Majalah Ummi Digital - Ummi: Identitas Wanita Islami

Senin, 01 Maret 2010 - 10:29:54 WIB
Leony Agus Setiawati dan Keluarga, Syiar Islam Lewat Sulam Tangan
Edisi : No.8 Tahun XXI | Rubrik: Cover Story | Dibaca: 369 kali

Sesi pemotretan sampul edisi ini dilakukan di markas Ummi. Meski kedatangan Leony Agus Setiawati, SP bersama keluarga tidak disambut oleh seluruh kru Ummi, mereka tetap semangat berpose.  

            Leony dikenal sebagai sosok tangguh dalam dunia bisnis. Dengan dukungan penuh sang suami, M Anwar Sanusi, pemilik Azka Collection ini mampu bangkit dari keterpurukan. Konveksi busana muslim sulam yang dibangunnya pada 2001 pernah bangkrut di tahun 2004. Tapi hal itu tidak membuatnya patah semangat. Setahun kemudian, ia kembali menapaki jejak bisnisnya.

            Wanita alumnus IPB ini mengandalkan sulam tangan sebagai produk andalan. “Sulam tangan itu handmade. Artinya kita menyerap tenaga kerja, terutama segmen tenaga kerja yang tidak terserap perusahaan-perusahaan besar, yaitu ibu-ibu rumah tangga dan remaja putus sekolah. Mereka yang kami bina. Alhamdulillah karyawan yang kami miliki sekarang ada 540 orang, 91% wanita,” tutur Leony.

            Selain membina secara teknik dan manajemen, inovasi Leony pun melebar ke pembinaan sosial. “Jadi selain mengembangkan sisi bisnis, kami pun mengelola Corporate Social Responsibility (CSR). Programnya meliputi berbagai bantuan untuk lingkungan sekitar yaitu menyantuni dhuafa, yatim, jompo, perbaikan infrastruktur, membina UKM informal, dan mencarikan beasiswa,” papar wanita yang hobi travelling dan mendesain ini.  

            Hingga akhirnya, Mei 2009 lalu, ia dinobatkan sebagai peraih Young Entrepreneur Award 2009 versi Harian Bisnis Indonesia. Keberhasilan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak merenung dan menimba ilmu menjadi modal Leony untuk bangkit. “Saya sadar betul letak kegagalan saya adalah kurangnya jiwa kepemimpinan entrepreneurship. Selain itu, tidak ditunjang  manajemen yang baik. Saya perbaiki itu. Mindset saya berubah. Selain siap gagal, saya pun harus siap berhasil,” terang ibu dari Azka Salsabila dan Aqila Syahrani ini.

            Menurutnya, jiwa entrepreneurship harus lebih banyak dimiliki bangsa ini. “Dari seorang entrepreneur, misalnya saya, mampu menyerap tenaga kerja 540 orang. Di belakang itu ada empat orang lagi. Sekarang bayangkan ada 10 entrepreneur, berarti paling tidak ada 20 ribu orang yang terbantu,” urai Leony.

            Leony mengakui bahwa usaha yang dirintisnya ini belum sempurna. Namun, ia berusaha untuk lebih baik. Baginya, melalui usaha ini tidak hanya kepentingan bisnis yang diraup tapi juga syiar Islam. “Yang penting sih, istiqamah dengan program yang kita jalani,” pungkas Leony.  

 

Rosita


Buat link artikel ini pada:

Artikel Sebelumnya
0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar :
 
 (Masukkan 6 kode diatas)