat.

Pada dasarnya, vagina dapat membersihkan diri sendiri secara alami. Kelenjar di dalam leher rahim dan vagina mengeluarkan cairan untuk meluruhkan sel kulit tua dan kotoran lain yang melapisi dinding vagina. Ini merupakan cara untuk tetap bersih dan melindungi diri dari bakteri berbahaya. Apabila keseimbangan tersebut terganggu, bakteri baik dalam vagina akan mati dan malah akan berkembang bakteri jahat yang dapat menimbulkan penyakit. Jadi sebenarnya organ intim tak perlu dibersihkan dengan macam-macam produk, termasuk menggunakan pembersih yang mengandung antiseptik, kecuali atas anjuran dokter karena ada penyakit atau gangguan tertentu yang serius, misalnya.

Bila ingin membersihkan daerah kewanitaan dengan sabun dan sejenisnya, sebaiknya hanya di bagian luar. Gunakan sabun bayi karena memiliki pH yang netral. Setelah itu, basuh dengan air sampai bersih dan pastikan tidak ada sisa sabun yang tertinggal. Lalu keringkan dengan handuk atau tisu.

Bagi wanita yang sudah bersuami, setelah berhubungan suami istri, segera bersihkan vagina dengan membasuhnya menggunakan air bersih. Boleh juga menggunakan sabun untuk mengembalikan keasaman vagina, karena sperma bersifat basa. Ingat, hanya dibersihkan di bagian luar, jangan disemprotkan ke dalam vagina.

 

 

Yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan organ intim saat menstruasi. Jangan malas untuk rutin mengganti pembalut. Ganti pembalut secara teratur minimal tiga kali sehari. Jika di permukaan pembalut telah ada gumpalan darah, sebaiknya segera ganti, walaupun baru saja mengganti pembalut. Gumpalan darah yang terdapat di permukaan pembalut tersebut merupakan tempat yang sangat baik untuk perkembangan bakteri dan jamur. Selain itu, gunakan pembalut dengan permukaan yang lembut dan kering untuk menghindari iritasi.

 

>> Mencukur Bulu

Bulu kemaluan yang terlalu lebat dapat menjadi tempat tumbuhnya kutu, bakteri, serta jamur yang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Karena itu, perlu dirapikan minimal setiap 40 hari sekali seperti yang disunahkan oleh Rasulullah saw.

Bisa dengan memendekkan bulu kira-kira setengah sentimeter menggunakan gunting. Bila ingin mencukur habis, gunakan busa sabun untuk memudahkan. Sebelum digunakan, alat cukur harus dicuci dengan sabun dan disiram air panas. Setelahnya, cuci kembali alat cukur, keringkan, dan simpan di tempat yang bersih dan kering. Hindari tempat lembap karena bisa ditumbuhi jamur dan bakteri. Jangan menggunakan alat cukur secara bergantian, walaupun dengan suami.

Lebih baik tidak membersihkan bulu daerah kemaluan dengan cara mencabutnya. Ini akan menimbulkan lubang pada bekas cabutan yang dapat menjadi jalan masuk bagi bakteri ataupun jamur penyebab iritasi dan penyakit kulit.

 

>> Gunakan pakaian dalam yang nyaman

Penggunaan celana dalam juga perlu diperhatikan. Hindari menggunakan celana dalam yang terlalu ketat karena dapat menyebabkan kulit susah bernapas. Akibatnya, daerah kewanitaan menjadi lembap dan mengalami iritasi. Pilih celana dalam dengan bahan yang nyaman dan menyerap keringat, seperti katun.

 

 

Curigai Hal yang Tidak Normal

           

Jika menemukan hal-hal yang tidak normal, seperti keputihan yang tidak normal (banyak, berbau, berwarna, gatal), ada benjolan yang tidak wajar, atau ada luka seperti luka sariawan atau luka lecet pada vagina, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dikhawatirkan hal-hal tersebut merupakan tanda penyakit serius. Bila cepat dikonsultasikan, bisa segera ditangani dengan tepat dan menghindari risiko penyakit semakin parah.

 

 

Sumber: Majalah Ummi, Konsultasi Kecantikan 10-XXVIII Oktober 2016

dr Dewi Inong Irana, SpKK, FINSDV

Praktik di RSIA Restu Kasih, Jakarta Timur

 Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});