Majalah Ummi Digital - Ummi: Identitas Wanita Islami

Kamis, 31 Desember 2009 - 14:54:54 WIB
Menggunakan Minyak Goreng
Edisi : No.6 Tahun XXI | Rubrik: Konsultasi Pangan | Dibaca: 801 kali

Berapa kali idealnya penggunaan minyak goreng yang baik bagi kesehatan? Bagaimana ciri minyak goreng yang sudah tidak layak?

Sarmi, via SMS

Jawaban

Tidak ada ukuran yang pasti berapa kali minyak goreng sebaiknya digunakan untuk menggoreng. Hal ini sangat tergantung pada stabilitas minyak goreng, bahan yang digoreng, dan suhu minyaknya. Jika bahan yang digoreng berupa ikan, maka 2-3 kali menggoreng sudah menyebabkan minyak goreng menjadi kotor dan berwarna gelap. Jika bahan yang digoreng berupa tahu atau tempe, maka minyak goreng dapat digunakan sampai 5 kali menggoreng. Proses menggoreng yang dilakukan pada suhu tinggi menyebabkan kerusakan minyak goreng lebih cepat. Secara umum disarankan menggunakan minyak goreng tidak lebih dari 5 kali menggoreng. Pada setiap kali menggoreng sebaiknya digunakan minyak goreng secukupnya, tidak terlalu banyak, sehingga tidak banyak menyisakan minyak goreng bekas.

Ciri minyak goreng yang sudah tidak layak digunakan adalah berwarna gelap, kotor, kental, dan berbau tidak sedap. Minyak goreng yang sudah tidak layak digunakan tentu tidak baik bagi kesehatan.


 

Undur-undur Hidup

Assalamu’alaikum

Pak Sugi, teman saya biasa memakan undur-undur hidup yang katanya dapat menyembuhkan penyakit, khususnya diabetes. Apakah ini benar? Dan apakah undur-undur hidup itu halal?

Wassalamu’alaikum

Fasiha, via SMS

Jawaban

Sebagian masyarakat memang mempercayai bahwa undur-undur hidup dapat digunakan untuk pengobatan diabetes. Dalam hal ini undur-undur hidup dikonsumsi langsung atau dimasukkan dalam kapsul. Pengobatan Cina juga menggunakan undur-undur untuk penyakit diabetes. Ada penelitian yang melaporkan bahwa undur-undur mengandung zat sulfonylurea. Zat ini pada undur-undur dapat melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi insulin. Meskipun demikian, belum ada data medis yang membuktikan khasiat undur-undur sebagai obat diabetes. Maka dari itu dokter belum merekomendasikan undur-undur sebagai obat untuk diabetes.

Tidak ada dalil khusus yang menunjukkan status kehalalan undur-undur. Oleh karenanya, penilaian terhadap status kehalalan undur-undur mengacu pada dalil yang umum. Dalil umum yang dapat digunakan adalah:

  1. Semua yang ada di muka bumi adalah halal, kecuali yang diharamkan. Dalil pengharaman undur-undur tidak ada.

  2. Serangga halal dikonsumsi. Jika undur-undur dapat digolongkan sebagai serangga, maka statusnya halal.

  3. Bahan yang kotor atau menjijikkan statusnya haram. Jika undur-undur tergolong bahan kotor atau menjijikkan, maka statusnya haram.

  4. Bahan yang mengandung racun atau zat berbahaya bagi jiwa atau kesehatan tergolong haram. Belum diketahui secara ilmiah apakah undur-undur mengandung racun atau zat berbahaya.

Berdasarkan dalil umum di atas, tampaknya status kehalalan undur-undur masih memerlukan kajian dan ijtihad ulama. Untuk kehati-hatian, disarankan tidak mengonsumsi undur-undur. Selain itu, dokter pun belum merekomendasikan konsumsi undur-undur untuk pengobatan diabetes. Sebaiknya digunakan cara pengobatan lainnya yang lebih aman dalam aspek kehalalan dan sudah terbukti secara ilmiah atau medis.

 

Ikan dan Daging Mentah

Mengonsumsi daging dan ikan mentah seperti masakan Jepang itu apakah halal? Apa pengaruhnya bagi kesehatan?

Titis, via SMS

Jawaban

Daging dan ikan mentah merupakan bahan yang halal dikonsumsi. Bahan yang halal, boleh dikonsumsi baik dalam keadaan mentah maupun matang. Konsumsi daging dan ikan mentah perlu memerhatikan tingkat kebersihan dan kesegaran bahan makanan tersebut. Untuk menghindari terjadinya keracunan, harus dipastikan daging dan ikan mentah tersebut keadaannya bersih (tidak tercemar mikroba atau bahan berbahaya) dan masih segar.

 

Susu dan Air Panas

 

Saya pernah mendengar kalau untuk membuat susu, baik yang bentuknya bubuk maupun kental manis, harus diseduh dengan air hangat. Karena kalau menggunakan air panas atau mendidih maka zat gizinya akan berkurang. Apakah benar begitu?

Habibah, via SMS

Jawaban

Penggunaan air panas atau air mendidih memang dapat merusak vitamin, terutama vitamin yang tidak tahan panas, seperti vitamin B1 (tiamin). Oleh karena itu, ditinjau dari aspek gizi, sebaiknya digunakan air hangat dalam melarutkan susu. Perlu dipahami bahwa air hangat yang dimaksud adalah air yang sudah dididihkan sebelumnya.


Buat link artikel ini pada:

Artikel Sebelumnya
    2 Komentar :

    Aiya
    22 Januari 2010 - 08:38:45 WIB

    Lho Kok Daging dan IKan Mentah halal???

    Bukankah daging/ikan mentah masih ada darahnya yang mengalir??



    aan
    11 Mei 2010 - 20:20:34 WIB

    sy dukung aiya, kok ikan ma daging mentah itu halal?, anda membuat artikel spt ini hati2,, dpt info dr mn?, wassalam..
    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar :
     
     (Masukkan 6 kode diatas)