Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Pasutri
  4. /
  5. Ada Konflik di Rumah Tangga, Bahayakah?

   Rubrik : Pasutri

Ada Konflik di Rumah Tangga, Bahayakah?

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 638 Kali

Ada Konflik di Rumah Tangga, Bahayakah?
Ada Konflik di Rumah Tangga, Bahayakah
Sahabat Ummi, belakangan kita sering dikejutkan oleh perceraian pasutri yang baru menikah beberapa bulan saja. Alasannya bermacam-macam, tapi intinya... kurang mampu menghadapi konflik rumah tangga. Apa sebenarnya konflik rumah tangga? Berbahayakah ada konflik antar pasutri?
 
Konflik rumah tangga, menurut Direktur Biro Psikologi Matahati, Samarinda, Yulia Wahyu Ningrum M.Psi Psikolog, adalah, “Peristiwa sosial yang mencakup pertentangan atau ketidaksetujuan yang terjadi di dalam keluarga, yang disebabkan karena perbedaan karakter, perbedaan tujuan, perbedaan keyakinan, perbedaan budaya, dan perbedaan pola pikir.” 
 
Dari definisi ini kita bisa melihat bahwa konflik dalam rumah tangga dapat terjadi dalam tataran konseptual yang berupa visi atau idealisme, atau bisa juga dalam tataran kontekstual yang lebih teknis, seperti kebiasaan-kebiasaan dan perilaku sehari-hari.
 
Perbedaan pasangan suami-istri dalam bentuk konseptual dan kontekstual sama-sama dapat melahirkan konflik dalam rumah tangga. Perbedaan dalam bentuk konseptual misalnya perbedaan keyakinan. 
 
Kadang, di awal menikah, karena sedang larut dalam perasaan cinta yang mengharu-biru, pasangan suami-istri tidak menganggap penting perbedaan konseptual di antara mereka. Di kemudian hari, perbedaan konseptual itu mulai mengganggu karena salah satu pihak merasa tidak didukung atau malah dihambat saat ingin mengamalkan nilai-nilai yang ia yakini. Lama kelamaan timbul rasa yang amat tidak nyaman sehingga mereka memilih untuk tidak lagi bersama.
 
Perbedaan kontekstual terjadi karena adanya suatu peristiwa atau kondisi yang mengganggu salah satu pihak. Misalnya, suami yang tidak berkenan istrinya belanja terlalu banyak perabotan, atau sebaliknya, istri yang tidak suka melihat sang suami yang terlalu santai dan kurang peka pada kondisi rumah yang berantakan. 
 
Demikianlah, ada banyak celah yang bisa memicu timbulnya konflik dalam rumah tangga, mulai dari yang sederhana sampai yang sifatnya prinsip.
 
Tidak Selalu Negatif
 
Sebenarnya konflik antara pasutri tidak selalu harus berujung pada perceraian, bahkan tak jarang malah menambah harmonisnya hubungan. “Tidak semua konflik berakhir negatif. Ada saja yang menjadi positif, terutama pasangan yang bisa menerima kritikan. Hubungan jadi semakin bagus dan saling memahami kemauan masing-masing,” papar Yulia. 
 
Menurut Yulia, agar konflik bisa berujung positif pasutri perlu melakukan komunikasi yang efektif. 
 
Sumber: Bahasan Utama Majalah Ummi edisi Januari 2018

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});