Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Motivasi
  4. /
  5. Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan saat Silaturahmi di Hari Raya

   Rubrik : Motivasi

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan saat Silaturahmi di Hari Raya

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 2041 Kali

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan saat Silaturahmi di Hari Raya
Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan saat Silaturahmi di Hari Raya

Sejatinya, silaturahmi di Hari Raya adalah salah satu momen spesial yang ditunggu. Biasanya, di waktu tersebut, semua sanak famili berkumpul dan bergembira, melepas kangen setelah lama tidak berjumpa. Namun, seringkali tujuan yang mulia tersebut ternoda oleh hal-hal yang tidak sepatutnya ada. Tidak jarang, setelah berkumpul bersama hati bukannya bertambah adem tapi justru sebaliknya.

Nah, Sahabat Ummi, agar kita terhindar untuk melakukan sesuatu yang menyebalkan atau melukai hati orang lain, sebaiknya hal-hal di bawah ini perlu kita perhatikan ketika bersilaturahmi di hari raya nanti. Apa saja?

1. Jangan menanyakan sesuatu yang sensitif, apalagi jika tahun lalu sudah kita tanyakan, atau sebenarnya kita sudah tahu jawabannya

"Kapan nikah? Kok dari tahun kemarin sendirian mulu!"

"Lhoh, belum punya anak juga, ya?"

Dua pertanyaan di atas termasuk yang paling sensitif untuk ditanyakan. Apalagi jika diucapkan dengan nada melecehkan. Semua orang normal pasti ingin menikah dan semua yang sudah menikah pasti ingin punya anak. Tapi, jika kenyataannya belum demikian, haruskah kita menambah beban dengan menanyakan atau lebih tepatnya "menagih" bahkan terkesan menekan? 

"Buruan nikah, stok keburu habis!"

"Gak takut apa gak hamil-hamil?"

Setiap orang memiliki kehidupan yang tidak sempurna, termasuk yang bertanya dengan nada melecehkan seolah-oleh hidupnya sempurna. Daripada bertanya hal-hal pribadi yang berpotensi melukai, lebih baik mendoakan dengan tulus, merangkul, atau bahkan memberi solusi.

 

2. Hindari pamer kekayaan, kesuksesan, dan hal-hal kasat mata lainnya

"Idup Lo gitu-gitu aja dari tahun kemarin?"

atau kalimat lain yang serupa yang intinya merasa lebih baik/lebih hebat.

Silaturahmi di hari raya tujuannya adalah untuk mempererat persaudaraan dan meluruskan kesalahpahaman jika pernah ada. Jangan sampai ternoda oleh hal-hal yang sifatnya ego pribadi. Toh setelah pamer ini itu, kemudian selesai, enggak ada efek apa-apa.

 

3. Hindari ikhtilat, jaga perasaan pasangan

Ada kalanya seseorang bersikap berlebihan terhadap lawan jenis ketika hari raya. Dengan modus "ini kan saudara sepupu" atau semacamnya, seolah kita boleh melakukan apa saja, termasuk becanda berlebihan yang tidak patut dilakukan dua manusia dewasa beda jenis. Pikirkanlah perasaan pasangan. Bagaimana jika dibalik. Bersikaplah sewajarnya.

 

Bagaimana, Sahabat Ummi? Selamat berkumpul dengan keluarga besar, ya. 

 

Profil Penulis:

Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo pemilik www.rumahmiyosi.com adalah istri, ibu, penulis, dan pembelajar.

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});