Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Pasutri
  4. /
  5. Andai Suami Isteri Menyadari Pihak Ketiga Menyusup di Rumah Tangganya

   Rubrik : Pasutri

Andai Suami Isteri Menyadari Pihak Ketiga Menyusup di Rumah Tangganya

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 22990 Kali

Andai Suami Isteri Menyadari Pihak Ketiga Menyusup di Rumah Tangganya
Andai Suami Isteri Menyadari Pihak Ketiga Menyusup di Rumah Tangganya
Berawal dari mendengar ceramah mufti Zimbabwe, Ismail bin Musa Menk yang fasih dalam bahasa Inggeris itu. Seorang sahabatnya yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, sehingga diterima di Oxford University mengeluh tentang kegagalannnya dalam berumah tangga. Hal ini dipicu oleh kegemarannya bermain gajet dan disibukkan dengan melayani para followers melalui media sosial (medsos). Akhirnya isterinya melarikan diri, karena merasa tidak diperhatikan dan tidak diutamakan.
 
Menurut saya kisah ini merupakan pelajaran berharga bagi gajet dan medsos lovers. Tidak ada orang yang tidak terikat dengan perkembangan teknologi mutaakhir ini. Termasuk pasangan suami isteri. Tanpa disadari kegandrungan bermain gajet dan melayani media sosial (medsos) termasuk salah satu penyebab keretakan rumah tangga. Di Amerika serikat, survei yang dilakukan oleh American Academy Of Matrimonial Lawyers angka perceraian akibat media sosial meningkat menjadi 80 persen. Demikian juga keadaan di Indonesia, menurut laporan manadopostonline.com pada tahun 2016, angka perceraian akibat media sosial (medsos) semakin meningkat dari tahun ke tahun. 
 
Menggunakan gajet dan medsos tidak dilarang, bahkan ianya memiliki dampak positif yang sangat banyak seperti media untuk bersilaturrahim, mengirim informasi dengan cepat, cepat tanggap terhadap sahabat-sahabat yang kesusahan dan lain-lain. Namun ketika tidak bijak menggunakannya maka akan dijangkiti gangguan psikis seperti cemas meninggalkan followers (social anxiety disorder), terlalu terikat dengan ponsel (obsessive compulsive disorder), terikat dengan mengupdate kehidupan orang lain (fear of missing out). Bagi pasangan suami isteri efek negatifnya melupakan keluarga, sarana selingkuh, mengumbar masalah rumah tangga dan sederetan efek negatif yang lain.
 
Gajet dan medsos adalah pihak ketiga yang  masuk menyusup ke persada rumah tangga, maka berwaspada dan berhati-hatilah. Jangan sampai gajet dan media sosial (medsos) menghancurkan rumah tangga yang dibangun dengan komitmen suciMitsaqan Ghaliza (perjanjian yang kokoh). Allah SWT berfirman: Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (QS An Nisa 4: 21). Perjanjian yang kokoh ini diulangi kembali oleh Rasulullah SAW dalam wasiatnya pada haji wada iaitu perjanjian berdasarkan amanah dari Allah SWT. Associate Prof, Mustaffa Abdullah, penulis buku Khazanah Tafsir di Malaysia pernah berpesan tindakan apapun yang dilakukan jangan pernah melupakan kekuatan internal karena Allah SWT.  
 
Maka pergaulan suami isteri harus selalu dikembalikan serinya, membangun komunikasi yang intens di antara kedua pasangan. Berwaspadalah supaya gajet dan media sosial (medsos) tidak  memutuskan tali  Mitsaqan Ghaliza. Syeikh Muhammad Sayyid Tantawi dalam tafsir al-Wasit menyebutkan bahawa untuk membangun kekohohan rumah tangga dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu komunikasi yang baik, memberi perhatian dan memunculkan penampilan yang menyenangkan pasangan.
 
Beliau juga menyebutkan realitas kehidupan nabi Muhammad SAW bersama isterinya. Nabi Senantiasa berwajah ceria (da’im al-Bisyr), bersenda gurau (muda’abah) dan bersikap lembut  (lutfh) kepada para isterinya. Bahkan pernah nabi berkejar-kejaran bersama ummul mukminin Aisyah, terkadang nabi yang mendahului  pada kali yang lain Aisyah pula yang menang. Menurut Tantawi Nabi juga tidak jarang menyempatkan makan malam bersama dan bercerita sebelum tidur. Apabila hal ini disadari oleh suami isteri, maka kehadiran pihak ketiga berupa gajet dan media sosial (medsos) tidak menjadi masalah, karena pasangan suami isteri dapat mengatur waktu. Kapan waktunya menggunakan gajet dan media sosial (medsos) dan kapan jadwal bersama pasangan. Tentunya waktu bersama pasangan harus lebih diperioritaskan.
 
 
Penulis
Andi Putra Ishak, LC,MA
Kandidat Doktor, Jur Tafsir al-Qur’an
University Of Malaya
 
 
 
 

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});