Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Hadits
  4. /
  5. Begini Cara Jemput Rezeki di Bulan Syawal

   Rubrik : Hadits

Begini Cara Jemput Rezeki di Bulan Syawal

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 4965 Kali

Begini Cara Jemput Rezeki di Bulan Syawal
Begini Cara Jemput Rezeki di Bulan Syawal

“...Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya...”

(QS Ath-Thalaq: 2-3)

 

Ramadhan berakhir, Syawal akan segera tiba. Sahabat Ummi tak perlu khawatir rezeki akan menyusut ketika Ramadhan meninggalkan kita. Ada beberapa kunci yang perlu dilakukan untuk menjemput rezeki di bulan Syawal.

 

Kunci meraih keluasan rezeki adalah dengan bertakwa kepada Allah. Berikut upaya meraih derajat ketakwaan di sisi Allah sebagai ikhtiar menjemput rezeki di bulan Syawal.

 

  1.       Membayar zakat fitrah

Ibnu ‘Abbas berkata, “Rasulullah mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkataan yang sia-sia dan kata-kata kotor, juga untuk memberi makan pada orang miskin. Barang siapa menunaikannya sebelum shalat (Id), zakat tersebut diterima. Barang siapa menunaikannya sesudah shalat, itu hanya dicatat sebagai sedekah biasa,” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

 

Membayar zakat fitrah dapat membersihkan dan melengkapi kekurangan puasa, serta bentuk solidaritas kepada fakir miskin yang tidak punya makanan di Hari Raya. Jika karena itu Allah ridha, maka Allah akan melipatgandakan balasannya.

 

  1.       Puasa Syawal

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh,” (HR Muslim). Puasa Syawal menjadi penyempurna amalan Ramadhan, jika dilaksanakan menjadi bukti ketaatan seorang hamba, yang dengan itu ridha Allah turun padanya. Jika Allah sudah ridha, maka Allah akan mudahkan urusannya (rezeki).

 

  1.       Menjaga konsistensi amaliyah Ramadhan

Allah menjadikan Ramadhan sebagai bulan “training” umat Muslim untuk menjadi hamba yang bertakwa. Bila selama Ramadhan kita mampu berpuasa, shalat malam, bersedekah, dan ibadah lainnya, maka bulan Syawal jadi pembuktian berhasil tidaknya "training" tersebut—apakah amalan-amalan itu tetap konsisten dilakukan atau tidak.

 

  1.       Silaturahim

Jika pada hari-hari biasa terlalu sibuk sehingga sulit bersilaturahim dengan kawan dan kerabat, manfaatkan dengan baik momen libur Lebaran yang cukup panjang ini. Dengan bersilaturahim, dapat saling berinteraksi, bertukar informasi, dan menguatkan hubungan. Persaudaraan pun salah satu bentuk dari rezeki, karena semakin banyak kawan, semakin terbuka pintu-pintu untuk dimudahkan datangnya rezeki.

 

“Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahim,” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud).

 

  1.       Berbisnis

 

Berbisnis merupakan upaya ikhtiar menjemput rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup, sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan,” (HR Ahmad. Imam As Suyuthi menghasankan hadits ini dalam Al Jami' Ash Shaghir, 1/30)

 

Bulan Syawal adalah hari raya, di mana biasanya permintaan pasar meningkat pesat. Ambil peluang tersebut dengan berbisnis musiman yang paling banyak dicari di bulan itu, seperti bisnis kue kering, pakaian, rental mobil, dan sebagainya.

Nur Fitriyani

Sumber: Majalah Ummi,

Bahasan Utama 5 07-XXVIII Juli 2016

Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});