Majalah Ummi Digital - Ummi: Identitas Wanita Islami

Senin, 03 Mei 2010 - 10:35:34 WIB
Ir H Trinanda Prihantoro & Drg Hj E. Ariastiwi: Akidah Paling Utama
Edisi : No.10 Tahun XXI | Rubrik: Cover Story | Dibaca: 252 kali

Tempe...!” Seru Rafindhra A Prihastama (12) memancing senyuman. Celoteh putra pertama pasangan Ir H Trinanda Prihantoro (43) dan Drg Hj E. Ariastiwi(42) itu spontan disambut senyuman kedua orangtua dan adiknya, Syifa Anindya Sathyavira (8). ceria pun memancar. Dan, klik, seketika sang fotografer mengabadikan momen indah itu.

Meneropong kehidupan keluarga ini begitu inspiratif. Ariastiwi, dokter gigi sekaligus Kepala Puskesmas di Puskesmas Pondok Labu, Jakarta Selatan. Sedangkan Trinanda arsitek. Kini ia menjabat Manajer Promosi pusat perbelanjaan Blok M Square.

Aktivitasnya bertambah padat dengan menjadi konsultan arsitektur masjid Zero Energy Building di Tangerang Selatan. “Rencananya masjid ramah lingkungan itu akan menjadi pusat syiar Islam dan syiar teknologi untuk wilayah Tangerang Selatan,” ungkap pria yang akrab disapa Nanda ini, semangat.

Kesibukan yang menumpuk tak melalaikan pasangan muda ini dari kewajiban mendidik buah hati mereka. “Bagi saya pendidikan akidah itu yang paling utama,” tegas Nanda. Hasilnya terlihat ketika ia hendak mengajak Rafi jalan-jalan ke luar negeri. Jawaban Rafi tidak disangka. “Pa, Papa sama Mama sudah pernah lihat Ka'bah, saya belum pernah lihat Ka'bah. Saya enggak mau ke luar negeri kalau belum ke Mekah,” katanya.

Dalam keseharian mereka selalu mendorong Rafi dan Syifa untuk mengaji usai menunaikan shalat. Juga, mengingatkan mereka agar selalu mengajak teman-teman mereka shalat bila waktunya tiba ketika mereka bermain. Ariastiwi sendiri rajin meng-up grade wawasannya tentang Islam dengan membaca. “Saya sering baca Ummi juga lho,” akunya.

Kegemaran membaca menular ke anak-anaknya. Nanda dan Ariastiwi memang menanamkan kecintaan membaca sejak dini pada buah hati mereka. “Kalau diajak ke pameran buku, wah, mereka tuh seperti kambing dilepas di kebon. Nafsu bener kalau lihat buku,” ujar Nanda.

Pantas saja, Rafi, baru-baru ini menjuarai Lomba Teknologi Sederhana Tingkat SD se-Banten dengan proposal tentang pembuatan bricket berbahan dasar kertas koran. Sementara Syifa, pianis cilik yang gemar menulis.

Satu cita-cita Nanda yang ingin ia wujudkan, pergi haji bersama keluarga. “Sesuai keinginan Rafi yang ingin langkah pertamanya ke luar negeri adalah menginjakkan kaki di Mekah.”

Bagaimana dengan menjadi model sampul majalah lagi? “Wah, ini yang pertama dan terakhir, deh,” ujar Nanda diiringi gelak tawa.

Didi Muardi


Buat link artikel ini pada:

Artikel Sebelumnya
0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar :
 
 (Masukkan 6 kode diatas)