Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Parenting
  4. /
  5. Begini Cara  Membuat Anak Tidak Manja

   Rubrik : Parenting

Begini Cara  Membuat Anak Tidak Manja

  Ditulis Oleh Finastri Annisa Dibaca 4081 Kali

Begini Cara  Membuat Anak Tidak Manja

Sahabat Ummi, anak adalah harta yang paling berharga bagi orangtua. Kasih sayang dan perhatian yang tulus tentunya menjadi kebutuhan tersendiri bagi anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Bentuk kasih sayang dan perhatian itu biasanya dilakukan dengan cara memberikan berbagai barang, atau mengabulkan keinginan anak.

Tapi hati-hati, ternyata selalu mengabulkan atau memberikan yang anak inginkan juga tidak selalu baik. Keinginan yang selalu dituruti akan membuat anak menjadi anak yang manja. Selain itu tidak melatih anak menjadi anak yang kreatif, selalu menuntut, dan merasa mudah untuk mendapatkan sesuatu. Ketika anak kita besar, tentunya ia dituntut untuk menjalani kehidupan serba mandiri , bertanggung jawab, dan sabar menghadapi berbagai resiko. Tentunya sebagai orangtua, kita menginginkan anak-anak menjadi anak yang tangguh menghadapi berbagai masalah di kemudian harinya, walaupun saat itu kita sudah tidak lagi bisa mendampinginya.

Berikut beberapa tips untuk menghindari anak menjadi anak yang manja.

1. Ajaklah dialog dan berikan alternatif lain atas keinginannya

Saat anak anda meminta sesuatu, ajaklah untuk berdialog. Mengapa menginginkan hal tersebut, apakah benar-benar dibutuhkan, apa manfaatnya jika memiliki hal tersebut, dan apakah yang diinginkannya tersebut belum dimiliki sebelumnya? jika hal yang diinginkannya memang dibutuhkan anda sebagai orangtua bisa menanyakan apakah barang/keinginannya tersebut akan dijaga/digunakan dengan baik, mampukah merawatnya, dan manfaat yang dia peroleh. Jika sudah dimiliki namun anak merengek meminta yang baru, berikan pengertian bahwa yang sebelumnya masih ada, atau jika rusak bisakah diperbaiki.

Dengan menanyakan dan berdialog, maka anak tidak mudah untuk meminta sesuatu, serta tidak terbiasa bersikap manja karena diberikan segala yang diinginkannya tanpa ada proses dan alasan yang bisa diterima.

 

Baca juga: Anak Susah Diatur, Patutkah Ibu yang Dipersalahkan?

 

2. Mengabulkan permintaan anak dengan syarat

Memberikan anak hadiah sebagai bentuk kasih sayang tentunya bukan suatu yang kliru. Namun, sesekali anda perlu memberikan pendidikan pada anak dengan mengabulkan permintaannya dengan syarat. Misalnya saja, anda bisa meminta anak anda untuk belajar di waktu yang ditentukan jika sudah dikabulkan permintaannya. Atau sekedar meminta konsekuensi untuk senantiasa membantu merapihkan tempat tidur, menjemur handuk yang dipakai, dan mengelap kaca kamar anak jika sudah dikabulkan permintaannya. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan dan melatih anak, bahwa di setiap pilihan ada konsekuensi.

Dengan begitu anak akan belajar pentingnya untuk bertanggung jawab, menjaga kepercayaan, dan memahami konsekuensi atas pilihan keinginannya.

3. Tidak selalu harus diikuti, ajaklah anak untuk berpikir kreatif dan mengkreasikan sendiri keinginannya

Sesekali ajak anak anda untuk berkreasi bersama. Hal ini mengajarkan mereka agar berpikir kreatif, menghadirkan apa yang mereka inginkan dengan memanfaatkan yang ada. Tidak asal meminta dan memenuhi kebutuhan dengan mudah.

Misalnya saja, Anda bisa mengajak anak untuk membuat makanan ringan kesukaannya dengan mengajaknya membantu anda di dapur, membuat mainan sendiri dari barang-barang bekas dengan melihat tutorialnya di majalah atau video-video tutorial khusus anak. Dengan begitu anak anda akan terlatih untuk berpikir kreatif dan memanfaatkan yang ada, sebelum menginginkan sesuatu serta merengeknya pada anda.

4. Ajak anak untuk menabung

Tidak jarang anak meminta barang atau sesuatu yang harganya tidak murah. Meskipun keuangan keluarga anda mencukupi atau lebih untuk membelikannya, anda juga perlu untuk mengajak si kecil menabung. Dengan menabung, anak berpikir bahwa menginginkan sesuatu tidaklah mudah dan membutuhkan usaha atau perjuangan.

Ajaklah anak untuk menabung, mengumpulkan sisa uang jajannya sendiri. Anda bisa menambahkan uang jajan untuk tabungan di akhir bulan atau saat momentum tertentu, agar menambah semangat anak untuk menabung.

Selamat mencoba, semoga anak-anak kita menjadi anak yang mandiri, dan jauh dari sifat manja.

Foto ilustrasi: google

Profil penulis:

Ditulis oleh Finastri Annisa (Trainner dan Staff Pengembangan Program Character Building di Islamic Student Centre Jakarta)

Artikel terkait:

Penyebab Anak Bungkam Terhadap Orangtua

Ini yang Terjadi Jika Orang Tua Terlalu Memanjakan Anak

Anak adalah Cerminan Orangtua

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});