Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Motivasi
  4. /
  5. Alasan Logis Kenapa yang Berjilbab Nggak Boleh Minder

   Rubrik : Motivasi

Alasan Logis Kenapa yang Berjilbab Nggak Boleh Minder

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 862 Kali

Alasan Logis Kenapa yang Berjilbab Nggak Boleh Minder
Alasan Logis Kenapa yang Berjilbab Nggak Boleh Minder

Sahabat Ummi, dunia seolah terbalik. Yang melakukan sesuatu yang Allah perintahkan (salah satunya perintah berjilbab) kadang-kadang ada yang masih tidak percaya diri. Entah, hal tersebut tercermin dari kata-kata atau sikap atau hanya perasaan minder (tidak pada tempatnya) di dalam hati saja. Terlebih, jika ybs berada di lingkungan yang berbeda dimana si jilbaber menjadi satu-satunya  yang berpenampilan seperti itu atau minoritas,

"Wah, aku jilbaban sendiri, nih. Yang lain cantik-cantik dan modis-modis," kesannya diri sendiri atau jilbaber tsb jelek dan enggak modis, enggak layak ada di situ gitu.

"Kok penampilanmu berubah? Kok jilbabmu gak seperti biasanya? Kok lebih ketat dan kecil?"

"Iya nih soalnya rata-rata gak jilbaban, ini aja aku mending banget masih pakai begini," kesannya jilbabannya enggak ikhlas.

"Udah ah aku pakai jilbabnya yang biasa aja soalny acaranya seneng-seneng, kalau jilbabnya beda sendiri gede sendiri kan enggak enak sama yang lain, disangka sok alim," ehmm ... no comment, ketika penilaian manusia begitu berharga ketimbang penilaian Allah.

Di sisi lain, tidak sedikit yang belum jilbaban mencibir/memandang aneh yang sudah jilbaban. Emang masih ada? Masihh.

"Enggak gaul banget, sih,"

"Enggak modis,"

"Ih, kampungan,"

"Sok alim,"

"Emang baca alqurannya udah paham kok pakai jilbaban segala?"

"Yang asli arab aja enggak segitunya, ehhh ini yang enggak ada arab-arabnya malah sok-sokan,"

Sahabat Ummi, padahal ada beberapa alasan logis dimana yang berjilbab tidak seharusnya minder sedangkan yang belum berjilbab tak seharusnya mengolok yang sudah berjilbab.

Apa saja alasan logis tsb?

1. Buat yang berjilbab: jika ada yang begitu percaya diri pakai pakaian sangat seadanya/kurang bahan, lalu kenapa yang berpakaian lengkap dari ujung sampai ujung malah sebaliknya? Aneh, deh. Gagal paham. Logikanya ya harus lebih percaya diri dong secara yang berpenampilan "apa adanya" aja sangat-sangat percaya diri kok.

2. Buat yang belum jilbaban seharusnya bersyukur dengan banyaknya rekan-rekan yang sudah berjilbab, ditambah jika sikap si jilbabers tersebut juga mencerminkan muslimah sejati (misal enggak suka caper atau sewajarnya saja alias menjaga diri). Coba misalkan sama-sama enggak jilbaban, boleh jadii suami jadi naksir temannya, boleh jadi yang belum jilbaban kaalaah jauhh. Tidak bermaksud membandingkan sebenarnya hanya berusaha menyadarkan seharusny justru berterima kasih pada rekan-rekan yang sudah berjilbab karena mereka membantu para suami orang menjaga diri. Bukannya malah di-bully. Ya, kan?

3. Buat yang jilbaban: jika begitu bangga menjalankan perintah atasan lalu kenapa masih ada yang terbersit perasaan minder ketika berusaha menjalankan perintah Allah yaitu menutup aurat? Bukannya harusnya malah bahagia. Perintah Allah lho.

4. Buat yang belum jilbaban: jika ada yang salah dengan jilbabers, tolong jangan disalahkan jilbabnya, dia cuma benda mati. Salahkanlah yang menggunakannya dengan tidak baik.  

5. Jilbab tidak menghalangi seorang wanita untuk bisa berubah jadi "perkasa" jika diperlukan.

Asumsi bahwa jilbaber adalah sosok yang lamban itu benar-benar salah kaprah. Logikanya, apa hubungannya penampakan luar dengan karakter?? Enggak adaa kecuali kalau dihubung-hubungkan.

Jilbabers yang notabene masih sering dianggap lemah juga bisa "gagah perkasa" jika diperlukan. Misal, jilbaber yang lagi ditinggal dinas suaminya yang artinya apa-apa dilakukan sendiri, jilbaber di daerah konflik seperti Gaza atau Siria (emang mereka cemen? Wew, coba ke sana buktikan kalau mau), atau contoh lain.

Bagaimana, Sahabat Ummi?

Semoga yang sudah berjilbab semakin istiqomah dan yang belum berjilbab segera berjilbab. ☺

 

Penulis:

Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo penghuni www.rumahmiyosi.com ini adalah istri, ibu, penulis, & pembelajar.

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});